Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Mengaktifkan Ads.txt Untuk Blogger






Pada kurun waktu seminggu terakhir ini banyak para blogger yang mengeluh karena pada saat mereka membuk dashboard AdSense mereka terdapat pemandangan yang tak biasa dan terasa tidak nyaman dipandang mata. Pemandangan tersebut adalah sebuah notifikasi yang menyarakan bahwa penghasilan AdSense beresiko. Termasuk saya sendiri juga merasa bingung awalnya, karena saya merasa tidak pernah melakukan pelanggaran apapun sebagai AdSense publisher selama ini. Setelah  mengikuti arahan notifikasi tersebut saya digiring ke suatu halaman yang memberikan penjelasan dan solusi pemecahannya.

Adapun tampilan AdSense saya adalah seperti berikut:

Tampilan Notifikasi Penghasilan beresiko
Disamping kanan pemberitahuan beresiko tersebut ada link dengan tampilan teks "Pelajari lebih lanjut".
setelah kita klik maka kita akan diarahkan ke sebuah halaman google support yang menjelaskan penyebab dan tujuan kebijakan tersebut seperti ini:

Tampilan teks "Pelajari lebih lanjut"
Dalam screenshoot tersebut dapat kita pelajari bersama bahwa 
Authorized Digital Sellers, atau ads.txt merupakan inisiatif IAB yang membantu memastikan inventaris iklan digital Anda hanya dijual melalui penjual resmi (seperti AdSense) yang telah Anda identifikasi. Membuat file ads.txt Anda sendiri memberi Anda kontrol yang lebih besar terhadap siapa yang diizinkan untuk menjual iklan di situs Anda dan membantu mencegah inventaris palsu ditampilkan kepada pengiklan.

Sangat disarankan agar Anda menggunakan file ads.txt. File ads.txt dapat membantu pembeli inventaris iklan mengidentifikasi inventaris palsu sehingga Anda menerima lebih banyak pembelanjaan pengiklan yang mungkin dibelanjakan pada inventaris palsu.

Catatan: Petunjuk ini menjelaskan cara membuat file ads.txt untuk penayang Google. Penayang non-Google harus menghubungi SSP atau bursa mereka.

Setelah googling kesana kemari  saya dapat menyajikan rangkuman akan penyebabnya yaitu, google hendak melakukan upaya penertiban dengan memberlakukan aturan baru bagi publisher atau penayang iklan di blogger, website maupun Youtube dengan memangkas banyak mitra Google. Tidak sedikit publisher yang diminta mengaktifkan ads.txt-nya jika tak ingin kehilangan penghasilan mereka.

Langkah yang diambil oleh Google Adsense tersebut merupakan cara untuk melindungi kedua belah pihak baik pengiklan maupun penayang iklan. Hal tersebut dilakukan setelah terjadi banyak kasus pelanggaran terkait etika periklanan di Google Adsense yang sangat merugikan. Diantaranya terdapat banyak kasus penyalahgunaan yang dilakukan pihak-pihak tak bertanggung jawab. Misalnya saja menampilkan iklan dengan menggunakan ID Penayangan orang lain.

Akibatnya kasus seperti klik membabi buta yang pernah marak. Hal tersebut tidak hanya merugikan penayang iklan karena pada endingnya pendapatan mereka akan terpangkas oleh Google AdSense karena terdeteksi terdapat invalid traffic atau klik tidak sah bahkan ada yang terpaksa periklanan dinonaktifkan dan yang paling parah adalah jika akun  tersebut di banned. Disisi lain, pengiklan juga merugi karena harus membayar untuk sesuatu yang fiktif. Pengiklan ingin mengeluarkan uangnya untuk mengejar pasar tertentu, kalau disalahgunakan seperti itu, pastinya mereka rugi. Dan pada akhirnya, Google pun turut dipersalahkan karena system perlindungan yang dinilai lemah.


Berdasarkan pada halaman yang sudah saya screenshot diatas kita dapat mengetahui bahwa setelah diinisiasi oleh Interactive Advertising Bureau (IAB), guna meningkatkan transparansi dalam program periklanan, Google akhirnya ikut menerapkan ads.txt ini. Ads bukan kepanjangan dari Adsense, tapi Authorized Digital Sellers atau Penjual Digital Resmi.

