Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Teori Belajar Burhus Frederic Skinner





Teori Belajar Burhus Frederic Skinner
Teori Belajar Burhus Frederic Skinner

2. Teori Belajar Burhus Frederic Skinner
Burhus Frederic Skinner adalah seorang pakar psikologi lulusan Universitas Harvard Amerika Serikat dan mengabdikan diri untuk menjadi dosen pada almamaternya.   Penelitiannya   secara   berkelanjutan   terhadap   belajar   dan perilaku  selama  bertahun-tahun  menghasilkan  teori  belajar  yang  dikenal dengan Operant Conditioning (pengondisian yang disadari). Seperti hanya penelitian yang dilakukan oleh Edward L. Thorndike, subjek penelitian Skinner adalah beberapa hewan diantaranya tikus dan merpati.

Percobaan Skinner dilakukan dengan menggunakan kotak khusus yang disebut kotak Skinner. Kotak Skinner berupa ruang kosong tempat hewan dapat memperoleh makanan dengan melakukan usaha terlebih dahulu berupa respon sederhana seperti menekan atau memutar tuas. Skinner menggunakan alat perekam yang dapat merekam seluruh aktivitas hewan dalam memperoleh makanannya yang diletakkan di dalam kotak Skinner.   Berbeda dengan percobaan Thorndike, pada percobaan Skinner, makanan diletakkan di dalam kotak yang hanya cukup untuk setiap respon yang hanya membutuhkan upaya yang ringan sehingga seekor hewan dapat melakukan responnya ratusan kali dalam setiap jamnya.

Menurutnya, ganjaran dan penguatan dalam proses pembelajaran mempunyai peranan  yang sangat penting bagi siswa. Ganjaran merupakan respon yang sifatnya menggembirakan siswa misalnya tepuk tangan apabila siswa mampu menjawab pertanyaan dari gurunya. Sedangkan penguatan merupakan sesuatu yang mengakibatkan meningkatnya kemungkinan suatu respon misalnya memberikan hadiah pensil bagi siswa yang mampu menjawab pertanyaan dari gurunya.





Menurutnya, hasil percobaan tersebut membuktikan bahwa perubahan pola pemberian makanan mempengaruhi kecepatan dan pola perilaku hewan. Hasil penelitiannya menghasilkan beberapa prinsip yang melandasi pembelajaran di sekolah  yaitu  prinsip  penguatan  (reinforcement),  prinsip  hukuman (punishment),  prinsip  pembentukan  (shaping),  prinsip  penghapusan (extinction),  prinsip diskriminasi (discrimination), dan prinsip generalisasi (generalization).

a. Prinsip penguatan
Penguatan  merupakan  suatu  proses  yang  dapat  memperbesar  kesempatan supaya perilaku positif tersebut terjadi lagi dan memperkuat perilaku positif tersebut. Penguatan terdiri dari penguatan positif yang dapat memperkuat perilaku positif melalui stimulus yang menyenangkan contoh dengan memberikan pujian atau penghargaan ketika siswa dapat mengerjakan tugasnya dengan baik dan penguatan negatif yang dapat memperkuat perilaku positif dengan cara menghilangkan stimulus yang tidak  menyenangkan misalnya saja dengan melarang siswa melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan kontrak belajar yang telah disepakati bersama atau memberikan bantuan terhadap siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar.

b. Prinsip hukuman
Berbeda dengan penguatan yang dapat memperkuat perilaku positif, hukuman merupakan suatu proses yang dapat memperbesar kesempatan supaya perilaku negatif tersebut tidak terjadi lagi dan memperlemah perilaku negatif. Terdapat dua jenis hukuman yaitu hukuman positif dan negatif. Hukuman positif dapat mengurangi perilaku negatif dengan memberikan stimulus yang tidak menyenangkan jika perilaku negatif itu terjadi. Contoh hukuman positif dari guru adalah menghukum siswa yang melanggar tata tertib kelas untuk berdiri di depan kelas dengan mengangkat salah satu kakinya supaya siswa pelaku jera. Hukuman negatif dapat mengurangi perilaku negatif dengan menghilangkan stimulus yang menyenangkan jika perilaku negatif itu terjadi. Contoh hukuman negatif dari guru adalah menghukum siswa yang melanggar





aturan permainan dalam pembelajaran di kelas dengan cara tidak mengikutsertakan siswa pelaku dalam permainan kelas berikutnya.

