Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

MENYUNTING KATA, KALIMAT, DAN PARAGRAF





MENYUNTING KATA, KALIMAT, DAN PARAGRAF
MENYUNTING KATA, KALIMAT, DAN PARAGRAF

A.  Ringkasan materi
I.  Menyunting kata
Kata harus disunting atau diperbaiki karena kata tersebut dianggap tidak baku jika tidak sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia, Ejaan yang Disempurnakan, dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Dalam menyunting kata dalam paragraf, sebaiknya berpedoman pada tiga kaidah tersebut. Kata yang disunting berupa kata tidak  baku.  Kata  tidak  baku  penulisannya  tidak  sesuai  dengan  pedoman  atau kaidah-kaidah tersebut.

II.   Menyunting Kalimat
Kalimat dianggap tidak tepat jika tidak efektif.Sebuah kalimat dianggap tidak efektif karena berbagai penyebab berikut.
a.   Ketidaklengkapan Unsur Kalimat
Dalam kalimat minimal terdapat dua unsur, yaitu subjek dan predikat.Jika unsur tersebut tidak aada dalam kalimat menjadi tidak efektif.
b.   Ketepatan Penempatan Unsur dalam Kalimat
Unsur-unsur dalam kalimat juga harus diletakkan ditempat yang tepat. Jika unsur-unsur tersebut diletakkan tidak pada tepatnya, kalimat akan menjadi tidak efektif.
c.   Penggunaan Unsur Kalimat Secara Berlebihan
Ketidakefektifan kalimat juga dapat dilihat dari penggunaan unsur kalimat secara berlebihan. Unsur berlebihan tersebut dapat berupa penggunaan kata sama arti atau pemakaian kata tugas yang tidak perlu.
d.   Pilihan Kata Tidak Tepat
Ketidakefisienan kalimat juaga dapat disebabkan oleh pilihan kata tidak tepat. Ketidakefisienan tersebut dapat dipengaruhi oleh bahasa sehari-hari atau bahasa asing. Selain itu, ketidakpahaman terhadap arti sebuah kata menyebabkan penggunaan kata tersebut tidak tepat.
e.   Tidak Logis
Kelogisan sebuah kalimat perlu diperhatikan. Kalimat tidak logis akan menjadi tidak efektif.

B.  Contoh soal :
1.    Perhatikan paragraf berikut!
Ketika pesawat mulai menurunkan ketinggian, dataran hijau dan gunung batu berwarna kecoklatan mulai terlihat. Puncak gunung itu tertutup salju.Dataran itu terlihat  berbentuk  oval.  Itulah  Lembah  Kashmir,  sebuah  daratan  hijau  yang diapit Gunung Kashmir Utara, Pir Panjal, dan The Great Himalayan Range. Perbaikan kesalahan penulisan kata pada paragraf tersebut adalah....
A. Bewarna
B. Lembah kashmir
C. Mengapit
D. Kecokelatan
Jawaban: D
Pembahasan:
Pada kalimat pertama, terdapat kesalahan penulisan kata atau kata yang tidak baku. Kata yang salah penulisannya adalah kecoklatan yang seharusnya ditulis kecokelatan sesuai dengan kata yang tertulis di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Penulisan kata coklat mulanya baku dan merujuk pada warna, sedangkan kata cokelat merujuk pada buah atau makanan manis yang berwarna coklat. Akan tetapi, sekarang disepakati penulisan kata tersebut adalah cokelat dengan memuat kedua makna itu. Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan D.

2.   Bacalah teks berikut!
(1)Pemerintah bersikeras tidak mau menetapkan kabut asap sebagai bencana nacional. (2)Pemerintah menilai pemberlakuan status itu justru akan
mempersulit langkah-langkah yang sudah dilakukan. (3) Dengan upaya berbagai pemadaman terus dilakukan instrument. (4) Selain itu, pemerintah sedang focus menjerat para pelaku pembakaran.

Perbaikan kalimat (3) pada kalimat di atas adalah ….
A.  Upaya pemadaman terus dilakukan dengan berbagai instrumen.
B.  Pemadaman terus dilakukan dengan berbagai upaya instrumen.
C.  Berbagai pemadaman  upaya terus dilakukan dengan instrumen.
D.  Upaya instrumen terus dilakukan dengan berbagai pemadaman.

