Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Contoh Proposal PTK: Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi Melalui Media Musik Instrumental Pada Siswa Kelas IV Al-Amin SD Muhammadiyah Ponorogo





Proposal PTK (Penelitian Tindakan Kelas) adalah proposal yang dibuat oleh peneliti untuk mengadakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan di dalam kelas dengan melakukan PTK guna memperbaiki pembelajaran pada kelas yang diteliti dan meningkatkan proses belajar mengajar siswa pada kelas tertentu. Namun tidak semua kelas yang hendak di lakukan PTK, seperti halnya tadi hanya kelas kelas tertentu, misal kelas yang dianggap bermasalah, atau poses blajar mengajar kelas tersebut tidak optimal atau terdapat masalah lainnya.
Contoh Proposal PTK: Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi Melalui Media Musik Instrumental Pada Siswa Kelas IV Al-Amin SD Muhammadiyah Ponorogo
Contoh Proposal PTK: Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi Melalui Media Musik Instrumental Pada Siswa Kelas IV Al-Amin SD Muhammadiyah Ponorogo  

Unsur PTK
Dalam Penelitian Tindakan Kelas ada beberapa unsur yang terkandung di dalamnya yang sangat khas yaitu sebagai berikut:
1.   PTK di laksanakan oleh pendidik yaitu guru/pengajar, apa bila dalam kelas tersebut terdapat masalah
2.   PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dilakukan bahwa memang benar masalah yang di hadapi oleh guru pada kelas tersebut
3.   PTK memang harus didakan karena masih banyak proses pembelajaran yang harus dimaksimalkan oleh pendidik/guru.

Contoh Proposal PTK
Berikut ini adalah Contoh Proposal PTK yang berjudul Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi Melalui Media Musik Instrumental Pada Siswa Kelas IV Al-Amin SD Muhammadiyah Ponorogo  . Contoh Proposal dibawah ini hanya bersifat petikan. Untuk versi lengkap atas Laporan PTK dengan judul diatas silakan Download Contoh Proposal PTK.
………………………………………………………………………..
 A.    JUDUL

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI MELALUI MEDIA MUSIK INSTRUMENTAL PADA SISWA KELAS IV AL-AMIN SD MUHAMMADIYAH PONOROGO 

B.     LATAR BELAKANG
Dalam perkembangan pendidikan banyak mengkaji kendala yang ditemukan peserta didik dalam menempuh kegiatan pembelajaran. Terutama masalah yang sering dihadapi di kelas yang disebabkan oleh proses pembelajaran yang kurang menarik maupun masalah yang muncul dari diri siswanya saat proses pembelajaran berlangsung, sehingga selama proses pembelajaran hingga hasil belajar yang diperoleh siswa tidak sesuai dengan ketentuan standar nilai yang sudah ditentukan sekolah. Menurut Trianto (2011:1) “pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan. Oleh karena itu, perubahan atau perkembangan pendidikan adalah hal yang memang seharusnya terjadi sejalan dengan perubahan budaya kehidupan”.
Dalam proses pembelajaran peran guru adalah sebagai fasilitator dan motivator apabila siswa mengalami kesulitan. Guru sebagai fasilitator berperan dalam memberikan pelayanan untuk memudahkan siswa dalam kegiatan proses pembelajaran. Untuk itu guru dituntut agar mempunyai kemampuan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan siswa. Selain itu, guru juga berperan sebagai motivator yang bertugas menumbuhkan motivasi belajar siswa, salah satunya dengan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya, dan budaya orang lain, mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut, dan menemukan serta menggunakan kemampuan analisis dan imaginatif yang ada dalam dirinya.
Pembelajaran bahasa Indonesia saat ini telah mencakup aspek kebahasaan. Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik agar dapat berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan (Depdiknas, 2006:65).
Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan yang diajarkan di SD. Menulis merupakan keterampilan yang sulit dikuasai siswa, hal itu disebabkan kompetensi menulis menghendaki penguasaan berbagai unsur kebahasaan. Keterampilan menulis harus diajarkan dengan cara berlatih secara rutin dan sungguh-sungguh agar tujuan pembelajaran menulis dapat tercapai secara optimal. Salah satu keterampilan menulis yang diajarkan di kelas IV yaitu menulis puisi. Membuat puisi dalam bentuk tulisan sangat menarik. Hal itu sangat sulit dilakukan jika siswa kurang menguasai keterampilan menulis puisi.
Selama ini guru menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran menulis puisi. Pembelajaran dengan metode ceramah ini menyebabkan siswa merasa sulit untuk menulis puisi. Kesulitan siswa dalam menulis puisi yaitu siswa masih merasa sulit mencari kata-kata yang indah untuk dirangkai menjadi sebuah puisi karena perbendaharaan kata yang dimiliki siswa masih kurang. Hal tersebut menyebabkan kurangnya kemampuan siswa dalam menulis puisi.
Dari uraian penyebab kurangnya kemampuan siswa dalam menulis puisi, maka diperlukan suatu proses pembelajaran yang memfokuskan pada peran aktif siswa dalam memahami konsep dan menemukan sendiri cara penyelesaiannya serta merangsang imajinasi dan kreativitas siswa sehingga guru hanya sebagai pembimbing di kelas.
Salah satu yang bisa dilakukan guru adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang inovatif. Menurut Briggs (dalam Sadiman, 2008:6) “media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar”. Penggunaan media dapat membantu guru untuk menyampaikan tujuan pembelajaran yang tidak bisa dijelaskan dengan kata–kata, maka  dengan adanya penggunaan media tujuan pembelajaran bisa tersampaikan dengan jelas dan dimengerti oleh peserta didik. Keefektifan daya serap anak didik pada bahan pelajaran yang sulit dan rumit dapat disampaikan dengan mudah melalui alat bantu berupa media.
Dalam hal pemilihan media pada mata pelajaran bahasa Indonesia khususnya pada keterampilan menulis puisi, dapat menggunakan media musik instrumental. Dalam Grolier Academic Encyclopedia (1983:453) menyatakan “music is the art of arranging sounds in rhythmic succession and generally in combination”. Musik menjadi rangkaian nada-nada dan ritmik yang disusun secara teratur dan harmonis. Keteraturan tersebut membuat pendengar menikmati musik. Jika suara tersebut berasal dari alat musik maka musik tersebut disebut sebagai musik intrumental. Namun jika dilengkapi dengan vokal manusia maka dinamakan musik vokal.
Musik instrumental akan merangsang pikiran, kreativitas, dan imajinasi siswa. Selain itu musik instrumental juga dapat meningkatkan perasaan seperti kasih sayang dan emosi. Hal tersebut dapat membantu siswa dalam menulis puisi karena dalam menulis puisi tentu melibatkan perasaan. Melalui penggunaan media ini akan membuat siswa merasa rileks dan berada dalam proses pembelajaran yang menyenangkan.
Berdasarkan latar belakang tersebut, perlu dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul “Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi melalui Media Musik Instrumental pada Siswa Kelas IV Al-Amin SD Muhammadiyah Ponorogo”.

C.    RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah adalah:
1.   Bagaimana peningkatan keterampilan menulis puisi melalui media musik instrumental pada siswa kelas IV Al-Amin SD Muhammmadiyah Ponorogo?
2.   Apa saja kendala dalam pembelajaran dengan menggunakan media musik instrumental untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas IV Al-Amin SD Muhammadiyah Ponorogo?

D.    TUJUAN
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
1.      Mendeskripsikan peningkatkan keterampilan menulis puisi melalui media musik instrumental pada siswa kelas IV Al-Amin SD Muhammmadiyah Ponorogo.
2.      Mendeskripsikan kendala yang dihadapi guru dan siswa serta cara mengatasinya dalam pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media musik instrumental untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas IV Al-Amin SD Muhammadiyah Ponorogo.

E.     MANFAAT
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat teoritis dan manfaat praktis.
1.      Manfaat Teoritis
Secara teoritis dapat menambah khazanah pengetahuan, khususnya tentang media pembelajaran untuk menulis puisi.
2.      Manfaat Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi beberapa pihak, yaitu sebagai berikut:
a.       Bagi guru
Dapat memberikan informasi tentang penggunaan media musik instrumental dalam pembelajaran menulis puisi sehingga dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran untuk menjadikan pembelajaran lebih bermakna.
b.      Bagi sekolah
Dapat menjadi referensi bagi sekolah dalam rangka memperbaiki  pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah terutama dalam pembelajaran menulis puisi.
c.       Bagi peneliti lain
Dapat dijadikan bahan rujukan untuk melaksanakan penelitian yang berhubungan dengan penggunaan media musik instrumental terhadap pembelajaran menulis puisi.

F.     KAJIAN PUSTAKA
1.      Media Pembelajaran



Kata media berasal dari bahasa Latin medius dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti “perantara“ atau “pengantar”. Dengan demikian, media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. Menurut Rossi & Breidle (dalam Sanjaya, 2006:163), media pembelajaran atau media pendidikan adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk media pendidikan seperti radio, televisi, buku, koran, majalah dan sebagainya. Gagne (dalam Sadiman, 2008:6) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Briggs (dalam Sadiman, 2008:6) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Media merupakan alat penyalur pesan yang dapat digunakan dalam pembelajaran.
Dari berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan sehingga dapat merangsang siswa untuk belajar. Media akan memudahkan siswa dalam belajar.
Keberhasilan menggunakan media dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar tergantung pada (1) isi pesan, (2) cara menjelaskan pesan, dan (3) karakteristik penerima pesan. Dengan demikian, dalam memilih dan menggunakan media, perlu diperhatikan ketiga faktor tersebut.
Sanjaya (2008:173) menyatakan bahwa dalam pemilihan media harus memerhatikan sejumlah prinsip, yaitu:
a.    Media yang akan digunakan oleh guru harus sesuai dan  diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
b.   Media yang digunakan harus sesuai dengan materi pembelajaran.
c.    Media pembelajaran harus sesuai dengan minat, kebutuhan, dan kondisi siswa.
d.   Media yang digunakan harus memerhatikan efektivitas dan efisien.
e.    Media yang digunakan harus sesuai dengan kemampuan guru dalam mengoperasikannya.
Penggunaan media perlu memerhatikan pedoman penggunaan media dengan tujuan agar penggunaan media efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan materi pembelajaran, seperti melakukan kombinasi penggunaan media, sejalan dengan tujuan, kesesusaian materi, interaksi yang diharapkan, kesiapan peserta didik dan partisipasi yang diharapkan dari peserta didik dalam memanfaatkan media pembelajaran.

