Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pelaksanaan Program Unggulan Sekolah Untuk Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat Desa Sekarjati Terhadap Eksistensi Sekolah Negeri


PELAKSANAAN PROGRAM UNGGULAN SEKOLAH
UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT DESA SEKARJATI TERHADAP EKSISTENSI SEKOLAH NEGERI


SKRIPSI


Pelaksanaan Program Unggulan Sekolah
Pelaksanaan Program Unggulan Sekolah


OLEH :
MARIYADI
NIM. 1702101288P



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI MADIUN
Agustus 2019



.......................................................................................................................


PELAKSANAAN PROGRAM UNGGULAN SEKOLAH
UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT DESA SEKARJATI TERHADAP EKSISTENSI SEKOLAH NEGERI


SKRIPSI

Diajukan kepada UNIVERSITAS PGRI MADIUN untuk Memenuhi Salah Satu
Persyaratan dalam Menyelesaikan Program Sarjana Strata  1
Pendidikan Guru Sekolah Dasar





OLEH :
MARIYADI
NIM. 1702101288P




PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI MADIUN
Agustus 2019



LEMBAR PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING

Skripsi oleh Mariyadi telah diperiksa dan disetujui untuk diuji.

Madiun, 18 Juni 2019
Pembimbing 1,


Drs. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd
NIDN. 0019116601


Madiun, 18 Juni 2019
Pembimbing 1I,


Elly’s Mersina Mursidik, S.Pd, M.Pd
NIDN. 0705038201








LEMBAR PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN PANITIA UJIAN
Skripsi oleh Mariyadi telah dipertahankan di depan panitia penguji pada hari Sabtu, 22 Juni 2019

Panitia  Penguji




Drs. Ibadullah Malawi, M.Pd
Ketua
NIDN. 0715056201




Dewi Tryanasari, S.Pd



Sekretaris
NIDN. 0709088001




Drs. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd



Anggota
NIDN. 0705038201




Elly’s Mersina Mursidik, S.Pd, M.Pd



Anggota
NIDN. 0705038201




Raras Setyo Retno, S.Pd, M.Pd



Anggota
NIDN. 0718058603


Mengetahui:
Mengesahkan:
Dekan FKIP,




Dr. drh. C. Novi Priamini, M.Pd
Kaprodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar,




Dewi Tryanasari, S.Pd
NIDN. 0727116903
NIDN. 0709088001





PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama
:
Mariyadi
NIM
:
1702101288P
Program Studi
:
Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Fakultas
:
Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Menyatakan dengan sebenarnya, bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri, bukan merupakan pengambilalihan tulisan atau pikiran orang lain yang saya akui sebagai hasil tulisan atau pikiran saya sendiri.
Apabila dikemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan skripsi ini plagiat, maka saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut.


Madiun, 27 Mei 2019
Yang membuat pernyataan,


MARIYADI                      
NIM. 1702101288P






MOTTO :
Belajarlah diwaktu pagi, supaya dapat bekerja diwaktu siang, sehingga dapat makan kenyang diwaktu sore dan dapat tidur nyenyak di waktu malam


SKRIPSI INI KUPERSEMBAHKAN KEPADA:
Ibu, Istri dan anak-anakku tercinta
Suparmi (Ibu)
Dzun Nuraini (Istri)
Tiffany Erum Latifa (Anak)
Trengginas Rafif Dwipradipta (Anak)









KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmad-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi berjudul “Pelaksanaan Program Unggulan Sekolah Untuk Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat Desa Sekarjati Terhadap Eksistensi Sekolah Negeri”.
Penulis menyadari bahwa selama proses hingga terselesaikannya skripsi ini banyak mendapatkan kontribusi dari berbagai pihak. Maka dari itu, pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih atas segala bantuan dan dukungan yang telah diberikan, yakni kepada:
1.  Bapak Dr. H. Parji, M.Pd, Rektor Universitas PGRI Madiun yang telah memberikan banyak nasihat dan dorongan bagi penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.
2.  Ibu Dr. drh. C. Novi Primiani, M.Pd, Dekan Universitas PGRI Madiun yang telah memberikan banyak nasihat dan dorongan bagi penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.
3.    Ibu Dewi Tryanasari, M.Pd, Kepala Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas PGRI Madiun yang telah memberikan banyak nasihat dan dorongan bagi penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.
4.    Bapak Drs. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd, Dosen Pembimbing I yang dengan bijaksana memberikan bimbingan dan saran selama penyusunan hingga terselesaikannya skripsi ini.
5.    Bapak Elly’s Mersina Mursidik, S.Pd, M.Pd, Dosen Pembimbing II yang dengan bijaksana memberikan bimbingan dan saran selama penyusunan hingga terselesaikannya skripsi ini.
6.    Segenap Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang telah mendidik dan memberikan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi penulis.
7.    Bapak Sugeng Pambudi, Kepala Desa Sekarjati yang telah memberikan penjelasan secara rinci mengenai karakteristik masyarakat desa Sekarjati Kecamatan Karanganyar.
8.    Bapak Bambang Riwanta, S.Pd, Kepala SDN Sekarjati 1 dan Bapak Sugiyarno, S,Pd selaku kepala SDN Sekarjati 2 yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk mengadakan penelitian sehingga terselesaikannya skripsi ini.
9.    Para responden: Kepala SDN Sekarjati 1 dan SDN Sekarjati 2, wali murid, tokoh masyarakat desa Sekarjati yang telah membantu penulis untuk melakukan penelitian dan memberikan informasi yang bermanfaat sampai dengan terselesaikannya skripsi ini.
10.    Teman-teman sejawat yang berjasa dalam penelitian ini yang telah memberikan saran dan masukan dalam penelitian ini.
11.    Pihak-pihak lain yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu, atas bantuannya baik secara langsung maupun tidak langsung bagi penulis hingga terselesaikannya skripsi ini.
Penulis menyadari bahwa dalam skripsi ini masih terdapat banyak kekurangan, baik dalam bentuk maupun isi. Oleh karena itu, penulis sangat menghargai adanya saran dan kritik dari semua pihak yang bersifat membangun guna menyempurnakan skripsi ini.
Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi penulis maupun pembaca.
Madiun, 17 Juni 2019
         Penulis
        Mariyadi




DAFTAR ISI


Halaman
HALAMAN JUDUL ………………………………………………
i
LEMBAR PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ……………
ii
LEMBAR PENGESAHAN PANITIA PENGUJI SKRIPSI ………
iii
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ………………………
iv
MOTTO DAN KATA PERSEMBAHAN ………………………
v
KATA PENGANTAR ………………………………………………
vi
DAFTAR ISI …………………………………………….………
viii
DAFTAR TABEL …………………………………………………
x
DAFTAR GAMBAR ………………………………………………
xi
DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………………
xii
ABSTRAK ………………………………………………………
xiii
BAB I
PENDAHULUAN …………………………………
1

A.   Latar Belakang  ………………………………
1

B.   Fokus Penelitian .. ………………………………
5

C.   Tujuan Penelitian  ………………………………
5

D.   Manfaat Penelitian ……………………………
6

E.    Definisi Istilah ………………………………
7
BAB II
KAJIAN PUSTAKA  ………………………………
9

A.  Kajian Teori ……………………………………
9

B.  Kajian Penelitian yang Relevan  ……………
24

C.  Kerangka Berpikir …………………………
28
BAB III
METODE PENELITIAN  
31

A.  Pendekatan dan Jenis Penelitian  ………………..
31

B.  Tempat dan Waktu Penelitian 
32

C.  Sumber Data  ……………………………..
33

D.  Instrumen Penelitian 
34

E.   Teknik Pengumpulan Data  
39

F.   Teknik Analisis Data …………………………….
41

G.    Prosedur Penelitian 
43
BAB IV
HASIL PENELITIAN 
47

A.  Paparan Data 
47

B.  Validasi Data 
56

C.  Analisis Data 
58
BAB V
PEMBAHASAN 
60

A.  Pembahasan Hasil Penelitian 
60

B.  Simpulan Hasil Pembahasan 
64
BAB VI
PENUTUP …...
68

A.      Simpulan 
68

B.       Saran 
69
DAFTAR PUSTAKA  
71
LAMPIRAN 
73
DAFTAR RIWAYAT HIDUP 
74








DAFTAR TABEL



Halaman
Tabel 3.1.
Tabel waktu dan tahapan penelitian
32
Tabel 3.2.
Pedoman dan Kisi-kisi Pembuatan Angket
35
Tabel 4.1.
Deskripsi responden
46
Tabel 4.2.
Hasil jawaban responden tentang pelaksanaan program unggulan sekolah
47
Tabel 4.3.
Hasil jawaban responden tentang faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program unggulan sekolah
49
Tabel 4.4.
Hasil jawaban responden tentang adanya solusi untuk mengatasi hambatan pelaksanaan program unggulan sekolah
50
Tabel 4.5.
Transkrip hasil wawancara kepala SDN Sekarjati 1
52
Tabel 4.6.
Transkrip hasil wawancara kepala SDN Sekarjati 2
54
Tabel 4.7.
Analisis Data Terhadap Fokus Penelitian