c. Prinsip pembentukan
Pembentukan merupakan suatu proses untuk mengajar perilaku individu yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya. Contoh penerapan prinsip pembentukan dalam pembelajaran menulis permulaan pada siswa baru kelas 1 SD adalah pada saat siswa mulai menulis tegak bersambung, guru memfasilitasinya dengan buku siswa yang di dalamnya terdapat titik-titik yang membentuk huruf tegak bersambung untuk dilengkapi siswa, selanjutnya pada pembelajaran berikutnya siswa mulai menulis tegak bersambung dibantu oleh guru dengan cara memegangi pensil siswa untuk diarahkan,  berikutnya  siswa menulis tegak bersambung secara mandiri.




d. Prinsip penghapusan
Penghapusan merupakan suatu proses menarik kembali penguat dari perilaku individu.  Contoh  penerapan  prinsip  penghapusan  dalam  pembelajaran  di sekolah adalah pada saat guru memberikan scaffolding terhadap siswa pada saat siswa menulis tegak bersambung. Pertama guru memberikan bimbingan yang maksimal, kemudian bimbingan tersebut berangsur-angsur dikurangi bahkan dihilangkan agar siswa dapat melakukannya sendiri.

e. Prinsip diskriminasi
Diskriminasi merupakan proses belajar bahwa suatu perilaku akan diperkuat dalam suatu situasi dan tidak berlaku dalam situasi lainnya. Contoh penerapan prinsip diskriminasi dalam pembelajaran di sekolah dasar adalah ketika guru mengajar di pagi hari dengan gaya kharismatik atau tegas, kemudian pada siang hari ketika siswa mulai lelah maka guru mengajar dengan penuh humor dan permainan.

f.  Prinsip generalisasi
Generalisasi merupakan proses bahwa suatu perilaku akan diperkuat dalam suatu situasi dan berlaku juga dalam situasi lainnya. Contoh penerapan prinsip generalisasi dalam pembelajaran di sekolah dasar adalah ketika suatu hari guru mengajar dengan menerapkan metode permainan dan pada saat refleksi pembelajaran siswa memberikan testimoni positif, maka pembelajaran pada hari  berikutnya  guru  akan  menerapkan  metode  permainan  kembali  dengan harapan siswa akan termotivasi untuk belajar.

Implementasi teori belajar menurut Burhus Frederic Skinner dalam pembelajaran di sekolah dasar adalah berupa model pembelajaran dengan sintaks yang berlandaskan pada pemikiran Skinner berdasarkan keenam prinsip di atas yang terdiri dari fase pembentukan, fase penguatan dan hukuman, fase penghapusan, dan fase generalisasi dan diskriminasi.
1) Fase pembentukan
a)   Guru memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan secara individual
b)   Guru  memberikan  bimbingan  kepada  siswa  secara  individual  dalam mengerjakan tugasnya
2) Fase penguatan dan hukuman
a) Siswa   secara   individual   mengumpulkan   hasil   kerjanya   dan   guru memberikan penilaian
b) Guru memberikan penghargaan berupa pujian untuk siswa yang dapat mengerjakan tugasnya dengan baik
c) Guru memberikan hukuman berupa pemberian tugas yang lebih berat kepada siswa yang tidak dapat mengerjakan tugasnya dengan baik
3) Fase penghapusan
a) Guru memberikan tugas yang sejenis untuk dikerjakan oleh siswa secara individual
b) Siswa secara individual dan mandiri mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru
4) Fase generalisasi dan diskriminasi
a) Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran
b) Siswa bersama guru merefleksi pembelajaran yang telah berlangsung c) Guru memberikan evaluasi
d) Guru menutup pembelajaran

Materi tersebut diatas merupakan petikan dari Rangkuman Modul dan Materi PPG Tematik PGSD untuk Modul Profesional 1 Tematik Materi Utama Kegiatan Belajar 2. Selengkapnya silakan baca Modul Profesional 1 Tematik KegiatanBelajar 2 Teori Belajar dan Implementasinya dalam Pembelajaran di SD

Link Lampiran Teori Belajar Menurut Para Ahli


Artikel Menarik Lainnya



Berlangganan via Email