2.   Musik Instrumental
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:602) musik merupakan ilmu atau seni menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan, nada atau suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan (terutama yang menggunakan alat-alat yang dapat menghasilkan bunyi-bunyi itu). Musik menurut Schindler (1980:10) adalah “either something that simply washes over us or a means of expression we actively participate in with heart, mind, and soul”. Dari pengertian di atas, dalam sebuah musik terdapat perpaduan hati, pikiran dan jiwa yang tercipta dalam sebuah karya seni. Tidak hanya pencipta seni yang merasakan perpaduan tersebut namun orang yang menikmati seni juga ikut merasakannya.
Musik merupakan rangkaian nada-nada dan ritmik yang disusun secara teratur dan harmonis. Keteraturan tersebut membuat pendengar menikmati musik. Jika suara tersebut berasal dari alat musik maka musik tersebut disebut sebagai musik intrumental. Namun jika dilengkapi dengan vokal manusia maka dinamakan musik vokal. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:305) instrumental merupakan tentang lagu yang dibawakan dengan memakai alat-alat musik dan tidak dinyanyikan.
Dari beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa musik instrumental adalah rangkaian nada-nada dari suara yang disusun sedemikian rupa dan dikombinasikan dari berbagai sumber suara yang diambil dari satu alat musik atau lebih tanpa ada vokal. Musik instrumental juga melibatkan hati, jiwa, dan pikiran baik bagi para pendengar atau pemain musik itu sendiri.
Mengenalkan dan memasukkan musik instrumental ke dalam kurikulum sejak usia dini tidak hanya akan meningkatkan apresiasi anak terhadap musik, tetapi juga dapat meningkatkan kecerdasan musiknya. Keuntungan lain adalah membantu meningkatkan kemampuan anak dalam bidang matematika, membaca, dan sains (Gunawan, 2007:258).
Gunawan (2007:261) menyebutkan kelebihan lain dari musik instrumental dalam proses pembelajaran, yaitu:
a.    Musik instrumental sebagai pembukaan
Musik instrumental yang tepat bila digunakan pada waktu yang sesuai akan sangat membantu mempengaruhi mood dan atmosfir belajar.
b.   Musik instrumental sebagai pembatas waktu
Musik instrumental dapat digunakan untuk menetapkan waktu bagi siswa, misalnya saat mengerjakan tugas dari guru dan harus selesai saat musik berhenti.
c.    Musik instrumental untuk memperbaiki dan meningkatkan mood
Musik instrumental dapat digunakan untuk membuat perubahan mood dan suasana di kelas. Misalnya, musik instrumental dimainkan pada saat kelas merayakan suatu keberhasilan.
d.   Musik instrumental untuk membangkitkan semangat dan energy
Musik instrumental dapat digunakan saat suasana kelas mulai menurun, siswa terlihat sudah mulai mengantuk dan bosan atau letih. Musik yang dapat dimainkan adalah musik instrumental dengan tempo yang tinggi sambil melakukan gerak badan atau brain gym.
e.    Musik instrumental untuk relaksasi
Musik instrumental dengan tempo lambat dapat dimainkan saat siswa selesai mengerjakan tugas yang membutuhkan pemikiran yang dalam dan berat sehingga siswa akan rileks.
f.    Musik instrumental untuk membantu dan mengarahkan visualisasi
Musik instrumental akan menjadi musik latar belakang untuk membantu proses relaksasi dan membantu anak dalam melakukan visualisasi.
g.   Musik instrumental untuk membantu diskusi
Saat melakukan diskusi dapat dimainkan musik instrumental sebagai latar belakang. Peran musik instrumental di sini adalah untuk menciptakan atmosfir yang mendukung proses diskusi.
h.   Musik instrumental untuk memperkuat tema
Jika materi pembelajaran dikemas dalam suatu tema, musik instrumental dengan tema yang sama atau serupa akan sangat membantu memperkuat tema tersebut. Yang paling mudah digunakan adalah musik instrumental yang berasal dari tema film.
i.     Musik instrumental untuk konser aktif
Konser aktif adalah satu aplikasi khusus musik dalam membantu proses pembelajaran dalam metode accelerated learning. Pada teknik ini musik instrumental berperan sebagai faktor yang menciptakan sinkronisasi antara otak kiri dan kanan dengan memasukkan faktor emosi positif ke dalam proses itu.
j.     Musik instrumental untuk konser pasif
Konser pasif adalah satu teknik yang sangat ampuh dalam membantu memasukkan informasi ke dalam memori jangka panjang.
k.   Musik instrumental untuk konser kombinasi
Konser kombinasi sangat baik digunakan unruk mendukung proses pembelajaran kolaborasi.
l.     Musik instrumental menemani kegiatan fisik untuk membantu sinkronisasi otak
Musik instrumental digunakan untuk menemani aktivitas fisik yang bertujuan untuk meningkatkan sinkronisasi otak, misalnya dengan brain gym.
m. Musik instrumental untuk penutup