DAFTAR GAMBAR



Halaman
Gambar 2.1. 
Kerangka Berpikir
29
Gambar 3.1.
Prosedur Penelitian
45








DAFTAR LAMPIRAN



Halaman
Lampiran 1
Pengajuan judul skripsi

Lampiran 2
Surat ijin penelitian

Lampiran 3
Surat persetujuan penelitian

Lampiran 4
Berita acara bimbingan dan validasi sumber pustaka skripsi

Lampiran 5
Foto-foto






ABSTRAK


Mariyadi. 2019. Pelaksanaan Program Unggulan Sekolah Untuk Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat Desa Sekarjati Terhadap Eksistensi Sekolah Negeri. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP, UNIVERSITAS PGRI MADIUN. Pembimbing (1) Drs. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd. (1I) Elly’s Mersina Mursidik, S.Pd, M.Pd.

Kepercayaan masyarakat merupakan kunci diakuinya eksistensi suatu sekolah. Untuk dapat bertahan, sekolah negeri di Desa Sekarjati Kecamatan Karanganyar melaksanakan program berupa program peningkatan keimanan dan ketaqwaan dan ekstrakurikuler. Sehingga peneliti menentukan judul penelitian ini adalah “Pelaksanaan Program Unggulan Sekolah Untuk Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat Desa Sekarjati Terhadap Eksistensi Sekolah Negeri”. fokus penelitian ini adalah untuk menganalisa pelaksanaan program unggulan sekolah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat Desa Sekarjati terhadap eksistensi sekolah negeri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, sumber data diperoleh dari kepala SDN Sekarjati 1 dan 2, wali murid  kelas 4 sampai dengan kelas 6 dari SDN Sekarjati 1 dan 2 yang diambil sampel sebanyak 2 orang setiap kelasnya, masyarakat sekitar yang berdomisili maksimal 300 meter dari lingkungan sekolah dan diambil 2 orang untuk setiap sekolahnya. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dan selanjutnya dianalisis berlandaskan pada nilai-nilai dalam bentuk analisis induktif. Hasil menunjukkan sekolah melaksanaan program unggulan yang berupa program pembinaan keimanan dan ketaqwaan serta program kecakapan hidup dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler, terdapat faktor pendukung berupa antusiasme dari siswa, orang tua siswa serta masyarakat sekitar yang menanggapi positif terhadap pelaksanaan program unggulan tersebut serta kecakapan kepala sekolah sebagai pimpinan serta kredibilitas guru yang mumpuni.  Sedangkan faktor penghambatnya berupa kurangnya tenaga pendidik yang memiliki keahlian memadai sesuai dengan bidangnya serta ada beberapa orang tua siswa yang tidak mendukung pelaksanaan program tersebut. Solusi untuk mengatasinya adalah dengan mendatangkan tenaga ahli dari luar sekolah, musyawarah dengan pihak komite dan alumni untuk membahas kekurangan fasilitas.

Kata kunci:   Kepercayaan Masyarakat, Program Unggulan Sekolah, Eksistensi Sekolah Negeri.









BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Pendidikan di sekolah dasar adalah lembaga yang dikelola dan diatur oleh pemerintah yang bergerak di bidang pendidikan dan diselenggarakan secara formal yang berlangsung selama 6 tahun mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 untuk anak atau siswa-siswi di seluruh indonesia tentunya dengan maksud dan tujuan yang tidak lain agar anak indonesia menjadi seorang individu yang telah diamanatkan atau yang sudah dicita-citakan dalam Undang-undang Dasar 1945 (Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan).
Sekolah negeri adalah sekolah yang dibiayai negara baik itu pemerintahan pusat maupun daerah. Dari segi pendidik, sekolah negeri sebagian besar pendidiknya berstatus pegawai negeri namun bila mengalami kekurangan tenaga pendidik, sekolah akan dibantu oleh guru yang berstatus honorer. Sehingga untuk permasalahan kekurangan tenaga pengajar bisa diatasi dengan mudah sehingga kualitas pendidikan akan tetap terjaga. Sekolah negeri baik Sekolah Standar Nasional (SSN), Rintisan Sekolah Berstandar Nasional (RSBI), maupun Sekolah Berbasis Internasional (SBI) harus mengikuti Kurikulum yang sudah disamakan oleh Departemen Pendidikan. Kurikulum ini membuat siswa sekolah  negeri tidak mengalami kesulitan ketika mengikuti Ujian Nasional (UN) untuk kelulusannya.
Effendy (dalam Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah, 2018:9) menyampaikan bahwa tujuan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah untuk membebaskan pungutan biaya operasional sekolah bagi seluruh peserta didik SD/SDLB/SMP/SMPLB yang diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Sehingga dilihat dari segi biaya pendidikan, sekolah negeri penulis nilai jauh lebih murah untuk  kelangsungan kegiatan belajar mengajar.
Desa Sekarjati adalah salah satu dari 7 desa yang berada di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi. Secara geografis, Desa Sekarjati terletak tepat di sebelah utara sungai bengawan solo serta berbatasan langsung dengan Desa Bangunrejo di sebelah utara, Desa Sriwedari di sebelah timur dan Desa Pandean di sebelah barat. Jika memperhatikan hal tersebut, penulis berasumsi bahwa masyarakat Desa Sekarjari akan mempercayakan anak-anaknya untuk mengenyam pendidikan di sekolah berstatus negeri yang ada di desa tersebut. Hal itu senada dengan yang disampaikan oleh Pambudi (2019) memberikan pendapat sebagai berikut; Masyarakat Desa Sekarjati merupakan masyarakat yang homogen dan bermata pencaharian mayoritas sebagai petani. Jika melihat kondisi dari segi perekonomian dan kehidupan sosial, masyarakat akan menyekolahkan anak-anak di sekolah dasar yang berstatus negeri. Mengingat di Desa Sekarjati terdapat dua sekolah dasar yang berstatus negeri; yaitu SDN Sekarjati 1 dan SDN Sekarjati 2. Selain bersekolah di sekolah negeri itu gratis tanpa pungutan biaya, masyarakat tidak perlu mengeluarkan tambahan biaya untuk transportasi.
Namun beberapa tahun belakangan ini, masyarakat Desa Sekarjati lebih memilih untuk menyekolahkan anak-anak ke luar kawasan Desa Sekarjati yang notabene adalah merupakan sekolah swasta dan jauh dari jangkauan dari segi jarak maupun biaya. Berdasarkan wawancara dengan bapak Bambang Riwanta dan bapak Sugiyarno, Kepala SDN Sekarjati 1 dan SDN Sekarjati 2 yang beralamat di Desa Sekarjati, memberikan argumen yang sama mengenai jumlah siswa di kedua sekolah tersebut mengalami penurunan dalam segi jumlah pada setiap tahunnya, parahnya pada tahun 2016 jumlah keseluruhan peserta didik hanya 70 siswa untuk SDN Sekarjati 1 dan 74 siswa untuk SDN Sekarjati 2. Meskipun demikian pihak sekolah tidak berputus asa untuk selalu melakukan berbagai usaha untuk meningkatkan jumlah siswa. Malahan keadaan tersebut menjadi motivasi tersendiri untuk selalu melakukan perubahan untuk kembali bangkit dari keterpurukan. Hal itu terbukti dari berbagai upaya yang telah dilakukan oleh kedua lembaga pendidikan dasar berstatus negeri tersebut telah membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Satu tahun terakhir, kemauan peserta didik yang ingin bersekolah di sekolah negeri melonjak tinggi. Sehingga menjelang masa pendaftaran siswa baru tahun ajaran 2019/2020 ini sudah ada 19 pendaftar untuk calon siswa kelas 1 di SDN Sekarjati 1 dan 12 pendaftar untuk calon siswa kelas 1 di SDN Sekarjati 2.
Adapun data penerimaan peserta didik di SDN Sekarjati 1 dan SDN Sekarjati 2 tiga tahun belakangan adalah sebagai berikut: pada tahun pelajaran 2016/2017 mendapatkan siswa baru sebanyak 7 siswa dan jumlah siswa keseluruhannya 70 siswa untuk SDN Sekarjati 1 dan menerima siswa baru sebanyak 9 siswa dan jumlah siswa keseluruhannya 74 siswa untuk SDN Sekarjati 2. Tahun ajaran 2017/2018 siswa yang lulus 11 siswa dan menerima siswa baru sebanyak 6 siswa, jumlah peserta didiknya sebanyak 74 siswa untuk SDN Sekarjati 1 dan siswa yang lulus 12 siswa dan menerima siswa baru sebanyak 6 siswa, jumlah peserta didiknya sebanyak 78 siswa untuk SDN Sekarjati 2. Tahun ajaran 2018/2019 siswa yang lulus 21 siswa dan menerima siswa baru sebanyak 10 siswa, jumlah siswanya sebanyak 80 siswa untuk SDN Sekarjati 1 dan siswa yang lulus 16 siswa dan menerima siswa baru sebanyak 8 siswa, jumlah siswanya sebanyak 78 siswa untuk SDN Sekarjati 2.
Selain melaksanakan kegiatan belajar mengajar dalam kelas, di SDN Sekarjati 1 dan SDN Sekarjati 2 ini juga terdapat beberapa kegaiatan ekstrakurikuler diantaranya pramuka, menari dan baca tulis serta tahfiz Al-Qur’an. Di kedua lembaga pendidikan tersebut juga menerapkan berbagai pembiasaan sekolah diantaranya pembiasaan shalat dhuha dan shalat dzuhur berjamaah di sekolah dan pembiasaan membaca asmaul husna dan juz ama di awal jam pelajaran pertama. (Dokumentasi 20 Mei 2019).
Permasalahan yang ada di Desa Sekarjati Kecamatan Karanganyar tentang penurunan kepercayaan masyarakat terhadap eksistensi sekolah negeri dapat ditingkatkan dengan adanya usaha tanpa putus asa untuk selalu melakukan berbagai usaha guna meningkatkan jumlah peserta didik melalui pelaksanaan program unggulan seperti, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler dan pembiasaan sekolah.  Keadaan tersebut membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di Desa Sekarjati yang diberi judul “Pelaksanaan Program Unggulan Sekolah Untuk Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat Desa Sekarjati Terhadap Eksistensi Sekolah Negeri”.
B.       Fokus Penelitian
Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, maka peneliti menentukan fokus penelitian ini adalah untuk menganalisa pelaksanaan program unggulan sekolah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat Desa Sekarjati terhadap eksistensi sekolah negeri.
C.      Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian yang berjudul “Pelaksanaan Program Unggulan Sekolah Untuk Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat Desa Sekarjati Terhadap Eksistensi Sekolah Negeri” ini adalah untuk menganalisa pelaksanaan program unggulan sekolah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat Desa Sekarjati terhadap eksistensi sekolah negeri, untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program unggulan sekolah tersebut dan untuk mendeskripsikan solusi yang dilakukan sekolah negeri dalam mengatasi hambatan dalam pelaksanaan program unggulan sekolah tersebut.
D.      Manfaat Penelitian
Penelitian yang akan dilakukan ini diharapkan akan bermanfaat terhadap pembaca baik secara teoritis maupun secara praktiis. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:
1.    Manfaat Teoritis
Hasil –penelitian ini nantinya diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang pelaksanaan program unggulan sekolah yang menarik dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap eksistensi sekolah negeri terhadap pengelola sekolah-sekolah negeri pada khususnya dan mayarakat luas pada umumnya serta akan memperbanyak refrensi penelitian bagi para peneliti selanjutnya.
2.    Manfaat Praktis
a.    Hasil penelitian ini dapat manfaatkan sebagai sumber informasi dalam
pelaksanaan program unggulan sekolah untuk menarik meningkatkan kepercayaan masyarakat.
b.    Dapat memberikan masukan untuk sekolah negeri di Desa Sekarjati tentang pelaksanaan program unggulan sekolah yang menarik untuk menarik minat peserta didik baru.
E.       Definisi Istilah
Untuk menghindari kesalahpahaman terhadap beberapa istilah dan memberikan pemahaman yang lebih baik, peneliti memberikan definisi istilah utama sebagai berikut:
1.    Program Unggulan adalah suatu rangkaian langkah-langkah yang dilaksanakan dengan urutan tertentu untuk mencapai keunggulan dalam keluaran (output) pendidikannya. Program unggulan yang dilaksanakan di sekolah negeri di Desa Sekarjati adalah kegiatan ekstrakulikuler pramuka, tari dan baca tulis serta tahfiz Al-Qur’an dan dilaksanakannya pembiasaan-pembiasaan sekolah diantaranya pembiasaan shalat dhuha dan dzuhur berjamaah di sekolah dan pembiasaan membaca asmaul husna serta Juz ‘Ama di awal jam pelajaran pertama. Semua program unggulan yang tertuang dalam kegiatan ekstrakurikuler dan pembiasaan sekolah tersebut akan menjadikan output/lulusan sekolah negeri di Desa Sekarjati menjadi lulusan yang unggul dalam pendidikannya.
2. Keyakinan serta kepercayaan merupakan sikap diri yang ditunjukkan oleh manusia saat dia merasa cukup tahu serta menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran mengenai sesuatu hal. Dalam hal ini adalah kepercayaan masyarakat Desa Sekarjati terhadap keberadaan sekolah negeri.
3.  Kata eksistensi berasal dari bahasa Latin “existere” yang berarti muncul, ada, timbul, memiliki keberadaan secara aktual. Para ahli menjelaskan pengertian eksistensi ini kedalam 4 pengertian. a). eksistensi adalah sesuatu yang ada, b). keberadaan adalah sesuatu yang mempunyai actualitas, c). eksistensi merupakan sesuatu yang ada. d). eksistensi merupakan sesuatu yang sempurna. Sekolah negeri di Desa Sekarjati merupakan hal yang nyata adanya yang terdiri dari SDN Sekarjati 1 dan SDN Sekarjati 2.








BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.      Kajian Teori
1.      Program Unggulan Sekolah
a.    Pengertian Program Unggulan Sekolah
Program unggulan berarti acara, kegiatan, rencana acara maupun rencana kegiatan yang berarti utama, diagungkan, sesuatu yang diharapkan dapat memberi nilai lebih. Nilai lebih yang dimaksud adalah nilai lebih dalam hal proses pelaksanaan maupun nilai lebih pada output atau lulusan dari lembaga yang melaksanakan program unggulan tersebut (Sudarti, 2019).
Abdullah  (dalam Pratiwi, 2017:11) menjelaskan bahwa sekolah merupakan lembaga yang dirancang untuk mendidik siswa (peserta didik) di bawah pengawasan pendidik (guru). Sebagian besar negara memiliki pendidikan formal, yang umumnya wajib, dalam upaya menciptakan anak didik agar mengalami kemajuan setelah melalui tahapan dalam proses belajar di sekolah.
Dari pendapat dari para ahli mengenai pengertian program unggulan sekolah diatas dapat disimpulkan bahwa sekolah perlu membuat program-program yang memiliki nilai lebih dalam proses pelaksanaan maupun output lulusannya sehingga akan menciptakan anak didik yang mengalami kemajuan yang berarti berdasarkan visi dan misi program unggulan tersebut.
b.    Hakikat Makna Program Unggulan
Undang-undang tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU No. 20 Tahun 2003) menyebutkan bahwa pendidikan nasional mertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik supaya menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan unggul dalam segala aspek serta bertanggung jawab. Pendidikan merupakan sebuah usaha untuk memanusiakan manusia. Hal tersebut diartikan untuk mempersiapkan manusia untuk dapat bertahan hidup serta terus melanjutkan hidup secara utuh di masyarakat baik secara individu, social creature (makhluk social) secara beradap. Pendidikan melalui belajar di sekolah merupakan kewajiban manusia karena pada dasarnya manusia diwajibkan untuk terus menuntut ilmu mulai dari ayunan hingga saat manusia dimasukkan ke liang lahat.
Sekolah dasar negeri di Desa Sekarjati yang terdiri dari SDN Sekarjati 1 dan SDN Sekarjati 2 adalah suatau lembaga pendidikan yang bertujuan mencetak generasi muda yang terampil serta unggul dalam bidang keilmuan, moral serta akhlak yang dipersiapkan supaya mampu menjawab kebutuhan lingkungan yang meliputi kemamuan memprediksi, menganalisa, dan memenuhi kebutuhan bahkan mampu menciptakan pemikiran yang andal bagi dirinya sendiri. Sekolah dasar negeri di Desa Sekarjati yang terdiri dari SDN Sekarjati 1 dan SDN Sekarjati 2 meskipun berlokasi di daerah yang jauh dari pusat keramaian namun bisa menciptakan serta dapat mengembangakan bakat dan minat peserta didik yang mempunyai kompetensi/ kemampuan yang dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dengan program unggulan sekolah yang bisa menghasilkan sumber daya/ produk unggulan seperti yang diamanatkan oleh UU RI no. 20 Tahun 2003.
c.    Tinjauan Program Unggulan di SDN Sekarjati
Riwanta (2018) dalam Program Pembiasaan dan Kegiatan Ekstrakurikuler SDN Sekarjati 1 Karanganyar Tahun 2018 menjelaskan bahwa program unggulan sekolah yang dilaksanakan di SDN Sekarjati 1 dan juga dijadikan diterapkan di SDN Sekarjati 2 dibagi menjadi dua bagian yaitu program pembinaan keimanan dan ketaqwaan dan program kecakapan hidup. Adapun jenis-jenis kegiatan dari bagian program tersebut adalah sebagai berikut:
1)   Program pembinaan keimanan dan ketaqwaan (Imtaq)
a)    Pelaksanaan Shalat dhuha Berjamaah
Pelaksanaan pembiasaan program tersebut secara berjamaah dapat melatih peserta didik untuk cinta ibadah serta sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT. Kegiatan sholat dhuha ini dilaksanakan oleh siswa seluruh siswa dengan arahan dari guru dan dikerjakan pada saat istirahat petama.

b)   Shalat Dzuhur Bersama
Sholat pada waktu dzhuhur secara berjamaah siswa kelas 1-6 dilaksanakan di sekolah dan dalam pelaksanaanya dilaksanakan di mushola sekolah secara bergiliran denagn arahan serta bimbingan oleh guru agama dan guru kelas. Sholat dzuhur secara berjamaah di sekolah ini dapat melatih kerukunan antar siswa, membiasakan diri untuk menunaikan ibadah tepat waktu dan melatih mental dan keberanian siswa, karena siswa diberikan kepercayaan untuk mengumandangkan adzan, iqomah serta membaca do’a.
c)    Membaca Asmaul Husna
Membaca asmaul husna dilaksanakan secara bersama-sama seluruh siswa kelas 1-6 dibawah bimbingan guru kelas masing-masing. Pembacaan asmaul husna ini melatih siswa untuk memperolah berbagai manfaat karena terbiasa melantunkan nama-nama Allah dengan nada nyaring.
d)   Baca Tulis dan Hafalan Al-Qur’an
Kegiatan baca tulis dan menghafal Al-Qur’an (Juz ‘Ama) dibimbing serta dinilai oleh guru agama bersama guru kelas, sesuai surat yang ditentukan pada pelajaran Agama Isloleh siswa sendiri dari Juz ‘ama dengan menggunaka system setoran.

