Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Contoh Proposal PTK: Penggunaan Multimedia Interaktif Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Tema Selalu Berhemat Energi Pada Siswa Kelas IV SDIT Darul Falah Ponorogo





Proposal PTK (Penelitian Tindakan Kelas) adalah proposal yang dibuat oleh peneliti untuk mengadakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan di dalam kelas dengan melakukan PTK guna memperbaiki pembelajaran pada kelas yang diteliti dan meningkatkan proses belajar mengajar siswa pada kelas tertentu. Namun tidak semua kelas yang hendak di lakukan PTK, seperti halnya tadi hanya kelas kelas tertentu, misal kelas yang dianggap bermasalah, atau poses blajar mengajar kelas tersebut tidak optimal atau terdapat masalah lainnya.
 
Contoh Proposal PTK: Penggunaan Multimedia Interaktif Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Tema Selalu Berhemat Energi Pada Siswa Kelas IV SDIT Darul Falah Ponorogo
Contoh Proposal PTK: Penggunaan Multimedia Interaktif Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Tema Selalu Berhemat Energi Pada Siswa Kelas IV SDIT Darul Falah Ponorogo
Unsur PTK
Dalam Penelitian Tindakan Kelas ada beberapa unsur yang terkandung di dalamnya yang sangat khas yaitu sebagai berikut:
1.   PTK di laksanakan oleh pendidik yaitu guru/pengajar, apa bila dalam kelas tersebut terdapat masalah
2.   PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dilakukan bahwa memang benar masalah yang di hadapi oleh guru pada kelas tersebut
3.   PTK memang harus didakan karena masih banyak proses pembelajaran yang harus dimaksimalkan oleh pendidik/guru.




Contoh Proposal PTK
Berikut ini adalah Contoh Proposal PTK yang berjudul Penggunaan Multimedia Interaktif Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Tema Selalu Berhemat Energi Pada Siswa Kelas IV SDIT Darul Falah Ponorogo. Contoh Proposal dibawah ini hanya bersifat petikan. Untuk versi lengkap atas Laporan PTK dengan judul diatas silakan Download Contoh Proposal PTK.
………………………………………………………………………..

A.  JUDUL
“Penggunaan Multimedia Interaktif Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Tema Selalu Berhemat Energi Pada Siswa Kelas IV SDIT Darul Falah Ponorogo”

B.  LATAR BELAKANG DAN IDENTIFIKASI MASALAH
Pendidikan   memegang   peranan   penting   dalam   kehidupan   berbangsa   dan bernegara. Untuk menjadi negara maju dan kuat, harus memiliki Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Salah satu cara untuk memajukan dan memperkuat pendidikan adalah dengan meningkatkan kualitas pembelajaran dengan mengemas pembelajaran menjadi pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM). Oleh karena itu sudah seharusnya perlu adanya desain pembelajaran dalam pendidikan guna untuk meningkatkan hasil belajar, motivasi belajar, bakat dan keterampilan yang dimiliki siswa.

Dalam mendesain pembelajaran yang berdasar pada PAIKEM muncul berbagai inovasi-inovasi baru yang berbasis multimedia teknologi. Perkembangan tersebut juga berdampak pada sistem pendidikan di Indonesia yang mulai beralih dari pembelajaran yang tradisional berubah menjadi pembelajaran berbasis multimedia teknologi. Teknologi multimedia mempermudah guru dalam mengajar sehingga sering dimanfaatkan sebagai media dalam menyampaikan materi.
Penggunaan media pembelajaran yang tepat adalah salah satu upaya agar siswa memperoleh gambaran kongkret tentang konsep yang harus dipahami. Salah satu media pembelajaran yang dapat membantu siswa dalam proses pembelajaran adalah multimedia interaktif. Rasimin dkk. (2012) menyatakan bahwa multimedia merupakan perpaduan

antara berbagai media yang berupa teks, gambar, grafik, sound, animasi, video, interaksi, dan lain-lain yang dikemas menjadi file digital (komputerisasi) yang disampaikan kepada publik  (Rasimin  dkk.  2012).  Salah  satu  keunggulan  dari  penggunaan  multimedia interaktif ini adalah dapat meningkatkan daya tarik dan perhatian peserta didik. Dengan multimedia interaktif ini maka pembelajaran dapat berlangsung secara menarik dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik.

Berdasarkan  hasil  survei  di  kelas  IV  SD  Islam  Terpadu  Darul  Falah  pada pelajaran IPA masih jauh dari kondisi ideal yang diharapkan. Proses pembelajaran cenderung hanya berfokus pada ceramah guru. IPA dianggap sebagai salah satu mata pelajaran  yang sulit bagi siswa karena merupakan pelajaran hafalan dan pemahaman tentang konsep. Selama ini siswa hanya mengamati berbagai gambar materi IPA sesuai yang ada di buku paket. Selain itu, pembelajaran yang dilakukan guru tidak menarik dan cenderung monoton. Guru dalam menyampaikan materi pelajaran   hanya menjelaskan pokok-pokok materi setelah itu siswa mengerjakan latihan soal, sehingga pembelajaran kurang menarik  dan  untuk  materi  gaya  dan  gerak  yang  seharusnya  melalui  ujicoba, akhirnya hanya dibayangkan saja. Pembelajaran yang demikian mengakibatkan hasil belajar siswa menjadi kurang. Seperti yang terlihat pada nilai ulangan harian IPA pada tema selalu berhemat energi sub tema gaya dan gerak menunjukkan bahwa rata-rata kelas 59,76. Dari siswa dalam kelas tersebut hanya 5 anak yang mendapat nilai 65 ke atas, atau sekitar 23.81%,  sedangkan  Kriteria  Ketuntasan  Minimal  (KKM) mata  pelajaran  IPA adalah 70. Gejala yang tampak adalah siswa kurang bergairah dalam menerima pembelajaran dan kecenderungan bersikap pasif dan suka mencontoh. Siswa hanya menghafal sehingga kurang memahami konsep.

Kondisi demikian apabila terus dibiarkan akan berdampak buruk terhadap kualitas pembelajaran IPA di SD Islam Terpadu darul Falah. Satu alternatif pemecahan masalah di atas untuk dilaksanakan oleh guru adalah melaksanakan pembelajaran IPA dengan penggunaan multimedia interaktif agar tercipta pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Berdasarkan permasalahan di atas maka peneliti sebagai guru ingin melakukan Penelitian Tindakan Kelas yang berjudul “Penggunaan Multimedia Interaktif Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Tema Selalu Berhemat Energi Pada Siswa Kelas IV SDIT Darul Falah Sukorejo Ponorogo”

C.  RUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH
Berdasarkan  latar  belakang  masalah  diatas  dapat  diambil  rumusan  masalah sebagai berikut.
1.   Bagaimana  implementasi  penggunaan  multimedia  dalam  meningkatkan  hasil belajar IPA Tema Selalu Berhemat Energi pada siswa kelas IV SDIT Darul Falah Sukorejo Ponorogo?
2.   Apakah  penggunaan  multimedia  dapat  meningkatkan  hasil  belajar  IPA  Tema Selalu Berhemat Energi pada siswa kelas IV SDIT Darul Falah Sukorejo Ponorogo?

Satu alternatif pemecahan masalah di atas untuk dilaksanakan oleh guru adalah melaksanakan pembelajaran IPA dengan penggunaan multimedia interaktif agar tercipta pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Indikator keberhasilan kinerja dalam penelitian ini dapat ditetapkan sebagai berikut:
1.   Aktivitas siswa dikatakan berhasil jika kualifikasinya berkatagori baik atau dengan nilai paling rendah 70.
2.   Hasil belajar siswa dikatakan meningkat jika nilai rata-rata yang diperoleh siswa lebih besar dari KKM yaitu 70.

D.  TUJUAN
1.   Mengetahui implementasi penggunaan multimedia dalam meningkatkan hasil belajar IPA Tema Selalu Berhemat Energi pada siswa kelas IV SDIT Darul Falah Sukorejo Ponorogo.
2.   Mengetahui  keefektifan  penggunaan  multimedia dalam  meningkatkan  hasil  belajar IPA Tema Selalu Berhemat Energi pada siswa kelas IV SDIT Darul Falah Sukorejo Ponorogo.

E.  MANFAAT
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara praktis bagi segenap pihak yang berkepentingan.
1.   Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan nilai IPA dengan menggunakan multimedia interaktif sehingga dapat memberikan sumbangan informasi bagi yang ingin meneliti permasalahan yang sama guna penyempurnaan penelitian ini.
2.   Manfaat Praktis
a.   Bagi Guru
    1)      Sebagai   pertimbangan   guru   dalam   memilih   media   apa   yang   akan digunakan dalam pembelajaran.
    2)      Memberikan   informasi   bagi   guru   untuk   menggunakan   multimedia interaktif  sebagai  salah  satu  alternative  dalam  proses  belajar  mengajar IPA.
b.   Bagi Siswa
    1)      Dengan   diterapakannya   multimedia   interaktif   diharapkan   dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPA.
    2)      Memperbaiki persepsi siswa terhadap mata pelajaran IPA yang semula dianggap hafalan dan membosankan, tetapi ternyata mata pelajaran IPA mudah dipahami dan menyenangkan.

c.   Bagi Sekolah
Sebagai masukan dalam rangka mengefektifkan pembinaan dan pengelolaan sumber-sumber media belajar.

F.  KAJIAN PUSTAKA
1.   Multimedia Interaktif
Kata “media” berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “medium”,  yang secara harfiah  berarti  “ perantara atau pengantar”.  Dengan demikian, media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. Dalam proses belajar mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting. Karena dalam kegiatan tersebut ketidakjelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Kerumitan bahan yang akan disampaikan kepada anak didik dapat disederhanakan dengan bantuan media. Media
dapat mewakili apa yang kurang mampu guru ucapkan melalui kata-kata atau kalimat tertentu. 

Bahkan  keabstrakan  bahan  dapat  dikonkretkan dengan  kehadiran  media. Dengan demikian, anak didik lebih mudah mencerna bahan dari pada tanpa bantuan media. Media pendidikan sebagai salah satu sumber belajar ikut membantu guru memperkaya wawasan anak didik. Aneka macam bentuk dan jenis media pendidikan yang digunakan oleh guru menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi anak didik (Bahri
& Zain, 1995).

Menurut   Ariyus   (2007)   dan   Vaughan   (2004,   dalam   Binanto,   2010) Multimedia berasal dari dua kata, yaitu multi dan media. Multi berarti banyak dan media biasanya diartikan sebagai alat untuk menyampaikan atau membuat sesuatu, perantaraan, alat pengantar, suatu bentuk komunikasi seperti surat kabar, majalah, atau televisi. Sistem multimedia yang dimaksud di sini adalah suatu teknologi yang menggabungkan berbagai sumber media seperti teks, grafik, seni, suara, animasi, video, dan sebagainya,yang disampaikan dengan komputer atau dimanipulasi secara digital dan dapat disampaikan dan/atau dikontrol secara interaktif dan dikontrol oleh sistem komputer secara interaktif.

Menurut Puspita (2010), multimedia interaktif memiliki kelemahan- kelemahan sebagai berikut:
1.   Diperlukan dana yang tidak sedikit dalam merancang program multimedia interaktif,  namun  sekarang  sudah  tersedia  program  multimedia  Interaktif yang diperjualbelikan dengan harga terjangkau.
2.   Diperlukan komputer dalam jumlah yang banyak.
3.   Pembelajaran dengan menggunakan multimedia interaktif menuntut keahlian guru dan siswa dalam menggunakan dan mengoperasikan komputer. Guru dan siswa juga hendaknya memiliki sikap yang positif terhadap komputer.
4.   Pembelajaran sedikit bersifat isolatif. Namun dapat diminimalisir dengan keterlibatan guru dalam membimbing siswa merekonstruksi pengetahuan di akhir pembelajaran.




Apabila  multimedia  pembelajaran  dipilih,  dikembangkan  dan  digunakan secara tepat dan baik, akan memberi manfaat yang sangat besar bagi para guru dan siswa. Secara umum manfaat yang dapat diperoleh adalah proses pembelajaran lebih menarik,  lebih  interaktif,  Animasi  Sistem  multimedia  komputer  interaktif  Audio Grafik Video Teks jumlah waktu mengajar dapat dikurangi, kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan dan proses belajar mengajar dapat dilakukan dimana dan kapan saja, serta sikap belajar siswa dapat ditingkatkan.

Menurut Daryanto (2010) Terdapat keunggulan dari sebuah multimedia pembelajaran, yaitu:
1.   Memperbesar benda yang sangat kecil dan tidak tampak oleh mata, seperti bakteri.
2.   Memperkecil benda yang sangat besar yang tidak mungkin dihadirkan ke sekolah, seperti gajah, rumah, gunung, dan lain-lain.
3.   Menyajikan  benda  atau  peristiwa  yang  kompleks,  rumit  dan  berlangsung cepat atau lambat, seperti sistem tubuh manusia, bekerjanya suatu mesin, beredarnya planet Mars, berkembangnya bunga dan lain-lain.
4.   Menyajikan benda atau peristiwa yang jauh, seperti bulan, bintang, salju, dan lain-lain.
5.   Menyajikan benda atau peristiwa yang berbahaya, seperti lletusan gunung berapi, harimau, racun, dan lain-lain.
6.   Meningkatkan daya tarik dan perhatian siswa.

Menurut Trianto (2010) Keuntungan dari media pembelajaran antara lain:
1)   Gairah belajar meningkat
2)   Siswa berkembang menurut minat dan kecepatannya
3)   Interaksi langsung dengan lingkungan
4)   Memberikan perangsang dan mempersamakan pengalaman
5)   Menimbulkan persepsi akan sebuah konsep yang sama

Daryanto (2010) memaparkan beberapa fungsi multimedia interaktif di dalam pembelajaran sebagai berikut:
1.   Mampu memperkuat respon pengguna secepatnya dan sesering mungkin.
2.   Mampu   memberikan   kesempatan   kepada   siswa   untuk   mengontrol   laju kecepatan belajarnya sendiri
3.   Memperhatikan   bahwa   siswa   mengikuti   suatu   urutan   yang   jelas   dan terkendalikan

2.   Hasil Belajar
1.   Pengertian Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan bagian terpenting dalam pembelajaran. Nana Sudjana (2009) mendefinisikan hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang lebih luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dimyati dan Mudjiono (2006) juga menyebutkan hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan  tindak  mengajar. Dari  sisi  guru,  tindak  mengajar diakhiri  dengan proses evaluasi hasil belajar. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya pengajaran dari puncak proses belajar.
Benjamin S. Bloom (Dimyati dan Mudjiono, 2006) menyebutkan enam jenis perilaku ranah kognitif, sebagai berikut:
a.    Pengetahuan, mencapai kemampuan ingatan tentang hal yang telah dipelajari  dan  tersimpan  dalam  ingatan.  Pengetahuan  itu  berkenaan dengan fakta, peristiwa, pengertian kaidah, teori, prinsip, atau metode.
b.   Pemahaman, mencakup kemampuan menangkap arti dan makna tentang hal yang dipelajari.
c.    Penerapan, mencakup kemampuan menerapkan metode dan kaidah untuk menghadapi masalah yang nyata dan baru. Misalnya, menggunakan prinsip.
d.   Analisis,  mencakup  kemampuan  merinci  suatu  kesatuan  ke  dalam bagian-bagian  sehingga  struktur  keseluruhan  dapat  dipahami  dengan baik. Misalnya mengurangi masalah menjadi bagian yang telah kecil.
e.    Sintesis, mencakup kemampuan membentuk suatu pola baru. Misalnya kemampuan menyusun suatu program.
f.    Evaluasi, mencakup kemampuan membentuk pendapat tentang beberapa hal berdasarkan kriteria tertentu. misalnya, kemampuan menilai hasil ulangan.

Berdasarkan pengertian hasil belajar di atas, disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan  yang dimiliki siswa  setelah menerima pengalaman belajarnya. Kemampuan-kemampuan tersebut mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil belajar dapat dilihat melalui kegiatan evaluasi yang bertujuan untuk mendapatkan data pembuktian yang akan menunjukkan tingkat kemampuan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Hasil belajar yang diteliti dalam penelitian ini adalah hasil belajar kognitif IPA yang mencakup tiga tingkatan yaitu pengetahuan (C1), pemahaman (C2), dan penerapan (C3). Instrumen yang digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa pada aspek kognitif adalah tes tertulis.

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Hasil belajar sebagai salah satu indikator pencapaian tujuan pembelajaran di kelas tidak terlepas dari faktor-faktor  yang mempengaruhi hasil belajar itu sendiri. Sugihartono, dkk. (2007), menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar, sebagai berikut:
a.   Faktor internal
adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar. Faktor internal meliputi: faktor jasmaniah dan faktor psikologis.

b.   Faktor eksternal
adalah  faktor  yang  ada  di  luar  individu.  Faktor  eksternal  meliputi:
faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat.
Berdasarkan  faktor-faktor  yang  mempengaruhi  hasil  belajar  di  atas, peneliti menggunakan faktor eksternal berupa penggunaan multimedia interaktif.

G. METODE PENELITIAN
1.   Subyek, Tempat, dan Waktu Penelitian
SDIT Darul Falah terletak di Jalan Mangga No. 05 Kabupaten Ponorogo. Penelitian  tindakan  kelas  ini  dilaksanakan  pada  semester  I  bulan  November- Desember Tahun Ajaran 2018/2019. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas IV SDIT Darul Falah. Siswa kelas IV berjumlah 32 anak yang terdiri dari 12 anak laki- laki dan 20 anak perempuan. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah: siswa, guru, teman sejawat, dan dokumen.

2.   Teknik Pengumpulan Data dan Analisis Data
Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini antara lain observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Prosedur analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

3.   Langkah-langkah Perencanaan PTK

Dalam tahap perencanaan peneliti melakukan 6 kegiatan utama; meneliti kelas untuk   menentukan   dan   merumuskan   masalah   penelitian,   mentukan   tindakan, membuat Rencana Pelakasanaan Pembelajaran Perbaikan, membuat lembaran observasi, menentukan jadwal penelitian, dan membuat matrik metodologi penelitian. 





Download Contoh Proposal PTK
Untuk unduh atau Download Contoh Proposal PTK ini secara lengkap silakan klik tautan dibawah ini:

Demikian Contoh Proposal PTK yang berjudul Penggunaan Multimedia Interaktif Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Tema Selalu Berhemat Energi Pada Siswa Kelas IV SDIT Darul Falah Ponorogo semoga dapat sobat unduh atau Download semoga bermanfaat.

Artikel Menarik Lainnya



Berlangganan via Email