Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Contoh Proposal PTK: Peningkatan Hasil Belajar Matematika Pada Materi Pokok Operasi Hitung Akar Pangkat Tiga Dengan Make A Match Kelas V SD Immersion Ponorogo





Proposal PTK (Penelitian Tindakan Kelas) adalah proposal yang dibuat oleh peneliti untuk mengadakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan di dalam kelas dengan melakukan PTK guna memperbaiki pembelajaran pada kelas yang diteliti dan meningkatkan proses belajar mengajar siswa pada kelas tertentu. Namun tidak semua kelas yang hendak di lakukan PTK, seperti halnya tadi hanya kelas kelas tertentu, misal kelas yang dianggap bermasalah, atau poses blajar mengajar kelas tersebut tidak optimal atau terdapat masalah lainnya.
Contoh Proposal PTK: Peningkatan Hasil Belajar Matematika Pada Materi Pokok Operasi Hitung Akar Pangkat Tiga Dengan Make A Match  Kelas V SD Immersion Ponorogo
Contoh Proposal PTK: Peningkatan Hasil Belajar Matematika Pada Materi Pokok Operasi Hitung Akar Pangkat Tiga Dengan Make A Match  Kelas V SD Immersion Ponorogo

Unsur PTK
Dalam Penelitian Tindakan Kelas ada beberapa unsur yang terkandung di dalamnya yang sangat khas yaitu sebagai berikut:
1.   PTK di laksanakan oleh pendidik yaitu guru/pengajar, apa bila dalam kelas tersebut terdapat masalah
2.   PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dilakukan bahwa memang benar masalah yang di hadapi oleh guru pada kelas tersebut
3.   PTK memang harus didakan karena masih banyak proses pembelajaran yang harus dimaksimalkan oleh pendidik/guru.

Contoh Proposal PTK
Berikut ini adalah Contoh Proposal PTK yang berjudul Peningkatan Hasil Belajar Matematika Pada Materi Pokok Operasi Hitung Akar Pangkat Tiga Dengan Make A Match  Kelas V SD Immersion Ponorogo. Contoh Proposal dibawah ini hanya bersifat petikan. Untuk versi lengkap atas Laporan PTK dengan judul diatas silakan Download Contoh Proposal PTK.
………………………………………………………………………..
 A. Judul

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI POKOK OPERASI HITUNG AKAR PANGKAT TIGA DENGAN MAKE A MATCH  KELAS V SD IMMERSION PONOROGO

B.  Latar Belakang dan Identifikasi Masalah
Matematika mempunyai peranan sangat penting dalam perkembangan IPTEK. Matematika juga dapat menjadikan siswa menjadi manusia yang dapat berpikir secara logis, kritis, rasional dan percaya diri. Manfaat matematika adalah sebagai sarana berpikir yang sangat diperlukan dalam perkembangan ilmu, ilmu yang membutuhkan matematika tidak hanya ilmu fisik saja, ilmu sosialpun juga membutuhkan matematika. Ilmu ekonomi dapat berkembang dengan cepat dibanding ilmu lainnya karena menggunakan model matematika. Kenyataan ini menunjukkan bahwa penguasaan materi matematika menjadi keharusan yang tidak bisa ditawar, terutama dalam penataan nalar dan pengambilan keputusan dalam era persaingan yang semakin kompetitif.                      
Namun hasil yang dicapai belum sesuai dengan harapan. Karena terbukti dengan banyaknya siswa SD yang belum mencapai KKM untuk mata pelajaran matematika. Begitu juga dengan nilai mata pelajaran matematika di SD IMMERSION yang nilainya masih kurang. Hasil tersebut dapat dilihat pada nilai raport dengan nilai rata-rata 60. Dalam hal ini guru dituntut mengajar matematika dengan baik, sehingga siswa belajar untuk mendapatkan kemampuan dan keterampilan tentang matematika.
Di dalam proses belajar mengajar, guru harus memiliki strategi agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien, tepat pada tujuan yang diharapkan. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu adalah guru harus menguasai teknik-teknik penyajian materi atau metode pembelajaran.Pada anak usia SD yang sedang mengalami perkembangan dalam tingkat berpikir memerlukan stimulus untuk menumbuhkan minat belajar siswa dan lebih memahami materi dalam mata pelajaran matematika. Dengan pengajaran matematika yang lebih kreatif diharapkan mampu mengatasi permasalahan yang ada saat ini. Salah satunya adalah pembelajaran yang aktif yang menitik beratkan pada penyajian materi yang menyenangkan sehingga siswa dapat memahami pelajaran dengan baik.
Metode yang baik adalah metode yang dapat memberikan pemahaman anak terhadap materi yang diberikan. Namun pada kenyataannya saat ini masih banyak peserta didik kelas V SD Immersion yang mengalami kesulitan dalam materi “Operasi Hitung Akar Pangkat Tiga”. Hal ini dimungkinkan karena banyak faktor penyebabnya, diantaranya guru selama ini hanya menggunakan metode ceramah, tanya jawab, latihan, dan tugas. Guru belum menggunakan metode yang memadai sehingga pembelajaran kurang menarik bagi siswa.
Pada tingkat Sekolah Dasar (SD), materi akar pangkat tiga merupakan kompetensi dasar yang baru bagi peserta didik kelas V SD. Konsep operasi hitung akar pangkat tiga yang menerapkan perkalian, pembagian, penjumlahan dan pengurangan karena penguasaan materi akar pangkat tiga ini merupakan bekal prasyarat untuk mempelajari materi berhitung volume bangun kubus.
Untuk mencapai keberhasilan tersebut perlu adanya strategi bagi seorang guru untuk menanamkan konsep-konsep agar siswa lebih mengerti dan jelas. Guru-guru SD sering mengeluh karena banyaknya siswa yang mengalami kesulitan dalam perkalian dan pembagian, terlebih ketika sudah bertemu dengan 4 operasi hitung dalam satu permasalahan. Operasi hitung akar pangkat tiga dengan metode make a match adalah pembelajaran akar pangkat tiga yang mengaktifkan belajar siswa dengan belajar sambil bermain.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis ingin melakukan penelitian dengan judul  “ PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI POKOK OPERASI HITUNG AKAR PANGKAT TIGA DENGAN MAKE A MATCH  KELAS V SD IMMERSION PONOROGO
Berdasarkan latar belakang di atas, keadaan yang ada saat ini identifikasi masalah
adalah :
•  Nilai matematika siswa kelas V SD Immersion masih rendah.
•  Siswa kurang aktif dalam pembelajaran
•  Siswa kurang tertarik dengan metode pembelajaran yang digunakan.
•  Masih rendahnya kemampuan siswa dalam konsep operasi hitung bilangan bulat.

C. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini adalah “ Apakah penerapan make a match dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada operasi hitung akar pangkat tiga di kelas V SD Immersion Ponorogo?”




D. TUJUAN PENELITIAN
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah Untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada operasi hitung akar pangkat tiga dengan make a match di kelas V SD Immersion.

E.  MANFAAT PENELITIAN
1.  Manfaat Teoritis
Memberi informasi mengenai pengembangan pembelajaran melalui penerapan Make a Match dapat dijadikan landasan dalam melaksanakan pembelajaran matematika agar hasil belajar siswa dapat meningkat.
2. Manfaat Praktis
•Siswa
Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa, semangat kerjasama antar siswa, motivasi dan daya tarik siswa terhadap pembelajaran terutama mata pelajaran matematika.
•Guru
Hasil penelitian diharapkan dapat menggali kreativitas guru dalam mengelola pembelajaran di kelas dan memberikan pengetahuan cara mengajar yang disenangi siswa sehingga guru dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
•Sekolah
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memotivasi pengelola sekolah untuk membuat kebijakan bagi para guru supaya menggunakan penerapan Make a Match sebagai salah satu upaya untuk menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa.

F. KAJIAN PUSTAKA
1. Pengertian Matematika
Matematika sebagai salah satu ilmu dasar yang dewasa ini telah berkembang amat pesat. Dalam bukunya Tim MKPBM (2001:17-18) dinyatakan bahwa istilah matematics (Inggris), mathematik (Jerman), mathematique (Perancis), matematico (Italia), matematiceski (Rusia), atau mathematick/wiskunde (Belanda) berasal dari perkataan mathematica yang mulanya diambil dari perkataan yunani, mathematike, yang berarti pengetahuan atau ilmu (knowledge, science). Perkataan mathematika berhubungan sangat erat dengan sebuah kata yang serupa, yaitu mathanein yang mengandung arti belajar (berpikir).
2. Pembelajaran Matematika
Pengertian Belajar
Belajar merupakan suatu kegiatan bagi setiap orang, hampir setiap pengetahuan, kecakapan, kebiasaan, kegemaran, keterampilan, belajar dapat terjadi di mana-mana baik di sekolah, di rumah, maupun di jalan.
Adapun ciri-ciri suatu kegiatan belajar adalah:
1.   Belajar merupakan suatu perubahan tingkah laku di mana perubahan tersebut dapat mengarah kepada tingkah laku yang lebih baik.
2.   Belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi melalui pengalaman atau latihan, artinya perubahan-perubahan yang disebabkan oleh proses pertumbuhan.
C.  3.Belajar merupakan suatu proses, artinya berlangsung dalam suatu kurun waktu tertentu.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa belajar matematika adalah merupakan suatu proses aktif dalam memperoleh pengalaman pengetahuan matematika sehingga menyebabkan perubahan tingkah laku dari sebelum ia mengalami situasi tadi, perubahan itu melalui pendidikan atau latihan dalam bidang matematika dan berlangsung dalam kurun waktu tertentu.
3. Pengertian Hasil Belajar Matematika
Menurut W.J.S Poerwodarminto(1995:787) “Hasil adalah sesuatu yang telah dicapai (dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya)”.
Jadi yang dimaksud dengan hasil belajar matematika adalah sesuatu yang telah dicapai setelah belajar matematika, hasil belajar ini mencerminkan kemampuan penguasaan siswa terhadap sejumlah materi yang telah diajarkan dalam jangka waktu yang telah ditentukan.
Keefektifan kegiatan belajar mengajar dapat dilihat dari prestasi belajar, yang telah dicapai oleh anak didik, di samping itu prestasi belajar dapat dijadikan sebagai umpan balik bagi siswa maupun guru untuk dijadikan pertimbangan dalam mengambil langkah-langkah berikutnya.

