Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

SIPENA, Mesin Pengupas Serbaguna Hasil Karya Mahasiswa UNESA





Berdasarkan permintaan dari salah satu pembaca yang mana merupakan salah satu Mahasiswa UNESA yang tergabung dalam UKM untuk diterbitkannya artikel berjudul SIPENA, Mesin Pengupas Serbaguna Hasil Karya Mahasiswa UNESA. Dikutip dari beranda Inovasi Kampus UNESA, 5 Mahasiswa yang tergabung dalam proyek ini menyatakan bahwa Mesin Pengolah Jamu Tradisional yang diciptakan tersebut mempunyai Sistem 3 in 1. 

Berdasarkan pada penemuan tersebut, para mahasiswa yang berhasil menciptakan peralatan perkakas ini menyatakan bahwa Hasil penelitian WHO yang dirilis Maret 2018 menunjukkan bahwa tingkat ketergantungan penduduk Indonesia akan jamu tradisional mencapai 80% dari total penduduk. Hasil penelitian WHO tersebut dapat dipahami karena jamu dipandang tidak beracun serta khasiatnya teelah terbukti dan teruji oleh waktu dengan bukti empiris pada manusia selama ribuan tahun. Sesuai data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) per Maret 2018, terdapat sekitar 1459 pengusaha jamu dari jumlah tersebut 1118 terklasifikasi sebagai usaha kecil dan menegah. Jamu yang di produksi di UKM jamu bermacam-macam seperti beras kencur, kunyit asam, dan sinom dengan bahan baku jahe, kunir, kunyit, asam jawa , sirih, dan temulawak.

Proses produksi dimulai dari persiapan dan pengupasan bahan baku, lalu pencucian, pengolahan menjadi jamu, dan pengemasan. Pertama, bahan baku jamu seperti kunyit dan kunir di menggunakan cara konvensional dengan pisau. Setelah bahan baku dikupas, lalu dicuci dengan air mengalir supaya bahan baku lebih bersih. Selanjutnya, bahan baku diolah menjadi jamu seperti diblender, dimasak dengan panci, dan ditambahi bebapa bahan sesuai jenis jamunya lalu diaduk. Setelah jamu masak, jamu didinginkan kurang lebih satu jam.

Apabila jamu sudah dingin, jamu sudah siap untuk dikemas dengan cara memasukkan cairan jamu ke dalam kemasan. Persoalan Prioritas UKM Jamu terdapat pada proses pengupasan bahan baku jamu. Hal ini disebabkan karena Proses Pengupasan bahan baku jamu yang bentuknya tidak beraturan pada UKM jamu masih menggunkan cara konvensional dan tradisional yakni dengan pisau.

Selain memerlukan waktu lama yang melelahkan pekerja di awal proses serta tenaga berkurang di proses berikutnya ini mengakibatkan proses produksi jamu tidak efektif, proses ini juga tidak aman karena pisau bisa melukai tangan pekerja dan kurang higienis karena bahan baku jamu banyak tersentuh oleh tangan.




Hal ini menjadi sorotan Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya untuk membuat Inovasi ” SIPENA “Mesin Pengupas Serbaguna” Dilengkapi AUTO WAW “Automatic Water Washer” untuk Meningkatkan Produktivitas dan Efektivitas UKM Jamu Tradisional.
SIPENA “Mesin Pengupas Serbaguna” Dilengkapi AUTO WAW “Automatic Water Washer”
SIPENA “Mesin Pengupas Serbaguna”
Dilengkapi AUTO WAW “Automatic Water Washer”

Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya tersebut adalah :
1.    Rizky Eka Saputra
2.    Arifani Catri Mutia
3.    Jovanca Andrian Christano
4.    Ikhwan Ervianto        
5.    Afani Rizky Ramadhan
Dengan Dosen Pembimbing Dr. Yunus, M.Pd.
Mahasiswa UNESA Pembuat Inovasi SIPENA
Mahasiswa UNESA Pembuat Inovasi SIPENA

Proses pengupasan pada mesin ini menggunakan sistem rotary yang memanfaatkan gaya centrifugal, ketika mesin dinyalakan, motor ¼ HP yang terhubung pada transmisi akan memutar piringan pengupas yang ada pada panci pengupas dan kemudian bahan baku yang terdapat di dalamnya akan berputar searah jarum jam lalu menabrak dinding dan lantai panci pengupas, pada saat ini juga bahan baku saling bergesekan satu sama lain dibantu oleh air yang disemprotkan oleh water washer, kulit hasil proses pengupasan akan jatuh kebawah menuju pembuangan yang kemudian disaring oleh unit filter, air yang digunakan untuk proses tersebut akan disirkulasikan kembali selama proses berlangsung sampai selesai.
Mahasiswa UNESA bersama UKM Jamu
Mahasiswa UNESA bersama UKM Jamu

Adanya Mesin Pengupas Serbaguna Dilengkapi dengan Automatic Water Washer yang merupakan teknologi tepat guna untuk UKM ini ternyata mampu meningkatkan produktivitas UKM Mitra Jamu 100% karena memiliki kecepatan membersihkan sekaligus mencuci 30x lebih cepat dibandingkan yang manual dengan hasil yang sama. Mesin ini semi otomatis, sehingga membutuhkan 1 orang saja untuk mengoperasikannya. Cara penggunaanya mudah karena terdapat box control pada alat ini, dan pengguna dapat mengatur waktu yang diinginkan menginat mesin ini terdapat timer controlnya juga.


Baca Juga: