Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Contoh Proposal PTK: Penerapan Model Permainan Sirkuit Matematika Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Konsep Bangun Datar Pada Siswa Kelas I SD Negeri Pancur 1 Botolinggo Bondowoso





Proposal PTK (Penelitian Tindakan Kelas) adalah proposal yang dibuat oleh peneliti untuk mengadakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan di dalam kelas dengan melakukan PTK guna memperbaiki pembelajaran pada kelas yang diteliti dan meningkatkan proses belajar mengajar siswa pada kelas tertentu. Namun tidak semua kelas yang hendak di lakukan PTK, seperti halnya tadi hanya kelas kelas tertentu, misal kelas yang dianggap bermasalah, atau poses blajar mengajar kelas tersebut tidak optimal atau terdapat masalah lainnya.
 
Contoh Proposal PTK: Penerapan Model Permainan Sirkuit Matematika Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Konsep Bangun Datar Pada Siswa Kelas I SD Negeri Pancur 1 Botolinggo Bondowoso
Contoh Proposal PTK: Penerapan Model Permainan Sirkuit Matematika Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Konsep Bangun Datar Pada Siswa Kelas I SD Negeri Pancur 1 Botolinggo Bondowoso
Unsur PTK
Dalam Penelitian Tindakan Kelas ada beberapa unsur yang terkandung di dalamnya yang sangat khas yaitu sebagai berikut:
1.   PTK di laksanakan oleh pendidik yaitu guru/pengajar, apa bila dalam kelas tersebut terdapat masalah
2.   PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dilakukan bahwa memang benar masalah yang di hadapi oleh guru pada kelas tersebut
3.   PTK memang harus didakan karena masih banyak proses pembelajaran yang harus dimaksimalkan oleh pendidik/guru.

Contoh Proposal PTK
Berikut ini adalah Contoh Proposal PTK yang berjudul Penerapan Model Permainan Sirkuit Matematika Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Konsep Bangun Datar Pada Siswa Kelas I SD Negeri Pancur 1 Botolinggo Bondowoso. Contoh Proposal dibawah ini hanya bersifat petikan. Untuk versi lengkap atas Laporan PTK dengan judul diatas silakan Download Contoh Proposal PTK.
………………………………………………………………………..
 A.           KAJIAN PUSTAKA

1.        Model Permainan Sirkuit Matematika
Sebuah permainan yang menggunakan alat peraga bernama sirkuit matematiaka.sirkuit Matematika adalah Alat peraga yang terinspirasi dari permainan tradisional yang sering dimainkan oleh anak kecil, yaitu permainan ular tangga. Materi yang disajikan dalam permainan adalah Bangun Datar. Permainan ini dibuat untuk menguatkan konsep siswa tentang bangun datar, khususnya tentang luas daerah bangun datar untuk siswa kelas tinggi, sedangkan untuk siswa kelas rendah hanya pada jenis jenis dan ciri-ciri bangun datar.
2.        Penggunaan Model Permainan Sirkuit Matematika Pada Pembelajaran Matematika
Dengan bermain sirkuit matematika, diharapkan siswa dapat dengan mudah mengingat rumus luas daerah beberapa bangun datar , seperti rumus luas daerah persegi, persegi panjang, jajar genjang, belah ketupat, dan lain-lain. Atau ciri-ciri bangun bangun datar  dilihat dari banyak sisi seperti, sisi segitiga, sisi segiempat, dan sisi lingkaran.
Adapun perlengkapan yang di gunakan dalam permaian sirkuit matematika, sebagai berikut:
a.       Papan Permainan
Papan permainan setiap kotak bergambar bangun datar , dan juga dilengkapi dengan gambar tanda panah yang mengarah ke bawah dan ke atas seperti ular dan tangga pada permainan ular tangga yang kita kenal bersama. Dalam permainan ular tangga, selain papan permainan, terdapat pula dadu dan pion-pion




