Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Didiklah Anak Sebagai Budak Dari Sekarang Untuk Kebaikannya Kelak





Artikel berjudul Didiklah Anak Sebagai Budak Dari Sekarang Untuk Kebaikannya Kelak ini sebelumnya saya baca pada postingan facebook salah seorang yang masuk dalam pertemanan saya dengan judul Didiklah Anak Sebagai “Budak” Dari Sekarang Supaya Tidak Menjadi “Raja’. Saya sangat tertarik dan sangat setuju terhadap pemikiran tersebut. Karena jika orang tua salah meletakkan pondasi budi pekerti kepada anak sejak dini maka itu sama saja meletakkan bom waktu yang siap meledak kapan saja.
Didiklah Anak Sebagai Budak Dari Sekarang Untuk Kebaikannya Kelak
Didiklah Anak Sebagai Budak Dari Sekarang Untuk Kebaikannya Kelak
Sebagian orang memposisikan anak sebagai seorang raja. Mulai dari perkataan seperti; hallo bos, hallo juragan, hallo jagoanku dan lain sebagainya. Selain itu anak-anak dijaman sekarang juga sangat dimanjakan oleh orang tuanya denga cara memberikan apapun yang mereka inginkan meskipun sebenarnya untuk membeli beraspun tidak mampu dan harus berhutang kesana kemari demi menuruti kemauan si buah hati.





Memang bubur tidak akan pernah menjadi nasi kembali. Demikianlah pepatah dan kenyataan pahit yang akan diterima oleh orang-orang yang bermandikan penyesalan. Berikut poin penting mengenai esensi Didiklah Anak Sebagai Budak Dari Sekarang Untuk Kebaikannya Kelak yang dapat sobat pembaca jadikan sebagai renungan.

Mendidik anak sebagai ‘budak’. Judulnya seperti bercanda, tapi itulah esensi mendidik anak-anak sekarang ini. Mungkin tidak banyak yang setuju dengan fakta ini. Terutama orang tua yang melihat bahwa anak tersebut perlu diperlakukan dengan hati-hati.

Anda pernah melihat kejadian dimana ibu sibuk bekerja di rumah, seperti mencuci, mengepel, memasak dan bahkan membereskan kamar anak.

Padahal, si ibu memiliki 2-3 anak gadis duduk di depan TV, atau bermain handphone atau laptop di depannya.
Nah.. ketika mereka diminta untuk membantu …. Terus mengeluh, tidak mau, malas dan beberapa yang alasan lainnya.

Ini lebih parah lagi, ada pula yang pergi.. merajuk dan cuek.. padahal hanya karena diminta untuk menutup kran air di dapur. Uhh ..

Kadang sampai berteriak pun mereka tidak peduli… hurmmm ..

Bahkan anak laki-laki pun, tidak mau melakukan pekerjaan yang dilakukan anak perempuan? Gak macho katanya .. perasaan terbebani seperti lengket di atas lem saja.. beugh….

Budaya Anak Menjadi ‘Raja’ semakin meluas
Budaya anak menjadi raja semakin meluas sekarang ini.
Untuk alasan apa? Karena mereka belum merasakan dididik menjadi ‘budak’ sejak kecil.

Banyak pasangan yang terlalu sayang kepada anak-anak. Keinginan anak-anak semua diikuti.
Mereka tidak diajarkan untuk memahami kesulitan dan kesulitan orang tua mereka.
Ya, orang tuanya kaya .. tapi ingin anak menjadi sukses.. tidak mudah.
Bila para orang tua diberi saran agar jangan manjakan anak Anda. Inilah jawaban mereka …

“Tidak apa-apa mereka masih anak-anak..”

“Jangan biarkan anak laki-laki mengerjakannya, seperti pelayan aja..”

Jika begiini alasannya, maka orang tua bersiaplah untuk menjadi “budak” bagi anak di masa tua?

Tidak hanya itu …
Ada anak yang sudah sampai menikah masih menyusahkan orang tua untuk membereskan barangnya.
Hal ini banyak terjadi, dan kita sendiri telah berkali-kali melihat dengan mata kepala sendiri.
Ini kenyataan.

Hal ini terjadi di dunia sekarang ini. Pakaian anak dan mantu masih ibu yang mencuci.
Padahal usia lebih dari 30 tahun … mau makan pun ibu yang masak…




Anak-anak yang tidak dididik dengan melakukan pekerjaan sejak kecil, mereka akan canggung melakukannya saat mereka telah dewasa.
Kalau sudah tejadi demikian, mereka melakukannya kurang tulus dan terpaksa saja. Mereka akan melakukannya hanya saat disuruh.
Kita tidak ingin orang tua menghukum anaknya.
 
Didiklah Anak Sebagai Budak Dari Sekarang Untuk Kebaikannya Kelak
Didiklah Anak Sebagai Budak Dari Sekarang Untuk Kebaikannya Kelak
Picture by pixabay free image

Orangtua harus sadar, mulai dari anak usia 2 tahun, mereka perlu dipelihara dan dididik menjadi ‘budak’. mengarahkan mereka melakukan sesuatu, kadang seperti memaksanya padahal semua itu buat kebaikan anak di masa depannya.

Jangan terlalu lembut.
Jangan terlalu kasihan kepada anak-anak
Jangan terlalu manja
Ajari mereka banyak kerja keras sejak kecil
Ajari mereka tentang pekerjaan rumah
Ajari mereka arti hidup. Memupuk kesadaran di dalamnya
Ajari anak perempuan untuk bekerja membersihkan, memasak, mencuci rumah dan segala jenis pekerjaan rumah.
Ajari putri Anda tentang kebersihan, terutama kebersihan pribadi.
Anak laki-laki mulai terbiasa enteng tangan.
Ajarkan anak laki-laki juga untuk melakukan pekerjaan seperti berenang, memperbaiki pipa air, menebang pohon dan banyak lagi.
Jika memungkinkan, ajarkan juga apa yang cewek suka memasak. Tidak ada salahnya, tapi itu akan menjadi bonus sebagai orang dewasa.

Anak Kita, Belajar dari Kita.

Ajarkan dan didik mereka dengan cinta tapi perlu tegas dan pastikan mereka mengikuti instruksinya.


Biarkan dididik sebagai Budak, jangan sampai bila mereka besar menjadi raja. Dan yang paling ditakuti, berubah menjadi anak durhaka, yang dibenci Allah

Baca Juga: 


Artikel Menarik Lainnya



Berlangganan via Email