Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Peran Guru

Guru harus bisa menjalankan Peran Guru
Guru harus bisa menjalankan Peran Guru

Pendidik adalah orang dewasa yang bertanggung jawab memberi bimbingan atau bantuan kepada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai kedewasaannya, mampu melaksanakan tugasnya sebagai makhluk Allah, khalifah di permukaan bumi, sebagai makhluk sosial dan sebagai individu yang sanggup berdiri sendiri.

Istilah lain yang lazim dipergunakan untuk pendidik ialah guru. Kedua istilah tersebut bersesuaian artinya, bedanya ialah istilah guru seringkali dipakai di lingkungan pendidikan formal, sedangkan pendidikan dipakai di lingkungan formal, informal maupun non formal. 

Tugas kemanusiaan salah satu segi dari tugas guru. Sisi ini tidak bisa guru abaikan, karena guru harus terlibat dengan kehidupan di masyarakat dengan interaksi sosial. Guru harus menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada anak didik. Dengan begitu anak didik dididik agar mempunyai sifat kesetiakawanan sosial. Guru harus dapat menempatkan diri sebagai orang tua kedua, dengan mengemban tugas yang dipercayakan orang tua kandung/wali anak didik dalam jangka waktu tertentu. Untuk itu pemahaman terhadap jiwa dan watak anak didik diperlukan agar dapat dengan mudah memahami jiwa dan watak anak didik. Begitulah tugas guru sebagai orang tua kedua, setelah orang tua anak didik di dalam keluarga di rumah.

Di bidang kemasyarakatan merupakan tugas guru yang juga tidak kalah pentingnya. Pada bidang ini guru mempunyai tugas mendidik dan mengajar masyarakat untuk menjadi warga negara Indonesia yang bermoral Pancasila.  Memang tidak dapat dipungkiri bila guru mendidik anak didik sama halnya guru mencerdaskan bangsa Indonesia.

Bila dipahami, maka tugas guru tidak hanya sebatas dinding sekolah, tetapi juga sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat. Bahkan bila dirinci lebih jauh, tugas guru tidak hanya yang telah disebutkan. Guru dalam mendidik anak didik bertugas untuk:
1.Menyerahkan kebudayaan kepada anak didik berupa kepandaian, kecakapan, dan pengalaman-pengalaman.
2. Membentuk kepribadian anak yang harmonis, sesuai cita-cita dan dasar negara kita Pancasila.
3. Menyiapkan anak menjadi warga negara yang baik sesuai Undang-Undang Pendidikan yang merupakan Keputusan MPR No. II Tahun 1983.
4. Sebagai perantara dalam belajar. Download penelitian tindakan sekolah sd
Di dalam proses belajar guru hanya sebagai perantara/medium, anak harus berusaha sendiri mendapatkan suatu pengertian/ insight, sehingga timbul perubahan dalam pengetahuan, tingkah laku, dan sikap.
5. Guru adalah sebagai pembimbing, untuk membawa anak didik ke arah kedewasaan, pendidik tidak maha kuasa, tidak dapat membentuk anak menurut sekehendaknya.
6. Guru sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat.
Anak nantinya akan hidup dan bekerja, serta mengabdikan diri dalam masyarakat, dengan demikian anak harus dilatih dan dibiasakan di sekolah di bawah pengawasan guru.
7. Sebagai penegak disiplin, guru menjadi contoh dalam segala hal, tata tertib dapat berjalan bila guru dapat menjalani lebih dahulu.
8. Guru sebagai administrator dan manajer.
Di samping mendidik, seorang guru harus dapat mengerjakan urusan tata usaha seperti membuat buku kas, daftar induk, rapor, daftar gaji dan sebagainya, serta dapat mengkoordinasi segala pekerjaan di sekolah secara demokratis, sehingga suasana pekerjaan penuh dengan rasa kekeluargaan.
9. Pekerjaan guru sebagai suatu profesi.
Orang yang menjadi guru karena terpaksa tidak dapat bekerja dengan baik, maka harus menyadari benar-benar pekerjaannya sebagai suatu profesi.
10. Guru sebagai perencana kurikulum.
Guru menghadapi anak-anak setiap hari, gurulah yang paling tahu kebutuhan anak-anak dan masyarakat sekitar, maka dalam penyusunan kurikulum, kebutuhan ini tidak boleh ditinggalkan.
11. Guru sebagai pemimpin (guidance worker).
Guru mempunyai kesempatan dan tanggung jawab dalam banyak situasi untuk membimbing anak ke arah pemecahan soal, membentuk keputusan, dan menghadapkan anak-anak pada problem.
12. Guru sebagai sponsor dalam kegiatan anak-anak.
Guru harus turut aktif dalam segala aktifitas anak, misalnya dalam ekstrakurikuler membentuk kelompok belajar dan sebagainya. 

Dengan meneliti poin-poin tersebut, tahulah bahwa tugas guru tidak ringan. Profesi guru harus berdasarkan panggilan jiwa, sehingga dapat menunaikan tugas dengan baik, dan ikhlas. Guru harus mendapatkan haknya secara proporsional dengan gaji yang patut diperjuangkan melebihi profesi¬profesi lainnya, sehingga keinginan peningkatan kompetensi guru dan kualitas belajar anak didik bukan hanya sebuah slogan di atas kertas.

