Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Contoh Proposal PTK: Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Menulis Permulaan Dengan Media Gambar Sederhana Pada Siswa Kelas I SDN Sumberwaru 1 Binakal Bondowoso





Proposal PTK (Penelitian Tindakan Kelas) adalah proposal yang dibuat oleh peneliti untuk mengadakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan di dalam kelas dengan melakukan PTK guna memperbaiki pembelajaran pada kelas yang diteliti dan meningkatkan proses belajar mengajar siswa pada kelas tertentu. Namun tidak semua kelas yang hendak di lakukan PTK, seperti halnya tadi hanya kelas kelas tertentu, misal kelas yang dianggap bermasalah, atau poses blajar mengajar kelas tersebut tidak optimal atau terdapat masalah lainnya.

Unsur PTK
Dalam Penelitian Tindakan Kelas ada beberapa unsur yang terkandung di dalamnya yang sangat khas yaitu sebagai berikut:
1.   PTK di laksanakan oleh pendidik yaitu guru/pengajar, apa bila dalam kelas tersebut terdapat masalah
2.   PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dilakukan bahwa memang benar masalah yang di hadapi oleh guru pada kelas tersebut
3.   PTK memang harus didakan karena masih banyak proses pembelajaran yang harus dimaksimalkan oleh pendidik/guru.

Contoh Proposal PTK
Berikut ini adalah Contoh Proposal PTK yang berjudul Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Menulis Permulaan Dengan Media Gambar Sederhana Pada Siswa Kelas I  SDN Sumberwaru 1 Binakal Bondowoso. Contoh Proposal dibawah ini hanya bersifat petikan. Untuk versi lengkap atas Laporan PTK dengan judul diatas silakan Download Contoh Proposal PTK.
………………………………………………………………………..

A.    Judul
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MENULIS PERMULAAN DENGAN MEDIA GAMBAR SEDERHANA PADA SISWA KELAS I  SDN SUMBERWARU 1 BINAKAL BONDOWOSO

B.     Latar Belakang dan Identifikasi Masalah
Pelajaran menulis awal harus dikuasai pembelajar sekolah dasar terutama pada awal pelajaran mereka (di kelas 1). Karena itulah kedudukan pelajaran menulis awal sangatlah penting di sekolah dasar. Penguasaan (mastery) dari pelajaran menulis awal menjadi salah satu faktor penting keberhasilan penguasaan pelajaran lainnya. Sebaliknya kegagalan pelajaran menulis awal akan berakibat pada kegagalan penguasaan pelajaran lainnya. Pelajaran menulis awal berkaitan dengan kemampuan menulis permulaan karena pelajaran-pelajaran tersebut melibatkan kegiatan menulis dan mencatat. Pelajaran menulis pun berkaitan dengan pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, Ilmu Pengetahuan Alam (Sains), Bahasa Indonesia dan pelajaran lainnya karena dalam setiap pelajaran menuntut kemampuan pembelajar menulis.

Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan menulis permulaan siswa kelas I di SDN Sumberwaru 1 Binakal Bondowoso kurang mampu menulis permulaan. Hal ini ditandai dengan siswa yang hanya bisa menghafal tetapi tidak bisa menentukan huruf yang sebenarnya. Dapat dilihat contoh dari siswa ketika guru menyuruh menuliskan satu huruf, namun siswa salah menulis. Misalnya guru menyuruh siswa untuk menulis huruf (b), akan tetapi siswa tersebut menulis huruf (d). Hal ini dapat dilihat dari siswa yang kurang aktif dalam proses pembelajaran menulis permulaan. Melihat kenyataan tersebut di atas, peneliti tertarik untuk meneliti masalah tersebut. Sebagai alternatif-alternatif solusi adalah diterapkannya media gambar sederhana yang dapat meningkatkan kemampuan menulis permulaan siswa. Media gambar tersebut adalah gambar yang ditujukan kepada siswa untuk memicu keaktifan siswa dalam menulis permulaan.  Misalnya, guru memberikan gambar buku, setelah gambar diberikan maka siswa menulis nama barang tersebut dalam bentuk tulisan, yakni “b-u-k-u”. Dari masalah-masalah yang terurai bahwa kemampuan menulis permulaan siswa kelas I di SDN Sumberwaru 1 Binakal Bondowoso perlu penelitian tindakan.

C.  Rumusan dan Pemecahan Masalah
Rumusan masalah dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pokok bahasan penulisan huruf, kata, dan kalimat adalah:
1.   Bagaimanakah penggunaan media gambar sederhana dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran menulis permulaan pada siswa kelas I di SDN.Sumberwaru 1 kecamatan Binakal kabupaten Bondowoso tahun pelajaran 2018 -2019?
2.   Bagaimanakah penggunaan media gambar sederhana dapat meningkatkan hasil belajar menulis permulaan pada siswa kelas I di SDN.Sumberwaru 1 kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso tahun pelajaran 2018 -2019?

Dengan penggunaan media gambar sederhana diharapkan mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa dan hasil belajar menulis permulaan.

D.    Tujuan
1.   Untuk mendeskripsikan bagaimana meningkatkan partisipasi aktif siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia dalam menulis permulaan  pada siswa kelas I di SDN. Sumberwaru 1 kecamatan Binakal kabupaten Bondowoso tahun pelajaran 2018 - 2019.
2.   Untuk meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia menulis permulaan siswa kelas 1 di SDN. Sumberwaru 1 kecamatan Binakal kabupaten Bondowoso tahun pelajaran 2018 - 2019.

E.  Manfaat
1.   Secara Teoritis
Penelitian ini diharapkan mampu memperkaya wawasan serta dijadikan pengembangan salah satu teori belajar sehingga dapat dipakai sebagai referensi dalam upaya pelaksanaan penelitian lebih lanjut dalam aspek pengembangan teori yang sama namun dalam kelas yang berbeda.
2.   Secara Praktis
Sebagai  bahan  refleksi  dan  pertimbangan-pertimbangan  proses  belajar  mengajar yang berkaitan dengan tindakan peningkatan keterampilan menulis permulaan.

F.   Kajian Pustaka
1.   Menulis
Pada hakekatnya, menulis ialah menurunkan atau menuliskan lambang– lambang   grafik   yang   menggambarkan   suatu   bahasa   yang   dipahami   oleh seseorang, sehingga orang lain dapat membaca dan memahami bahasa tersebut .

Proses menulis dapat dipandang sebagai rangkaian aktivitas yang bersifat afektif. Rangkaian aktivitas ini meliputi : pramentalis, penulisan draft, revisi, penyuntingan  dan  publikasi  atau  pembahasan.  Perkembangan  anak  dalam menulis terjadi secara perlahan-lahan. Dalam tahap ini anak perlu mendapatkan bimbingan dalam memahami dan menguasai cara mentransfer pikiran kedalam tulisan.

Kegiatan menulis merupakan kegiatan yang kompleks, yang menurut sejumlah pengetahuan dan ketrampilan sekaligus pada awal siswa mulai menulis. Untuk mengkomunikasikan gagasan, siswa dituntut mampu memilih kata yang tepat dan sesuai, menghubungkan kata menjadi kalimat yang efektif.

Kemampuan menulis dapat dimiliki melalui bimbingan yang intensif. Kemampuan menulis ini sudah mulai dilatihkan ditingkat SDN Sumbewaru 1 Binakal, penamaan dasar menulis sejak dini harus kuat dan kokoh. Tulisan yang bagaimanapun yang akan dikembangkan tidak akan menjadi persoalan lagi.

Anak–anak menulis karena dua alasan, untuk merangkap informasi yang mereka butuhkan untuk belajar (menulis catatan) dan untuk menunjukkan pengetahuan mereka tentang suatu mata pelajaran (tes menulis).

2.   Pengajaran Menulis
Pembelajaran bahasa indonesia dikelas 1 merupakan tindak lanjut dari kelas sebelumnya. Kelas 1 Pelajaran menulis mencakup pilihan penulisan huruf abjad dan ejaan.
Seorang guru yang profesional tentunya harus mengetahui prinsip -prinsip pengajaran menulis, sehingga akan lebih tercapai tujuannya. Dikelas rendah, materi yang diberikan adalah menulis permulaan dengan menggunakan ejaan yang benar dan dapat menyatakan ide/pesan secara tertulis.
Tujuan pelajaran menulis permulaan ini adalah agar siswa dapat menulis dengan tulisan yang terang, jelas, teliti, dan mudah dibaca. Dalam membimbing anak untuk menulis permulaan, sangat diperlukan persiapan yang memadai diantara lain :
a.    Langkah – langkah atau strategi yang harus ditempuh.
b.   Analisis bahan yang akan  disajikan.
c.    Alat peraga yang menunjang
d.   Tujuan yang ingin dicapai.