b.      Dadu untuk bermain
Dadu yang dibuat untuk sirkuit matematika ini Ada yang berbeda dengan dadu yang kita kenal selama ini.sikuit matematika terdiri dari enam sisi yang bertuliskan rumus-rumus luas daerah bangun datar untuk siswa kelas tinggi dan jenis-jenis atau ciri-ciri bangun datar diliat dari banyak sisi atau sudut untuk siswa kelas rendah. Kelemahan dari permainan ini adalah bangun datar yang dapat ditampilkan pada permainan ini hanya enam buah saja
c.       Pion-pion yang Digunakan untuk Bermain
Sebenarnya, pion yang digunakan bisa bermacam-macam. tetapi yang digunakan dalam laporan ini yaitu tiga buah tutup spidol dengan warna yang berbeda yaitu . Pion digerakkan pada letak bangun datar yang sesuai dengan rumus luas daerah atau ciri-ciri pada bangun datar yang diperoleh setelah melakukan pengocokan dadu.
3.        Hasil Belajar
Menurut sudjana ( 1990;22 ), hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki oleh siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya atau pada hakikatnya hasil belajara adalah perubahan tingkah laku siswa setelah melakukan pembelajaran yang biasanya ditunjukan dalam bentuk nilai atau angka. Menurut Nurkecana dan Sumartana ( 1986:34), tes adalah cara untuk mengadakan penilaian yang berbentuk tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh anak atau sekelompok anak sehingga menghasilkan suatu nilai tentang tingkah laku atau prestasi anak tersebut yang dapat dibandingkan dengan nilaiyang dicapai oleh anak-anak lain atau dengan nilai standart yang ditetapkan dan jenis tes yang digunakan pada umumnya digolongkan menjadi dua yaitu tes individu dan tes kelompok. Hasil belajar adalah keberhasilan siswa setelah mengalami proses belajar berupa materi pelajaran matematika. Siswa dinyatakan berhasil dalam proses pembelajaranya apabilatujuan pembelajarannya tercapai. Sebagai kegiatan yang berupaya untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai tujan yang ditetapkan, maka evaluasi hasil belajar memiliki sasaran berupa ranah-ranah yang terkandung dalam tujuan. Ranah tujuan pendidikan berdasarkan hasil belajar siswa secara umum daat diklasifikasikan menjadi tiga, yakni ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotorik (Dimyati dan Mudjiono, 2002:2001)
4.        Bangun Datar
Bangun datar adalah bagian dari bidang datar yang dibatasi oleh garis-garis lurus atau lengkung (Imam Roji, 1997).Bangun datar dapat didefinisikan sebagai bangun yang rata yang mempunyai dua demensi yaitu panjang dan lebar, tetapi tidak mempunyai tinggi atau tebal (Julius Hambali, Siskandar, dan Mohamad Rohmad, 1996)
Berdasarkan pengertian tersebut dapat ditegaskan bahwa bangun datar merupakan bangun dua demensi yang hanya memiliki panjang dan lebar, yang dibatasi oleh garis lurus atau lengkung.

B.       METODE PENELITIAN
1.         Subjek Penelitian
Mata pelajaran yang menjadi subjek penelitian adalah matematika pada materi bangun datar, kelas 1 SD Negeri Pancur 1 Botolinggo Bondowoso. Penelitian ini rencananya akan dilaksanakan selama 2 bulan yaitu mulai Juli sampai dengan September 2018.
2.         Teknik Pengumpulan Data
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:
a.       Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP)
Yaitu merupakan perangkat pembelajaran yang digunakan sebagai pedoman guru dalam mengajar dan disusun untuk tiap putaran. Masing-masing RPP berisi kompetensi dasar, indikator pencapaian hasil belajar, tujuan pembelajaran khusus, dan kegiatan belajar mengajar.

b.      Lembar Kegiatan Siswa
Lembar kegiatan ini yang dipergunakan siswa untuk membantu proses pengumpulan data hasil kegiatan pemberian tugas.
c.       Tes formatif
Tes ini disusun berdasarkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, digunakan untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep matematika pada pokok bahasan sistem persamaan dua variabel. Tes formatif ini diberikan setiap akhir putaran. Bentuk soal yang diberikan adalah pilihan guru (objektif). Sebelumnya soal-soal ini berjumlah 46 soal yang telah diujicoba, kemudian penulis mengadakan analisis butir soal tes yang telah diuji validitas dan reliabilitas pada tiap soal. Analisis ini digunakan untuk memilih soal yang baik dan memenuhi syarat digunakan untuk mengambil data
3.         Teknis Analisis Data
Untuk mengetahui keefektivan suatu metode dalam kegiatan pembelajaran perlu diadakan analisa data. Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui prestasi belajar yang dicapai siswa juga untuk memperoleh respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran serta aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Untuk menganalisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir putaran. Analisis ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana yaitu:


Download Contoh Proposal PTK
Untuk unduh atau Download Contoh Proposal PTK ini secara lengkap silakan klik tautan dibawah ini:

Demikian Contoh Proposal PTK yang berjudul Penerapan Model Permainan Sirkuit Matematika Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Konsep Bangun Datar Pada Siswa Kelas I SD Negeri Pancur 1 Botolinggo Bondowoso semoga dapat sobat unduh atau Download semoga bermanfaat.

Artikel Menarik Lainnya