2)   Program Kegiatan Ekstrakurikuler
a)    Kegiatan Ekstrakurikuler Kepramukaan
Ekstrakurikuler pramuka dilaksanakan setiap hari sabtu mulai jam pembelajaran pertama hingga jam ketiga. Kegiatan ini bermanfaat untuk melatih kedisiplinan, kerjasama, sikap toleransi, rasa tanggung jawab dan kemandirian siswa. Peserta kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan ini adalah siswa mulai dari kelas 3 hingga kelas 6 dengan diampu oleh guru ekstrakurikuler pramuka dan guru kelas.
b)   Kegiatan Ekstrakurikuler Menari
Ekstrakurikuler menari dilaksanakan setiap hari sabtu mulai jam pembelajaran keempat hingga jam pembelajaran keenam. Kegiatan ini bermanfaat untuk melatih siswa untuk mencintai seni dan menjunjung tinggi nilai budaya bangsa. Peserta program ekstrakurikuler menari ini adalah siswa mulai kelas 3 hingga kelas 6 dengan diampu oleh guru ekstrakurikuler menari dan guru kelas.
Berdasarkan pada beberapa istilah tersebut peneliti dapat menyimpulkan bahwa program unggulan sekolah merupakan segala kegiatan yang diagungkan dan diharapkan memiliki dan dapat memberikan nilai lebih terhadap sekolah serta menghasilkan output atau lulusan yang memiliki keunggulan sesuai dengan harapan sekolah tersebut. Pelaksanaan program unggulan sekolah yang dilaksanakan oleh suatu sekolah yang bertujuan untuk menarik minat peserta didik untuk bersekolah di sekolah tersebut.
2.      Kepercayaan (Trust)
a.    Pengertian kepercayaan
Trust merupakan kepercayaan pihak tertentu terhadap pihak lain dalam melakukan hubungan sosialnya berdasarkan suatu keyakinan bahwa orang yang dipercayainya tersebut akan memenuhi segala kewajibannya secara baik sesuai yang diharapkannya (Komara, 2016).
Yousafzai (dalam Komara, 2016:11) menjelaksan bahwa kepercayaan adalah fondasi dasar terhadap sebuah usaha. Suatu interaksi usaha antara dua belah pihak ataupun lebih akan terjadi jika diantara mereka saling percayta satu sama lain. Kepercayaan (trust) ini tidak dapat serta merta diakui oleh pihak lain/mitra usaha, melainkan menjadi suatu keharusan untuk pembangunan kepercayaan sejak awal dan selanjutnya dibuktikan.
Penulis dapat menyimpulkan bahwa kepercayaan merupakan aspek yang sangat penting terhadap sebuah kesepakatan maupun janji, serta kesepakatan/komitmen tersebut akan dapat dibuktikan bila sesuatu dianggap memiliki arti. Kepercayaan maupun keyakinan masyarakat Desa Sekarjati terhadap keberadaan sekolah negeri yang mempunyai program unggulan sekolah dan secara nyata dilaksanakan sesuai dengan visi dan misi sekolah merupakan asset penting dalam mengembangkan hubungan jangka panjang dan terbukti mampu mengatasi permasalahan dan kesulitan pemerolehan peserta didik baru.
b.    Factor pembentuk kepercayaan (Trust)
Mayer dalam Komara (2016), menjelaskan bahwa terdapat setidaknya 3 faktor pembentuk kepercayaan (trust) dari orang satu terhadap yang lainnya yaitu ability (kemampuan), benevolence (kebaikan hati), serta integrity (integritas). Adapun penjelasan dari 3 faktor tersebut adalah:
1)   Ability (Kemampuan)
Ability (kemampuan) disini adalah terkait acuan terhadap kemampuan seseorang dalam mempengaruhi maupun mendominasi orang lain/pihak laindalam ranah yang spesifik ataupun khusus. Dalam hal ini, bagaimana penjual mampu menyediakan, melayani, sampai mengamankan dari gangguan pihak lain. Artinya adalah jika konsumen mendapatkan jaminan kepuasan dan keamanan dari penjual dalam melakukan transaksi. Kim et al dalam Komara (2016) menjelaskan jika kemampuan meliputi kompetensi, pengalaman, pengesahan secara kelembagaan, serta kemampuam dalam bidang ilmu pengetahuan (knowledge).
2)   Benevolence (Kebaikan hati)
Kebaikan hati adalah keinginan penjual dalam memberi kepuasan yang saling menguntungkan antara dirinya dengan konsumen. Penjual tidaklah semata-mata mengejar keuntungan maksimal semata, melainkan juga memiliki perhatian yang sangat besar dalam mewujudkan kepuasan konsumen. Menurut Kim et al. (2003), benevolence meliputi perhatian, empati, keyakinan, dan daya terima.
3)   Integrity (Integritas)
Integritas disini dikaitkan dengan bagaimanakah tingkah laku maupun kebiasaan dari penjual menjalankan usahanya. Yang disampaikan terhadap pembeli adalah suatu kebenaran ataukah tidak (fakta sebenarnya). Mutu hasil produksi (produk) yang sedang dijual tersebut terpercaya ataukah tidak. Selanjutnya Kim juga mengemukakan juka integritas dapat dilihat baik dari segi  kewajaran (fairness), pemenuhan (fulfillment), kesetiaan (loyalty), keterus-terangan (honestly), keterkaitan (dependability), serta kehandalan (reliabilty).
Trust (Kepercayaan) masyarakat kepada sekolah dapat dibangun dengan berbagai usaha, diantaranya dengan menghadirkan dan mengembangkan program unggulan yang menarik dan bermutu serta terarah, yang dapat memberikan nilai tambah dan langsung berhubungan dengan kebutuhan dasar masyarakat. Terlebih, kebijakan pendidikan dewasa ini memberi keleluasaan dan kekuasaan pada tiap sekolah, baik sekolah negeri maupun swasta untuk meningkatkan mutu atau kualitasnya dengan cara dan program masing-masing dan disesuaikan dengan visi dan misi sekolah.
  1. Eksistensi
a.    Arti kata eksistensi
Eksistensi merupakan kata yang berasal dari bahasa Latin yaitu existere yang mempunyai arti: muncul, ada, timbul dan berada. Eksistensi juga dapat diartikan sebagai apa yang memiliki (Markhamah, 2015). Hal itu senada dengan pendapat Heidegger (dalam Markhamah, 2015:17) yang menyatakan jika eksistensi merupakan segala sesuatu yang dialami ada dan disertai dengan penekanan lebih lanjut bahwa sesuatu tersebut ada.
Secara umum, pemahaman terhadap kata eksistensi dapat diartikan keberadaan atau sesuatu yang ada. meskipun demikian, menurut para filosof eksistensialisme, kata eksistensi diartikan sebagai sesuatu jalan atau cara yang ada pada manusia, tidak lagi apa yang ada, namun, segala sesuatu yang aktual (ada). Cara manusia ada di dunia ini brda dengan cara pada benda mati. Benda mati tidak sadar terhadap keberadaannya, tak terdapat hubungan antara benda yang satu dengan benda yang lain, walaupun benda-benda tersebut terletak berdampingan.
Keberadaan manusia di antara benda-benda mati tersebutlah yang membuat manusia berarti. Cara berada benda-benda berbeda dengan cara berada manusia. Dalam filsafat eksistensialisme, bahwa benda hanya sebatas “ada dan berada”, sedangkan manusia lebih apa yang dikatakan “ada dan berada”, bukan sebatas ada, tetapi “bereksistensi”. Hal inilah yang menunjukan bahwa manusia sadar akan keberadaanya di dunia, berada di dunia, dan mengalami keberadaanya berada di dunia. Manusia menghadapi dunia dengan caranya, mengerti apa yang akan, sedang dan telah dihadapinya, serta mengerti terhadap keberartian hidup. Hal tersebut dapat diartikan bahwa manusia merupakan subjek, yang menyadari, yang sadar akan keberadaannya. sedangkan barang-barang atau benda-benda yang disadarinya adalah merupakan obyek. Manusia mancari makna keberadaan di dunia bukan pada hakikat manusia sendiri, melainkan pada sesuatu yang berhubungan dengan dirinya.
b.    Substansi Eksistensialisme
Menurut Hadiwijiono (dalam Pratiwi, 2017:16) menyatakan bahwa terdapat beberapa subtansi maupun hal yang sama diantaranya sehingga dapat dikatakan sebagai filsafat eksistensialisme. Substansi-substansi tersebut ialah:
1. Yang menjadi motif pokok ialah cara manusia bereksistensi atau berada. Hanya manusialah yang bereksistensi. Eksistensi merupakan cara yang khas manusia berada. Pusat perhatiannya terletak pada manusia. Oleh karena itu manusia bersifat humanistik.
2. Kata bereksistensi seharusnya diartikan secara dinamis. Bereksistensi diartikan menciptakan dirinya secara aktif. Bereksistensi berarti berbuat, menjadi dan merencanakan. Setiap saat manusia menjadi lebih atau kurang dari keadaan semula.
3. Dalam filsafat eksistensialisme, manusia dipandang sebagai makhluk yang terbuka. Manusia merupakan realitas (reality) yang belum selesai dan masih harus dibentuk. Pada hakikatnya manusia terikat pada lingkungan sekitarnya, termasuk kepadan manusia lainnya.
4.  Tekanan yang diberikan oleh filsafat eksistensialisme sangat besar kepada pengalaman yang eksistensial. Arti pengalaman ini berbeda-beda antara satu filosof dengan filosof yang lainnya. Heidegger memberi tekanan kepada kematian yang menyuramkan segala sesuatu. Marchel kepada pengalaman keagamaan dan Jaspers kepada pengalaman hidup yang bermacam-macam seperti kematian, penderitaan, kesalahan, dan lain sebagainya.
Berdasarkan pada penjelasan tersebut tentang pengertian eksistensialisme, maka dapat dipahami dan di rangkum secara singkat bahwa eksistensialisme seperti yang dinyatakan oleh para ahli tersebut mempunyai arti sebagai sesuatu tindakan peduli keberadaan manusia maupun kebendaan. Para ahli eksistensi dalam mengartikan eksistensialisme, merujuk pada pusat kajiannya yaitu cara wujud manusia dan benda. Eksistensialisme berarti sebuah suatu keinginantahuan dan juga kepedualian yang besar akan persoalan hidup manusia maupun kebendaan yang dalam hal ini adalah lembaga persoalan keberadaan sekolah negeri di Desa Sekarjati.