Kunci Jawaban: A Pembahasan
Perbaikan  yang  tepat  kalimat  (3) Dengan  upaya  berbagai  pedoman  terus dilakukan   instrument adalah Upaya   pemadaman   terus   dilakukan   dengan berbagai instrumen (pilihan jawaban A). Kalimat pilihan jawaban A memenuhi syarat kelogisan kalimat. Kalimat tersebut berpola SPK.

III. Kata Dasar dan Kata Bentukan
Dalam bahasa Indonesia secara umum bentuk kata itu terdiri atas dua macam, yaitu kata dasar dan kata bentukan. Kata dasar merupakan suatu kata yang utuh dan belum mendapat imbuhan apa pun.
Dalam proses pembentukan kata, kata dasar dapat diartikan sebagai kata yang menjadi dasar bagi bentukan kata lain yang lebih luas. Kata bentukan  disebut dengan beberapa istilah yang berbeda-beda, misalnya ada yang menyebutnya sebagai kata turunan, kata berimbuhan, dan ada pula yang menyebutnya kata jadian.

Pengimbuhan
Pengimbuhan adalah proses pembentukan kata dengan menambahkan imbuhan pada kata dasar.
imbuhan yang lazim digunakan sebagai unsur pembentuk kata dalam bahasa Indonesia, terdiri atas empat macam, dan masing-masing diberi nama sesuai dengan posisinya pada suatu kata.
1. imbuhan yang terletak pada awal kata disebut awalan (prefiks).
2. imbuhan yang terletak pada akhir kata disebut akhiran (sufiks).
3.  imbuhan yang terletak pada tengah kata disebut sisipan (infiks).
4.  imbuhan yang terletak pada awal kata dan akhir kata , disebut gabungan imbuhan (konfiks).

Beberapa contoh imbuhan :
a. Awalan
meng- menulis, melamar, memantau
di- ditulis, dilamar, dipantau
peng- penulis, penyanyi, peramal ber- berkebun, bermain, bermimpi ter- terpaksa, terpadu, tersenyum se- serupa, senada, seiring
b. Akhiran
-an tulisan, tatapan, tantangan
-i temui, sukai, pandangi
-kan tumbuhkan, sampaikan, umumkan
c. Sisipan
-el- geletar, geligi, gelantung
-em- gemuruh, gemetar
-er- gerigi
d. Gabungan Imbuhan
meng-...-kan  menemukan, meratakan meng-...-i    
memandangi,mengunjungi peng-...-an  pendidikan, pemandian
ke-...-an      kehujanan, kemajuan se-...-nya    seandainya, sebaiknya
per-...-an    peraturan, persimpangan

IV.  Kata sambung
Kata sambung adalah kata atau ungkapan yang menghubungkan dua satuan bahasa  yang  sederajat: kata dengan  kata,  frasa  dengan  frasa,  klausa  dengan  klausa, serta kalimat dengan kalimat.
Abdul chair ( 2015: 81) konjungsi adalah katagori yang menghubungkan kata dngan  klausa,klausa  dengan  klausa,atau  kalimat  dengan  kalimat;  bisa  juga  antara pragraf dengan paragraph. Ditinjau dari keduduan konstituen yang dihubungkan,konjungsi dibedakan menjadi konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif.
A. Konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menghubugkan dua buah konstituen yang kedudukannya sederajat.
1)   Penjumlahan yaitu konjungsinya;  dan, dengan, serta.
2)   Pemilihan yaitu konjungsi: atau
3)   Pertentangkan yaitu konjungsi: tetapi, namun, sedangkan, sebaliknya
4)   Pembetulkan yaitu konjungsi: melainkan, hanya
5)   Penegasan yaitukonjungsi: bahkan, malah (malahan), lagipula, apalagi, jangankan
6)   Pembatasan  yaitu konjungsi: kecuali, hanya
7)   Pengurutan  yaitu konjungsi: lalu, kemudian, selanjutnya