Sudah dapat dipastikan bahwa tugas dan tanggungjawab guru tidaklah ringan. Dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari baik sebagai pengajar (instructional function) maupun sebagai pendidik (educational function), ia akan selalu menghadapi problema-problema. Misalnya saja problema dalam mengajar, secara proses, problema tersebut akan selalu muncul pada tiga periode, yaitu periode sebelum aktivitas mengajar (preinstructional activities), periode aktivitas mengajar (instructional activities), dan periode setelah aktivitas mengajar (postinstructional activities).  Problema-problema yang muncul sebelum mengajar berupa bagaimana merencanakan suatu sistem pengajaran yang baik, antara lain bagaimana cara merumuskan tujuan pengajaran secara spesifik dan operasional, bagaimana cara menyusun materi pelajaran, bagaimana cara menentukan metode dan alat bantu mengajar yang relevan dengan tujuan dan materi pelajaran, serta bagaimana cara menentukan teknik dan alat untuk mengevaluasi keberhasilan proses belajar mengajar.

Problema-problema yang muncul saat mengajar, misalnya bagaimana menciptakan suatu sistem pengajaran sesuai dengan yang telah direncanakan, antara lain bagaimana mengelola kelas dengan sebaik-baiknya, bagaimana mengatasi murid-murid yang nakal, bagaimana memotivasi belajar murid¬murid, bagaimana menggunakan metode dan alat bantu mengajar, dan bagaimana membuka dan menutup pelajaran yang baik. Sedangkan problema¬problema yang muncul setelah mengajar berupa bagaimana menentukan keberhasilan pengajaran yang telah dilakukannya, yang antara lain berupa bagaimana mengukur keberhasilan murid-murid dalam mencapai tujuan performa pengajaran, standar apa yang akan digunakan dalam mengukur keberhasilan murid-murid, bagaimana menganalisis hasil pengukuran tersebut, serta bagaimana melaporkan hasil pengukuran baik kepada murid-murid yang bersangkutan maupun pihak lain yang berhak menerima laporan hasil pengukuran. Yang perlu ditekankan di sini adalah bagaimana secara mandiri, kreatif, inovatif agar setiap guru dapat meningkatkan kinerjanya tanpa harus tergantung kepada pimpinan atau pemerintah.

Peran Guru dan Tugas guru sebagai suatu profesi menuntut kepada guru untuk mengembangkan profesionalitas diri sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mendidik, mengajar, dan melatih anak didik adalah tugas guru sebagai suatu profesi. Tugas guru sebagai pendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup kepada anak didik. Tugas guru sebagai pengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada anak didik. Tugas guru sebagai pelatih berarti mengembangkan keterampilan dan menerapkannya dalam kehidupan demi masa depan anak didik.

Untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab tersebut seorang guru harus memiliki moral kerja yang tinggi. Seorang guru dituntut memiliki kedisiplinan yang tinggi, ia harus datang tepat pada waktunya untuk mengajar dan pulang tepat pada waktunya pula, tidak boleh menyia-nyiakan waktu mengajarnya dengan kegiatan-kegiatan lain yang tidak relevan dengan tugas mengajarnya.  Sebagai seorang guru, ia harus mampu mengajar dengan tenang sehingga dapat menyampaikan materi pelajaran secara sistematis dan mudah dipahami oleh semua murid, ia harus mengajar dengan penuh antusias, kegembiraan, dan penuh gairah, sebab yang demikian ini akan menimbulkan daya tarik tersendiri bagi murid-muridnya.

Selanjutnya, apabila murid-murid merasa tertarik pada penampilan guru dalam mengajar, biasanya murid-murid tersebut tidak akan mudah merasa bosan dalam menerima pelajaran. Di samping itu, seorang guru harus suka bekerja sama dengan kepala sekolah, guru-guru lainnya, dan staf sekolah lainnya. Akhirnya, seorang guru harus memiliki daya kreativitas dan inisiatif yang tinggi untuk memperbaiki kegiatan-kegiatan kependidikan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan dampak tersendiri bagi penyelenggaraan pendidikan. Kini banyak dilakukan penelitian-penelitian di bidang pendidikan sehingga banyak pula teori-teori baru di bidang pendidikan, seperti teori psikologi anak, teori-teori baru metode mengajar, teori-teori baru motivasi belajar murid, teori-teori baru penciptaan situasi belajar mengajar, yang kesemuanya ini menuntut adanya inisiatif dan keberanian guru untuk melakukan perubahan-perubahan terhadap penyelenggaraan pendidikan berdasarkan teori-teori baru yang telah dikemukakan melalui penelitian-penelitian sebelumnya. 


Guru adalah figur seorang pemimpin. Guru adalah sosok arsitektur yang dapat membentuk jiwa dan watak anak didik. Guru mempunyai kekuasaan untuk membentuk dan membangun kepribadian anak didik menjadi seorang yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa. Guru bertugas mempersiapkan manusia susila yang cakap yang dapat diharapkan membangun dirinya dan membangun bangsa dan negara. Jabatan guru memiliki banyak tugas, baik yang terikat oleh dinas maupun di luar dinas dalam bentuk pengabdian. Tugas guru tidak hanya sebagai suatu profesi, tetapi juga sebagai suatu tugas kemanusiaan dan kemasyarakatan.

Baca : 




Berlangganan via Email