4. Model Make a Match
Model make a match atau mencari pasangan merupakan salah satu alternatif yang dapat diterapkan kepada siswa. Penerapan model ini dimulai dari teknik yaitu siswa disuruh mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban/soal sebelum batas waktunya, siswa yang dapat mencocokkan kartunya diberi poin. Teknik model pembelajaran make a match atau mencari pasangan dikembangkan oleh Lorna Curran (1994). Salah satu keunggulan tehnik ini adalah siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan
Suyatno (2009 : 72) mengungkapkan bahwa model make and match adalah model pembelajaran dimana guru menyiapkan kartu yang berisi soal atau permasalahan dan menyiapkan kartu jawaban kemudian siswa mencari pasangan kartunya. Model pembelajaran make a match merupakan bagian dari pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif didasarkan atas falsafah homo homini socius, falsafah ini menekankan bahwa manusia adalah mahluk sosial (Lie, 2003:27). Model make a match melatih siswa untuk memiliki sikap sosial yang baik dan melatih kemampuan siswa dalam bekerja sama disamping melatih kecepatan berfikir siswa.

5. Penerapan Model Make A Match Pada Pembelajaran Matematika
Belajar mengajar merupakan interaksi atau hubungan timbal balik antara siswa dengan guru dan antara sesama siswa dalam proses pembelajaran. Pengertian interaksi mengandung unsur saling memberi dan menerima. Hal ini tidak harus berupa proses transformasi pengetahuan dari guru kepada siswa.
Peranan guru sangat menentukan dalam proses belajar mengajar. Guru harus mampu menciptakan situasi yang merangsang siswa untuk belajar. Salah satu komponen untuk menciptakan situasi belajar mengajar yaitu metode. Penggunaan model yang tepat akan turut menentukan efektivitas dan efisiensi proses belajar mengajar.
Untuk menumbuhkan penanaman konsep terhadap suatu materi harus digunakan metode yang dapat merangsang siswa untuk melakukan aktivitas sendiri. Dengan melakukan aktivitas pembelajaran sendiri siswa akan lebih mengerti tentang konsep yang dipelajari dan siswa tidak hanya sekedar hafalan saja. Oleh karena itu model make a match digunakan menerapkan belajar aktif dalam belajar matematika.
Langkah-langkah dan Cara Pembelajaran Make A Match
Langkah-langkah penerapan metode make a match sebagai berikut:
1.   Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep, satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban.
2.   Setiap siswa mendapatkan sebuah kartu yang bertuliskan soal/ jawaban.
3.   Tiap siswa memikirkan jawaban/ soal dari kartu yang dipegang.
4.   Setiap siswa mencari pasangan kartu yang cocok dengan kartunya. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin.
5.   Jika siswa tidak dapat mencocokkan kartunya dengan kartu temannya (tidak dapat menemukan kartu soal atau kartu jawaban) akan mendapatkan hukuman, yang telah disepakati bersama.
6.   Setelah satu babak, kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya, demikian seterusnya.
7.   Siswa juga bisa bergabung dengan 2 atau 3 siswa lainnya yang memegang kartu yang cocok.
8.   Guru bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan terhadap materi pelajaran.

6. Deskripsi Materi
Menurut Negoro dalam Simanjuntak (1993:100), operasi yang dimaksud adalah operasi hitung atau pengerjaan hitung. Lebih lanjut Russeffendi dalam Simanjuntak (1993:102) ) mengatakan bahwa “ apabila ada kata operasi hitung atau pengerjaan hitung, maksudnya sama yakni salah satu dari beberapa atau semua dari penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian serta operasi hitung lainnya”.


Download Contoh Proposal PTK
Untuk unduh atau Download Contoh Proposal PTK ini secara lengkap silakan klik tautan dibawah ini:

Demikian Contoh Proposal PTK yang berjudul Peningkatan Hasil Belajar Matematika Pada Materi Pokok Operasi Hitung Akar Pangkat Tiga Dengan Make A Match  Kelas V SD Immersion Ponorogo semoga dapat sobat unduh atau Download semoga bermanfaat.




Artikel Menarik Lainnya




Berlangganan via Email