8)   Penyamaan  yaitu konjungsi:  yakni, bahwa, adalah, ialah
9)   Penyimpulkan  yaitu konjungsi: jadi, karena itu, oleh sebab itu,maka,dengan demikian
B. Konjungsi subordinatif adalah konjungsi yang menghubugkan dua buah konstituen yang kedudukannya tidak sederajat.
1)   Menyatakan sebab: sebab dan karena
2)   Menyatakan syarat: kalau, jikalau, jika, bila, apabila, bilamana,dan asal
3)   Menyatakan tujuan: agar dan supaya
4)   Menyatakan waktu: ketika, sewaktu, sebelum, sesudah,sehabis, tatkala.
5)   Menyatakan akibat: sampai, hingga, dan sehingga
6)   Menyatakan perbandingan: seperti, sebagai, dan laksana
7)   Menyatakan penyungguhan: meskipun,biarpun,walaupun,sungguhpun,sekalipun

CONTOH SOAL :
Bacalah kalimat berikut!
1.   Pertambahan penduduk Pulau Jawa mengakibatkan luas hutan alam [… ] seiring
dengan pembukaan lahan perumahan.
Kata bentukan yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah ….
A.  berkurang
B.  dikurangi
C.  mengurang
D.  mengurangkan
Kunci jawaban: A
Pembahasan
Kata berimbuhan adalah kata dasar yang telah mengalami pengimbuhan baik mendapatkan awalan, sisipan, akhiran, maupun gabungan imbuhan. Untuk menentukan kata berimbuhan yang tepat untuk melengkapi paragraf tentunya harus melihat kata-kata sebelum dan sesudah bagian yang rumpang. Disamping itu, juga harus mempertimbangkan makna kalimat dan kalimat secara keseluruhan. kata berimbuhan yang tepat untuk melengkapi paragraf di atas adalah berkurang (pilihan jawaban A). Makna imbuhan ber- pada kata berkurang adalah membuat jadi –kurang atau menyebabkan jadi…. Hal ini sesuai dengan konteks kalimat sebelumnya,  yaitu kata mengakibatkan.



2.   Cermati kalimat berikut !
Penanganan lahan kritis memang harus egera dilaksanakan […] kita terhindar
dari bencan,terutama banjir dan tanah longsor

Konjungsi yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah ….
A.  lalu
B.   jika
C. agar
D.   dan
kunci : C
Pembahasan : Konjungsi yng tepat melengkapi kalimat tersebut adalah konjungsi yang menyatakan persyaratan,yaitu agar.

V.  Memperbaiki kesalahan penggunaan kata, kalimat, dan ketidakpaduan paragraf
Dalam sebuah paragraf terdapat penggunaan kata dan kalimat. Kata dalam sebuah kalimat dikatakan salah jika penggunaannya tidak sesuai konteks kalimat. Sementara itu, kalimat dianggab salah jika kalimat tersebut tidak efektif. Syarat kalimat efektif yaitu logis, hemat, dan padu. Struktur kalimat baik harus mengandung unsur S-P (subjek-predikat). Kalimat efektif ditandai kejelasan fungsi kata, kelogisan kalimat penggunaan tepat kata ganti, konjungsi, dan keefisienan (penggunaan kata tidak mubazir).
Sebuah kalimat dikatakan tidak efektif karena berbagai sebab sebagai berikut,
a.   Ketidaklengkapan unsur-unsur kalimat
Dalam kalimat minimal terdapat dua unsur, yaitu subjek dan predikat. Kalimat
seharusnya  mengandung  unsur  tertentu.  Unsur  tersebut  tidak  ada  dalam kalimat, maka kalimat tersebut menjadi tidak efektif.