  1. Sekolah
a.    Pengertian Sekolah
Menurut Hafid (dalam Pratiwi, 2017:11) menyatakan bahwa sekolah ialah pendidikan seseorang yang diperoleh di sekolah secara teratur, sisitematis, bertingkat, serta dengan mengikuti syarat-syarat yang tertentu (sejak pendidikan taman-kanak-kanak hingga Perguruan Tinggi). Kemudian, Abdullah (dalam Pratiwi, 2017:11) juga menyatakan bahwa Sekolah merupakan sebuah lembaga pendidikan yang dirancang untuk memberikan pengajaran terhadap siswa (atau murid) di bawah pengawasan pendidik (guru). sebagian besar negara memiliki pendidikan formal, yang umumnya wajib, dalam upaya menciptakan anak didik agar mengalami kemajuan setelah melalui proses pembelajaran.
b.    Fungsi serta tujuan sekolah dalam masyarakat
Menurut Sutisna dalam Pratiwi (2017:21) menyebutkan beberapa fungsi utama sekolah dalam masyarakat, adalah sebagai berikut;
1)   Pengabdi masyarakat,
2)   Memindahkan dan melestarikan nilai-nilai kultural generasi bangsa.
3)   Memberikan pengetahuan terhadap sikap tertib terhadap anak-anak maupun remaja.
4)   Memberikan adanya jaminan akan kemajuan social.
c.    Pengertian SD (Sekolah Dasar)
SD (Sekolah Dasar) adalah tingkat pendidikan paling dasar terhadap pendidikan formal di Indonesia. Sekolah ini biasanya ditempuh selama enam tahun, terdapat enam jenjang yaitu kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6. Dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Nomor 20 Tahun 2003) Pasal 17 mendefinisikan pengertian pendidikan dasar sebagai berikut:
1) Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah;
2) Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat.
c.    Pengertian Sekolah Negeri
Sekolah negeri diartikan sebagai sekolah yang dioperasikan/diadakan oleh pemerintah (Negara) dengan seluruh fasilitas bebas atau gratis, fasilitas gratis tersebut adalah mulai dari gedung, ruang kelas, sampai para tenaga pendidik yang digaji oleh pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia. Sedangkan sekolah swasta merupakan sekolah atau lembaga pendidikan yang didirikan dan seluruh fasilirasnya dibiayai oleh pihak swasta.  Meskipun demikian, akhir-akhir ini banyak orang tua malah memilih sekolah swasta untuk pendidikan anaknya meskipun harus merelakan diri untuk memerlukan biaya pendidikan mulai dari seragam, uang gedung, sumbangan SPP serta biaya lain-lain yang besar setiap bulannya hanya untuk memperoleh fasilitas belajar nyaman baik dari sekolah maupun dari pendidiknya (Sudarti, 2009).
d.   Perbedaan Sekolah Negeri dan Sekolah Swasta
Sudarti (2019) memberikan pendapat sebagai berikut; karena dalam sistem pendidikan di Indonesia terdapat sekolah negeri dan sekolah swasta, sekolah swasta yang sedikit banyak memilki otonominya sendiri, maka disinilah letak perbedaannya. Berbeda dengan sekolah negeri, penyelenggaraan sekolah swasta yang bermutu dan menjadi sekolah pilihan memang sudah menyatu dengan kualitas pengelolaannya yaitu para pengurus yayasan. Bagi sekolah swasta yang menjadi pilihan utama atau favorit, biasanya pelayanannya lebih berkwalitas dari pada sekolah negeri, proses campurtangan demi kemajuan sekolah sebenarnya telah dilakukan. Pengurus yayasan merupakan penggerak peningkatan mutu sekolah swasta. Dikarenakan tidak adanya campur tangan pemerintah dalam hal pengelolaan sekolah swasta dalam hal menejemen, maka berkembang tidaknya sekolah swasta dan yang membedakannya dengan perkembengan sekolah negeri meliputi 3 hal sebagai berikut ini;
a.   Dalam hal perekrutan pendidik dan tenaga pendidikan, yayasan secara leluasa siapa saja yang boleh bergabung dan tentunya akan diambil yang terbaik melalui system seleksi. Berkwalitasnya para pendidik tersebut merupakan kunci utama keberhasilan sekolah swasta disbanding sekolah negeri.
b.  Dalam menentukan arah kebijakan terhadap biaya pengelolaan sekolah, sekolah swasta memiliki aturan serta ukuran sendiri. Bukan pendidikan yang murah, namun juga bukan murahan.
c. Sekolah swasta memiliki hubungan kerja seimbang dengan tenaga pendukung dan melakukan hak dan kewajiban secara seimbang.
Berdasarkan pendapat diatas maka dapat disimpulkan jika orang tua sehaharusnya mempertimbangkan berbagai hal dalam memilih sekolah untuk ananknya seperti kesesuaian visi maupun misi sekolah, kondisi pembelajaran di sekolah, jarak ysng ditempuh dan biaya yang harus dibayarkan. Tetapi pemilihan sekolah tersebut juga seharusnya disesuaikan terhadap keinginan dari anak agar proses pendidikan atau belajarnya bisa sesuai dengan tujuan yang diharapkan oleh orang tua. Karena jika orang tua memaksakan kehedak secara sepihak tentang pilihan sekolah yang mereka anggap terbaik, penulis rasa hal tersebut akan berbanding terbalik antara harapan dan capaian pendidikan jika dilihat dari sisi efektifitas dan efisiensinya. Disisi lain, sekolah seyogyanya secara konsisten berpegang teguh dan melaksanakan apa yang menjadi visi, misi dan tujuan sekolah serta memaksimalkan fungsi HUMAS (Hubungan Masyarakat) untuk meyakinkan masyarakat bahwa sekolah tersebut dapat dijadikan pilihan utama untuk menjadi tempat menimba ilmu bagi anak-anaknya tanpa mempertimbangkan apakah itu sekolah negeri atau sekolah swasta.
B.  Kajian terhadap penelitian yang relevan
Belum terlalu banyak penelitian yang menganalisa secara ekslusif mengenai pelaksanaan program unggulan sekolah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap eksistensi sekolah negeri. Meskipun demikaian, ada beberapa penelitian yang bertemakan manajemen sekolah, pemasaran sekolah, dalam menambah jumlah siswa baru, meningkatkan kepercayaan orang tua siswa kepada sekolah negeri serta implikasi kebijakan sekolah gratis terhadap eksistensi sekolah. Penelitian-penelitian tersebut penulis anggap cukup mewakili untuk dijadikan sebagai bahan refrensi untuk mengadakan penelitian tentang pelaksanaan program unggulan sekolah yang menarik untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat Desa Sekarjati terhadap eksistensi sekolah negeri.
Berikut adalah penelitian-penelitian tersebut:
1.  Ria Komara (2016), dalam jurnal ilmiahnya yang berjudul meningkatkan kepercayaan (trust) Orang tua siswa terhadap sekolah melalui pembelajaran tahfiz (hafalan al-qur’an) di SMP Alfa Centauri.
Hasil penelitian ini adalah: faktor internal yang menjadi kekuatan organisasi adalah adanya sarana pendukung, staf pengajar tahfiz yang sesuai dengan kebutuhan, dan dasar hukum yang jelas dalam penyelenggaraan program tahfiz. Faktor peluang cukup potensial dalam pengembangan program tahfiz adalah nilai tambah program  sekolah, dukungan kementrian agama, bantuan pemerintah, ketersediaan transportasi, keinginan masyarakat, kepuasan masyarakat terhadap program tahfiz, ketersediaan  sumber daya manusia, mayoritas masyarakat muslim, kebijakan pendidikan, dan dukungan orang tua. Strategi meningkatkan kualitas program pembelajaran tahfiz adalah dengan cara memantapkan metode talaqi dengan lebih baik dan menggiatkan proses tilawah pagi dengan murojaah Al-Qur’an yang terkoordinir oleh guru tahfiz.
Penelitian diatas memiliki kesamaan terhadap penelitian yang peneliti akan lakukan yaitu meningkatkan kepercayaan orang tua siswa terhadap eksistensi sekolah.
2.  Dewa Made Dwi Kamayuda (2016), dalam Jurnal yang berjudul perencanaan strategi bersaing sekolah dalam meningkatkan jumlah peserta didik baru di salah satu sekolah swasta salatiga.
Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa posisi sekolah berada pada kuadran SO, yaitu mendukung strategi agresif dengan menggunakan kekuatan dari lingkungan internal sekolah untuk meraih peluang yang ada pada lingkungan eksternal. Perencanaan strategi bersaing sekolah yang perlu dikembangkan adalah strategi diferensiasi, yaitu: a) Meningkatkan kerjasama dan hubungan baik dengan masyarakat dengan membuat program “pengabdian masyarakat” dan melibatkan siswa. Program yang dapat dijalankan yaitu “students service community” ke pantipanti, anak jalanan ataupun masyarakat sekitar; b) Membangun kerjasama dan kepercayaan dengan dua sekolah dasar di bawah yayasan yang sama dengan melakukan sosialisasi secara rutin untuk meyakinkan lulusan kedua sekolah dasar tersebut ikut dalam penjaringan PPDB sekolah tiap tahunnya; c) Meningkatkan prestasi sekolah dengan memaksimalkan SDM yang ada dengan membentuk klub-klub prestasi baik dalam bidang akademis maupun non akademis untuk mempersiapkan siswa ikut berkompetisi di luar sekolah; d) Memaksimalkan pembelajaran ekstrakurikuler melalui program “students exhibition” dengan memanfaatkan sarana prasarana di sekolah. Kegiatan ini juga dapat digunakan sebagai program ”open house” sekolah tiap tahunnya; e) Memaksimalkan potensi guru dengan mengadakan pelatihan-pelatihan ataupun mengikutkan guru-guru dalam kegiatan seminar atau workshop di luar sekolah untuk meningkatkan kinerja guru; f) Memaksimalkan fasilitas panti asuhan dengan menawarkan kepada siswa-siswa dari luar kota saat sosialisai PPDB di sekolah-sekolah; g) Mengadakan sosialisasi rutin kepada orang tua dan membuat program-program kebersamaan dengan siswa dan orang tua murid seperti “parents & students funday” untuk meningkatkan kepercayaan dan kebersamaan dengan orang tua;
Dalam penelitian tersebut terdapat kesamaan dengan penelitian ini yaitu sama-sama meneliti tentang upaya melibatkan masyarakat, pelaksanaan program unggulan sekolah dalam bentuk ekstrakurikuler dapat meningkatkan perolehan peserta didik baru.
3.  Siti Markhamah (2015), dalam jurnal ilmiahnya yang berjudul Implikasi Kebijakan Sekolah Gratis Terhadap Eksistensi Sekolah Menengah Pertama Swasta Islam Di Surakarta Tahun 2010-2014.
Hasil dari penelitian tersebut menjelaskan jika pengaruh kebijakan sekolah gratis terhadap eksistensi sekolah swasta Islam di Surakarta tidak terlalu berpengaruh jika sekolah swasta memiliki berbagai program unggulan sehingga dapat menarik perhatian masyarakat sehingga meskipun biaya yang harus dikeluarkan oleh orang tua lebih tinggi dibandingkan dengan sekolah negeri, namun sekolah swasta tersebut tetap akan dapat mempertahankan eksistensinya dan meningkatkan prestasinya dalam mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta.
Penelitian tersebut mempunyai kesamaan dengan penelitian yang penulis akan laksanakan yaitu keduanya sama-sama membahas tentang program-program unggulan yang dapat menarik perhatian masyarakat untuk mempertahankan eksistensinya.
4. Zakiyah Eka Pratiwi (2017), dalam jurnal ilmiahnya yang berjudul pelaksanaan strategi pemasaran sekolah dalam menarik minat peserta didik baru di mi muhammadiyah bolon colomadu karanganyar tahun pelajaran 2016/2017.
Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah ternyata strategi pemasaran lembaga pendidikan untuk mendapatkan siswa baru dapat dilakukan dengan mengadakan promosi sekolah. Promosi dapat dilakukan dengan dua cara. Kedua cara tersebut adalah melalui penerimaan peserta didik baru (PPDB) serta pada saat kegiatan diluar PPDB. Promosi sekolah yang dilakukan saat PPDB yaitu dengan memasang sepanduk, banner, selebaran, pamflet serta pembagian brosur. Selain itu juga melakukan presentasi ke Sekolah-sekolah TK terdekat dan masyarakat.
Penelitian tersebut mempunyai kesamaan dengan penelitian yang penulis akan lakukan tentang penganalisaan pelaksanaan program unggulan supaya kepercayaan orang tua siswa terhadap sekolah meningkat sehingga jumlah peserta didik akan bertambah.
C.      Kerangka Berpikir
Sekolah adalah lembaga pendidikan formal sistematis dan memiliki tujuan untuk kemajuan pengetahuan peserta didiknya melalui proses belajar mengajar. Sedangkan sekolah negeri merupakan sekolah yang dioperasikan/disediakan oleh pemerintah (negara) dengan seluruh fasilitas bebas atau gratis, mulai dari gedung, kelas, tenaga pendidik yang dibayar oleh pemerintah sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) demi mencerdaskan bangsa Indonesia. Akhir-akhir ini sudah sangat banyak sekolah-sekolah baru yang berdiri, maka dari itu sekolah negeri di Desa Sekarjati yang terdiri dari SDN Sekarjati 1 dan SDN Sekarjati 2 harus meningkatkan kepercayaan masyarakat supaya keberadaan atau eksistensinya tetap terjaga.
Agar dapat meningkatkan eksistensinya, sekolah harus mampu bekerja keras menemukan terobosan baru supaya kepercayaan masyarakat meningkat dan tak kalah saing dengan sekolah lain. Salah satu usaha atau terobosan baru untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat tersebut adalah dengan melaksanakan program unggulan sekolah seperti, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler dan pembiasaan sekolah yang positif. Pelaksanaan program unggulan merupakan suatu kegiatan unggulan yang memberi nilai lebih pada sekolah atau supaya sekolah tersebut dikenal oleh masyarakat dan calon siswa baru sehingga mereka akan memperoleh kemantapan bahwa sekolah tersebut adalah pilihan utamanya.
Pelaksanaan program unggulan seperti, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler dan pembiasaan sekolah merupakan sebuah cara untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat Desa Sekarjati terhadap sekolah negeri. Dalam penyusunan dan pelaksanaan program unggulan sekolah terdapat berbagai hal yang bias dilakukan diantaranya adalah dengan mengadakan pertemuan yang mempertemukan antara otoritas desa Sekarjati, pengelola sekolah negeri di Desa Sekarjati, komite sekolah serta anggota tim ahli dalam bidang pendidikan dasar yang dalam hal ini adalah Pengawas SD UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Karanganyar. Tujuan dari pelaksanaan program unggulan sekolah yaitu supaya nama baik dan kredibilitas sekolah meningkat dan dinilai baik sesuai dengan keinginan masyarakat. Apabila citra sekolah negeri di Desa Sekarjati meningkat maka kepercayaan masyarakat juga akan meningkat sehingga pada tahun-tahun berikutnya masyarakat akan menyekolahkan annaknya ke sekolah tersebut.
Secara singkat, penulis dapat memetakan kerangka berpikir diatas sebagai berikut:


Gambar 2.1.  Kerangka Berpikir




BAB III
METODE PENELITIAN

A.      Pendekatan dan jenis penelitian
1.    Pendekatan penelitian
Jenis penelitian yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif adalah penelitian hasil analisis yang menggambarkan keadaan atau suatu fenomena maupun keadaan dengan dengan cara rangkaian kata maupun kalimat, yang selanjutnya dipilah-pilah sesuai kategori guna mendapatkan kesimpulan, Bungin (dalam Markhamah, 2015:4-5).
2.    Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif yaitu penelitian yang diarahkan untuk memberikan fenomena-fenomena, kenyataan-kenyataan maupun peristiwa-peristiwa secara akurat dan secara sistematis, mengenai sifat-sifat populasi maupun daerah tertentu. Hasil dari penelitian kualitatif ini adalah penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari informan dan perilakunya yang dapat diamati. Dengan kata lain penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendapatkan informasi-informasi yang jelas serta lengkap yang berhubungan dengan pelaksanaan program unggulan sekolah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat Desa Sekarjati terhadap eksistensi sekolah negeri.
B.       Tempat dan waktu penelitian
a.   Tempat penelitian
Peneliti menetapkan tempat yang digunakan dalam penelitian ini adalah SDN Sekarjati 1 dan SDN Sekarjati 2 Karanganyar dengan alasan karena sekolah ini melaksanakan program unggulan sekolah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap eksistensinya serta skedua sekolah tersebut mudah dari jagkauan.
b.   Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan diawali bulan Maret hingga bulan Mei 2019 secara bertahap. Adapun tahapan penelitian ini digambarkan dalam table berikut:

Tabel 3.1. Tabel waktu dan tahapan penelitian

C.      Sumber Data
Arikunto (dalam Urwatul, 2004:34) menyatakan bahwa “Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian”.  Dan Sugiyono (dalam Urwatul, 2004:34) menjelaskan jika populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari objek maupun subjek yang memiliki kwalitas dan karakteristik tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian akan dapat ditarik kesimpulannya.  Dapat ditarik kesimpulan bahwa populasi merupakan seluruh obyek atau subyek dalam penelitian yang terdiri dari manusia, benda maupun hewan serta tumbuhan.
Sampel adalah “sebagian individu yang diselidiki”, Arikunto (dalam Urwatul, 2004:34). Dan menurut Arikunto menjelaska bahwa sampel adalah  “sebagian atau wakil populasi yang diselidiki”. Dan Sugiyono (dalam Urwatul, 2004:34) menyebutkan bahwa “ sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”.
Berdasarkan pada penjelasan dari para ahli diatas penulis menentukan sumber dari data penelitian ini adalah seperti dibawah ini;
a.    Pengelola sekolah (kepala SDN Sekarjati 1 dan kepala SDN Sekarjati 2),
b.  Wali murid  kelas 4 sampai dengan kelas 6 dari SDN Sekarjati 1 dan SDN Sekarjati 2 yang diambil sampel sebanyak 2 orang setiap kelasnya,
c.    Masyarakat Desa Sekarjati yang berdomisili maksimal 300 meter dari lingkungan sekolah dan diambil 2 orang untuk SDN Sekarjati 1 dan 2 orang untuk SDN Sekarjati 2.