3.   Peningkatkan partisipasi aktif siswa
Guru  yang  profesional  adalah  salah  satunya  guru  yang  mempunyai kompetensi professional artinya kemampuan yang harus dimiliki guru dalam perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran, sehingga proses pembelajaran dapat berhasil mencapai tujuan sertahasil belajar siswa dapat tercapai.
Disamping itu ilmu dan teknologi saat ini berkembang sangat pesat sehingga permasalahan yang dihadapi dunia pendidikan juga semakin kompleks. Salah  satu  masalah  yang  dihadapi  saat  ini  adalah  masih  rendahnya  mutu pendidikan di Indonesia. Kenyataan ini   menuntut pemerintah untuk melakukan pembaharuan dalam dunia pendidikan, salah satunya yaitu dimulai dengan mengembangkan kurikulum baru yaitu Kurikulum 2013. Oleh karna itu salah satu usaha guru yang professional perlu melakukan penelitian tindakan kelas (PTK), karena PTK adalah penelitian tindakan di kelas dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di  kelasnya. Pelaksanaan  PTK menggabungkan tindakan bermakna dengan prosedur penelitian yang merupakan suatu upaya memecahkan masalah sekaligus mencari dukungan ilmiah.

4.   Media Gambar
Di antara media pendidikan yang ada" media gambar adalah yang paling umum digunakan oleh guru. Media gambar adalah penyajian !isual dua dimensi yang memanfaatkan rancangan gambar sebagai sarana pertimbangan mengenai kehidupan sehari-hari" misalnya yang menyangkut manusia, peristiwa, benda-benda, tempat, dan sebagainya.
Media gambar adalah media yang mengombinasikan fakta dan gagasan secara jelas dan kuat melalui kombinasi pengungkapan kata-kata dengan gambar-gambar. Media gambar berfungsi untuk menyalurkan pesan dan sumber informasi ke penerima pesan. Saluran yang dipakai menyangkut indera penglihatan dan pesan yangdisampaikan dituangkan ke dalam simbol komunikasi visual. Simbol tersebut harusdipahami secara jelas agar proses penyampaian pesan dapat efektif.
Media gambar secara luas dapat diperoleh dari berbagai sumber, misalnya dari surat kabar, majalah, brosur dan buku-buku. Media gambar dapat digunakan oleh guru secara efektif dan efisien dalam kegiatan belajar mengajar karena pada dasarnya media gambar dapat digunakan untuk membantu mendorong siswa serta meningkatkan minatnya pada pelajaran. Membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan berbahasa, kegiatan seni, dan pernyataan kreatif dalam bercerita, dramatisasi, bacaan, penulisan, melukis dan menggambar, serta membantu siswa dalam menafsirkan dan mengingat-ingat isi materi bacaan dan buku teks. Gambar yang digunakan dalam proses belajar mengajar harus dipilih dan dipergunakan sesuai dengan tujuan pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Gambar tidak dapat diperlihatkan secara tersendiri, tetapi harus dipadukan dengan mata pelajaran. Namun, terlalu banyak menggunakan gambar pada saat yang bersamaanakan merugikan proses belajar mengajar. Oleh karena itu, gambar yang dipilih harus dapat mengembangkan pemahaman bagi para siswa.
Membaca adalah sesuatu yang rumit yang melibatkan banyak hal, tidak hanya melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan aktivitas visual, psikolinguistik, dan metakognitif. Media gambar dapat digunakan oleh siswa secara individual dalam latihan membaca karena dengan melihat gambar siswa dapat menafsirkan maksud dan gambar yang dilihat. Kemampuan menangkap atau membaca gambar termasuk tujuan pembelajaran. Kualitas dan kuantitas dari gambar yang dipilih merupakansalah satu faktor yang penting dalam menarik minat siswa. Media gambar merupakan media sederhana, mudah dalam pembuatannya, dan ditinjau dari pembiayaan termasuk media yang murah harganya. Gambar yang bagus digunakan dalam proses belajar mengajar berukuran 20cmx30cm dan 32cmx44 cm yang dapat dibuat sendiri atau mengambil dan media gambar yang telah ada(Sukartiningsih,2004).