b.  Ketidaktepatan penempatan unsur-unsur dalam kalimat
Unsur-unsur dalam kalimat juga harus ditempatkan di tempat yang tepat. Jika
unsur-unsur tersebut diletakkan tidak pada tempatnya, kalimat tersebut akan menjadi tidak efektif.
c.   Penggunaan unsur-unsur kalimat yang berlebihan
Ketidakefektifan    kalimat    juga    dapat    dilihat    dari    penggunaan    unsur
kalimatberlebihan. Unsur berlebihan itu dapat berupa penggunaan kata sama artinya atau pemakaian kata tugas yang tidak perlu.
d.  Pilihan kata yang tidak tepat
Ketidakefektifan sebuah kalimat juga dapat disebabkan oleh pilihan kata tidak
tepat. Kesalahan ini dapat dipengaruhi oleh bahasa sehari-hari atau pengaruh bahasa asing. Selain itu, ketidak-pahaman terhadap arti sebuah kata menyebabkan penggunaan kata tersebut tidak tepat.
e.   Tidak logis
Kelogisan sebuah kalimat perlu diperhatikan. Kalimat yang maknanya tidak
logis akan menjadi tidak efektif.
CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN
1.   Bacalah kalimat berikut!
(1) Sejumlah kendaraan pun mogok di Kota Medan, baik mobil, angkutan kota (angkot), apalagi sepeda motor. (2)  Beberapa lokasi tepian jalan menjadi lokasi mirip bengkel dadakan  untuk upaya menghidupkan kembali kendaraan  yang mati terkena rembesan air genangan banjir itu. (3) Wajah-wajah stres dan menggerutu menjadi panorama di pagi itu. (4) Mereka seperti tak peduli lagi dengan harga bensin yang tidak juga turun. (5) Siapakah yang mesti disalahkan
atas banjir ini?

Perbaikan teks di atas agar lebih padu dengan menghilangkan kalimat...
A.  kedua
B.  ketiga
C.  keempat
D.  kelima
Kunci jawaban : C
Pembahasan : Kalimat keempat tidak padu karena isinya tidak sesuai dengan ide pokok teks yaitu tentang bencana banjir di Medan.

2.   Perhatikan kalimat berikut!
Kenaikan daya dasar listrik sangat merepotkan masyarakat kecil.

Perbaikan kata yang bercetak miring adalah...
A.  ongkos, dinikmati
B.  tarif, dirasakan
C.  harga, merugikan
D.  ongkos, menyulitkan
Kunci jawaban : B
Pembahasan: Penulisan istilah daya seharusnya tarif, merepotkan seharusnya
dirasakan.

3.   Bacalah kalimat berikut!
Banyak buku-buku di perpustakaan itu yang belum dibaca. Perbaikan kalimat tersebut yang tepat adalah...
A.  Banyak buku buku di perpustakaaan itu yang belum dibaca.
B.  Banyak buku-buku diperpustakaan itu yang belum di baca.
C.  Banyak buku di perpustakaan itu yang belum di baca.
D.  Banyak buku di perpustakaan itu yang belum dibaca.
Kunci Jawaban : D
Pembahasan: kata ulang buku-buku bermakna banyak, maka penggunaan kata
banyak sebelum kata ulang buku-buku tersebut menjadi rancu, tidk efektif.

4.   Bacalah paragraf berikut!
Purin merupakan bagian dari makanan yang kita konsumsi. Purin dapat dihasilkan dari proses metabolisme protein atau asam nukleat. Ketika purin dimetabolisme  produk  buangannya  adalah  asam  urat.  Asam  urat  memasuki aliran darah dan menuju ginjal. Ginjal didesain untuk menyekresikan asam urat dan produk buangan lain dengan tetap menjaga keseimbangan air dan elektrolit- elektrolit  pada  rentang  normal.  Namun,  adakalanya  ginjal  gagal  membuang asam urat. Akibatnya, asam urat akan terakumulasi dalam darah dan menimbulkan banyak masalah. Asam urat cenderung terkonsentrasi di persendian, terutama di jari kaki dan telapak kaki.
Paragraf tersebut terdapat kesalahan karena....
A.  penggunaan kalimat tidak padu
B.  penggunaan kalimat tidak efektif
C.  penggunaan kalimat berlebihan
D.  penggunaan kalimat tidak baku
Kunci jawaban : A
Pembahasan:  Paragraf  tersebut  mengandung  kalimat  tidak  padu.  Kalimat terakhir  paragraf  tersebut  tidak  menunjukkan  kepaduan  paragraf.  Kalimat terakhir dalam paragraf tersebut tidak berhubungan dengan kalimat-kalimat sebelumnya,  atau  tidak  mendukung  gagasan     kalimat-kalimat  sebelumnya. Alasan pilihan jawaban A, B, dan D tidak tepat karena tidak sesuai dengan kesalahan dalam paragraf.

Artikel Menarik Lainnya