Dengan memasang atau mengaktifkan ads.txt kita memastikan kepada pengiklan bahwa website atau blog kita merupakan mitra resmi. Sehingga mereka tidak perlu khawatir untuk memasang iklannya. Atau dalam Google Adsense, mereka bebas membuka lelang ke website kita.

Mengaktifkan Ads.txt sebenarnya hukumnya tidak wajib bagi yang belum menerima pemberitahuan. Namun akan jadi wajib jika di akun Google Adsensenya muncul imbauan. Kebetulan, saya mendapat pemberitahuan dan ads.txt mariyadi.com langsung saya aktifkan.

Baca: 10 Cara meningkatkan SEO

Untuk kawan-kawan publisher Adsense yang dapat imbauan semacam itu, janganlah dianggap enteng. Mereka memang tidak main-main. Jika tidak dilakukan tindak lanjut secepatnya, maka iklan di website kita akan hilang. Olehnya itu, sebaiknya segera melakukan pengaktifan ads.txt.




Cara Mengaktifkan Ads.txt Untuk Blogger
 
Cara Mengaktifkan Ads.txt Untuk Blogger
Jika mendapat pemberitahuan seperti gambar di atas, maka kawan-kawan segera saja mengaktifkannya. Karena dampaknya sangatlah fatal. Jika terlambat mengaktifkan, perlu 24 jam lagi baru iklan akan tayang setelah diaktifkan kemudian.

Untuk pengguna Blogspot caranya sangat mudah. Tinggal masuk ke bagian 'Setelan' di dashboard lalu memilih 'Preferensi Penelusuran'. Geser halaman ke bagian paling bontot hingga menemukan tulisan Monetisasi. Jika belum aktif, maka tulisannya '[Dinonaktifkan]'. Sisa mengklik 'Edit' untuk konfigurasi.

Sebelum menyetel, hal paling pertama yang mesti dilakukan adalah membuat file ads.txt. Formatnya seperti berikut:

google.com, pub-0000000000000000, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kode tersebut merupakan informasi tiga data yang penting. Field pertama, Google.com adalah nama domain untuk sistem periklanan. Karena penyedia jasa Adsense dibuat oleh Google maka hal ini diletakkan paling awal.

Field kedua adalah ID akun penayangan. Karena dalam hal ini adalah Adsense, maka ID Penayangan Adsenselah yang harus dimasukkan. Nomornya harus sama persis dengan yang tertera di dashboard Adsense milik kawan-kawan. Kalau punya saluran lain seperti DoubleClick for Publishers atau Ad Exchange, silahkan masukan masing-masing.

Field ketiga format kerjasamanya. Atau hubungan dengan ID akun tersebut. Ada dua jenis yang bisa digunakan, 'DIRECT' dan 'RESELLER'. Direct khusus untuk penayang iklan yang bekerjasama dengan sistem periklanan langsung. Seperti Google Adsense.

Memasukkan Direct berarti menjalin kerjasama langsung tanpa kontrol penuh untuk iklan yang ditayangkan. Sedangkan memasukkan Reseller sebaliknya. Kita bisa mengontrol iklan dan memberikan akses ke pihak ketiga yang hendak memasang iklan. Layanan DFP dan Ad Exchange lebih tepat untuk ini.

Sedangkan field terakhir merupakan ID otoritas sertifikasi. Jika ketiga field di atas sifatnya wajib, untuk ID otoritas ini optional, alias bisa tidak digunakan. Namun sebaiknya tetap diterapkan. Karena kombinasi huruf angka di bagian akhir itu merupakan Trustworthy Accountability Group (TAG) milik Google.


Setelah mengganti ID Penayangan pada kode di atas dengan milik kalian, selanjutnya paste di laman 'Monetisasi' seperti gambar berikut. Kemudian klik 'Simpan Perubahan' untuk menyelesaikan. Tunggu 24 jam kemudian agar ads.txt tersebut aktif.

Mungkin Anda Suka:





Tonton Tutorial Cara Mengaktifkan Ads.txt Untuk Blogger di Youtube


Berlangganan via Email