G.    Metode Penelitian
Subjek penelitian Siswa kelas 1 SDN Sumberwaru 1 Binakal Bondowoso, penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2018 dan Januari 2019. Teknik dan pengumpulan data berupa lembar observasi dalam keaktifan siswa di dalam kelas serta lembar soal dengan teknik pemberian tugas untuk hasil belajar siswa. Teknik analisis data dalam hasil belajar dengan menggunakan media gambar sederhana mampu menulis permulaan dengan benar.
Keaktifan siswa menggunakan rubrik observasi dengan kriteria penilaian proses yang terdapat indikator sebagai penilaian dalam keaktifan dan pasif untuk siswa. Langkah-langkah skenario PTK, yakni: Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi, dan Refleksi. Perencanaan pembelajaran menulis permulaan dengan media gambar adalah memberikan gambar untuk siswa, kemudian siswa menulis nama gambar yang diberikan dengan benar untuk mengacu pada keaktifan siswa kelas 1 SDN Sumbewaru 1, Binakal, Bondowoso.
Pelaksanaan dalam penelitian ini dilaksanakan dengan subjek siswa kelas 1 SDN Sumberwaru. Observasi dilakukan pada awal tahun pembelajaran sekitar bulan Agustus-September 2018 di sekolah. Refleksi dilakukan dengan menyampaikan observasi, yakni dari hasil observasi tersebut dapat disimpulkan bahwa kelas 1siswa SDN 1 Sumberwaru tidak bisa menulis langsung apa yang diperintahkan oleh guru untuk menulis huruf yang sebenarnya, dengan adanya media gambar sederhana ini dapat meningkatkan keaktivan siswa untuk memahami dan berhasil menulis huruf yang diperintahkan.
Penelitian ini menggunakan siklus 1 dan 2, siklus 1 melibatkan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. jika hasil penelitian siklus 1 kurang memuaskan, maka terdapat tindakan lanjutan ke tahap siklus 2.

H.    Jadwal Penelitian
Penelitian Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Menulis Permulaan Dengan Media Gambar Sederhana Pada Siswa Kelas I SDN Sumberwaru 1 Binakal Bondowoso akan dilaksanakan pada:


No

Kegiatan


Waktu
Desember 2018
Januari 2019
1



2
3
4
1
2
3
4
1.
Ijin Pelaksanaan PTK kepada Kepala Sekolah









2.
Perencanaan:









Pengembangan Perangkat Pembelajaran








Pengembangan Lembar Pengamatan







3.
Pelaksanaan:









Pembelajaran Pertemuan 1











Pembelajaran Pertemuan 2








Pembelajaran Pertemuan 3







4.
Penyusunan dan Penggandaan Laporan








  1. DAFTAR PUSTAKA
Iswara, Prana D. 2016. Pembelajaran Menulis Awal di Kelas Rendah. Universitas Pendidikan Indonesia
Akhadiah, dkk, Bahasa Indonesia2, (Jakarta, Dirjen Dikti Depdikbud, 1992), 64.
Faldman dan William, Mengatasi Gangguan Belajar Anak, (Jakarta Pustaka, 2002), 82.
Arsyad. Kajian Teori. Diunduh pada tanggal 01 November 2018 dari alamat web: repository.uin-suska.ac.id

Munawir, Yusuf dkk, Bahasa Indonesia (Jakarta, Dirjen Dikti, 2003), 106. 

Download Contoh Proposal PTK




Untuk unduh atau Download Contoh Proposal PTK ini secara lengkap silakan klik tautan dibawah ini:

Demikian Contoh Proposal PTK yang berjudul Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Menulis Permulaan Dengan Media Gambar Sederhana Pada Siswa Kelas I  SDN Sumberwaru 1 Binakal Bondowoso semoga dapat sobat unduh atau Download semoga bermanfaat.

Artikel Menarik Lainnya



Berlangganan via Email