Musik instrumental dimainkan saat siswa telah selesai belajar dan bersiap untuk pulang. Musik instrumental atau lagu yang dimainkan adalah dengan tema khusus yang akan digunakan sebagai anchor atau jangkar positif.
Pada proses pembelajaran bisa digunakan musik instrumental untuk menumbuhkan suasana belajar yang menyenangkan. Langkah pembelajaran menggunakan musik instrumental yang terkenal dan masih banyak digunakan adalah langkah pembelajaran yang digunakan oleh Lozanov (Russel, 2012:218). Langkah pembelajaran menggunakan musik instrumental yang digunakan oleh Lozanov sebagai berikut:
a.      Preview, dilakukan dengan sebuah perkenalan singkat pada materi dengan sebuah penggalan lagu, cerita perumpamaan, atau puisi yang dimainkan selama menarik perhatian.
b.      Konser aktif, dilakukan dengan materi mendetail menggunakan sebuah pembacaan dramatik dimainkan dengan pilihan musik instrumental.
c.       Konser pasif, dilakukan dengan sebuah review terhadap materi dalam konser aktif dan dimainkan dengan musik instrumental pada akhir pembelajaran.
Perkembangan psikologi siswa dapat dilihat dari sisi kecerdasan emosional dan intelegensi. Kecerdasan emosional dan intelegensi siswa yang sejak kecil mendengarkan musik akan lebih berkembang daripada siswa yang jarang mendengarkan musik. Musik yang dimaksud adalah musik yang memiliki irama teratur dan nada-nada yang teratur, salah satunya adalah musik instrumental.

3.   Keterampilan Menulis
Manusia banyak menggunakan bahasa lisannya dalam berkomunikasi sehari-hari. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa bahasa tulis atau nonlisan pun sangat diperlukan dalam komunikasi manusia. Kegiatan berbahasa melalui tulisan disebut kegaiatan menulis.
Tarigan (2008:22) memberikan batasan menulis sebagai berikut, “Menulis ialah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang-orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu.” D’ Angelo (dalam Tarigan, 2008:23) mengungkapkan, “Belajar menulis adalah belajar berpikir dalam/ dengan cara tertentu.”
Menulis merupakan kegiatan yang sifatnya berkelanjutan sehingga pembelajarannya pun perlu dilakukan secara berkesinambungan. Hal ini didasarkan pada pemikiran bahwa menulis merupakan dasar sebagai bekal belajar di jenjang berikutnya. Menulis pada dasarnya adalah kegiatan seseorang menempatkan sesuatu pada sebuah dimensi ruang yang masih kosong, setelah itu hasilnya berbentuk tulisan dapat dibaca dan dipahami isinya. Menulis merupakan kombinasi antara proses dan produk. Prosesnya yaitu pada saat mengumpulkan ide-ide sehingga tercipta tulisan yang dapat terbaca oleh pembaca (produk). Mengacu pada proses pelaksanaannya, menulis merupakan kegiatan yang dapat dipandang sebagai suatu proses, suatu keterampilan, proses berpikir, kegiatan informasi, dan kegiatan berkomunikasi (Susanto, 2013:248).
Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa menulis adalah melahirkan pikiran dengan tulisan atau dengan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa menulis merupakan kegiatan berbahasa nonlisan yang harus dipelajari agar orang lain memahami dan mengerti apa yang diinginkan oleh penulis.
Haryadi (1996:78) menyebutkan secara padat proses penulisan terdiri atas lima tahap, sebagai berikut:


Download Contoh Proposal PTK
Untuk unduh atau Download Contoh Proposal PTK ini secara lengkap silakan klik tautan dibawah ini:

Demikian Contoh Proposal PTK yang berjudul Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi Melalui Media Musik Instrumental Pada Siswa Kelas IV Al-Amin SD Muhammadiyah Ponorogo   semoga dapat sobat unduh atau Download semoga bermanfaat.

Artikel Menarik Lainnya



Berlangganan via Email