D.      Instrumen Penelitian
Arikunto (2008) menjelaskan bahwa pengertian Instrumen dalam penelitian adalah alat maupun fasilitas yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data-data hasil penelitian supaya pekerjaan penelitian berhasil dengan baik, lebih cermat, sistematis, lengkap supaya lebih mudah untuk diolah. Instrument dalam penelitian ini diharapkan akan dapat berfungsi dengan baik sehingga dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data serta informasi penelitian yang diinginkan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan instrument penelitian yaitu instrument observasi dan instrument wawancara.
1.    Instrumen Observasi
Instrumen observasi ini peneliti gunakan untuk menganalisa sejimlah gejala atau fenomena yang terkait denga obyek penelitian, yaitu menganalisa peningkatan kepercayaan masyarakat Desa Sekarjati terhadap eksistensi sekolah negeri melalui pelaksanaan program unggulan sekolah.
Dalam penelitian ini, untuk melihat dan mengamati peningkatan kepercayaan masyarakat Desa Sekarjati terhadap eksistensi sekolah negeri penulis menggunakan instrumen bantu berupa e-angket dalam bentuk daftar pertanyaan yang disajikan melalui google formulir yang peneliti susun pada akun google drive milik peneliti sendiri dan akan penulis publikasikan pada website pribadi penulis yang beralamatkan https://www.mariyadi.com dan selanjutnya akan penulis bagikan tautan atau link alamat angket tersebut melalui media sosial facebook dan whatsapp.
Untuk mendapatkan data atau informasi yang akurat terkait permasalahan yang diteliti, penulis menetapkan serangkaian kisi-kisi pertanyaan, serta pedoman pertanyaan yang akan peneliti gunakan untuk melakukan observasi melalui e-angket ini. Adapun kisi-kisi tersebut diambil dari 3 pertanyaan yang tertuang dalam rumusan masalah diantaranya mengenai; bagaimana pelaksanaan program unggulan sekolah dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat Desa Sekarjati terhadap eksistensi sekolah negeri, apa saja faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program unggulan sekolah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat Desa Sekarjati terhadap eksistensi sekolah negeri dan Solusi apa saja yang dilakukan oleh sekolah negeri di Desa Sekarjati dalam mengatasi hambatan dalam pelaksanaan program unggulan sekolah. Selanjutnya peneliti mengembangkan 3 soal tersebut kedalam 6 daftar pertanyaan yang dapat di jabarkan melalui tabel berikut;

No
Fokus Penelitian
Indikator
Deskripsi Jawaban
Kode
A
Pelaksanaan program unggulan sekolah di  Desa Sekarjati
1.     Menjelaskan implementasi pelaksanaan program unggulan sekolah di Desa Sekarjati
Positip
a.     Dapat menyebutkan program unggulan sekolah yang dilaksanakan serta menjabarkan dengan menyebutkan contoh
A1a
Cukup positip
b.     Dapat menyebutkan program unggulan sekolah yang dilaksanakan namun tidak menjabarkan dengan menyebutkan contoh
A1b
Kurang positip
c.     Tidak dapat menyebutkan program unggulan sekolah yang dilaksanakan
A1c
2.     Menyebutkan jenis kegiatan ekstrakurikuler dan pembiasaan sekolah
Positip
a.     Dapat menyebutkan jenis kegiatan ekstrakurikuler dan pembiasaan sekolah yang dilaksanakan serta menjelaskan manfaatnya
A2a
Cukup positip
b.     Dapat menyebutkan jenis kegiatan ekstrakurikuler dan pembiasaan sekolah yang dilaksanakan namun tidak menjelaskan manfaatnya
A2b
Kurang positip
c.     Tidak dapat menyebutkan jenis kegiatan ekstrakurikuler dan pembiasaan sekolah yang dilaksanakan
A2c
3.     Menjelaksan pelaksanaan program unggulan sekolah dapat meningkatkan jumlah peserta didik
Positip
a.     Dapat menjelaksan bahwa pelaksanaan program unggulan sekolah  dapat meningkatkan jumlah peserta didik disertai dengan alasannya
A3a
Cukup positip
b.     Dapat menjelaksan bahwa pelaksanaan program unggulan sekolah  dapat meningkatkan jumlah peserta didik namun tidak disertai dengan alasannya
A3b




No
Fokus Penelitian
Indikator
Deskripsi Jawaban
Kode



Kurang positip
c.     Tidak dapat menjelaksan bahwa pelaksanaan program unggulan sekolah  dapat meningkatkan jumlah peserta didik
A3c
B
Faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program unggulan sekolah
1.     Menyebutkan faktor yang mendukung pelaksanaan program unggulan sekolah
Positip
a.     Dapat menyebutkan faktor yang mendukung pelaksanaan program unggulan sekolah disertai dengan menunjukkan buktinya
B1a
Cukup positip
b.     Dapat menyebutkan faktor yang mendukung pelaksanaan program unggulan sekolah namun tidak menunjukkan buktinya
B1b
Kurang positip
c.     Tidak dapat menyebutkan faktor yang mendukung pelaksanaan program unggulan sekolah
B1c
2.     Menyebutkan faktor yang menghambat pelaksanaan program unggulan sekolah
Positip
a.     Dapat menyebutkan faktor yang menghambat pelaksanaan program unggulan sekolah disertai dengan menunjukkan buktinya
B2a
Cukup positip
b.     Dapat menyebutkan faktor yang menghambat pelaksanaan program unggulan sekolah namun tidak menunjukkan buktinya
B2b
Kurang positip
c.     Tidak dapat menyebutkan faktor yang menghambat pelaksanaan program unggulan sekolah
B2c
C
Solusi untuk mengatasi hambatan pelaksanaan program unggulan sekolah
3.     Menyebutkan solusi untuk mengatasi hambatan pelaksanaan program unggulan sekolah
Positip
a.     Dapat menyebutkan solusi untuk mengatasi hambatan pelaksanaan program unggulan sekolah disertai dengan menunjukkan tindakannya secara nyata
C3a
Cukup positip
b.     Dapat menyebutkan solusi untuk mengatasi hambatan pelaksanaan program unggulan sekolah namun tidak menunjukkan tindakannya secara nyata
C3b
Kurang positip
c.     Tidak dapat menyebutkan solusi untuk mengatasi hambatan pelaksanaan program unggulan sekolah
C3c

Tabel 3.2. Pedoman dan Kisi-kisi Pembuatan Angket

Observasi adalah sebuah metode yang dapat diartikan sebagai suatu tindakan mengamati diosertai dengan pencatatan secara sistematis terhadap gejala-gejala yang diamati dalam arti yang luas. Sebenarnya, observasi tidak hanya terbatas pada penyelidikan dan pengamatan yang dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Sutrisno Hadi (dalam Urwatul, 2004:34) menjelaskan bahwa observasi adalah suatu penyelidikan yang dijalankan secara sistimatis dan secara sengaja diadakan dengan menggunakan alat indera utama (mata) terhadap fenomena-fenomena yang ditangkap secara langsung pada saat kejadian tersebut berlangsung.
Jadi pengamatan (observasi) yang dimaksud di sini setelah pengamatan secara langsung terhadap obyek penelitian melalui rekapitulasi hasil pengisian angket. Metode observasi digunakan untuk memperoleh data dari tentang bagaimana pelaksanaan proram unggulan sekolah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat Desa Sekarjati terhadap eksistensi sekolah negeri.
2.    Instrumen Wawancara
Insrumen wawancara adalah pedoman penelitian yang digunakan oleh peneliti untuk melakukan wawancara terhadap informan guna mendapatkan informasi yang banyak terkait apa, bagaimana dan mengapa tentang masalah atau pertanyaan yang ditanyakan oleh peneliti. Pedoman ini berisi kisi-kisi dan garis besar pertanyaan serta pedoman penilaian jawaban hasil wawancara yang diberikan kepada obyek penelitian, Ibid (dalam Urwatul, 2004:38).
Untuk memaksimalkan hasil wawancara dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pedoman wawancara berupa daftar kisi-kisi ataupun garis besar pertanyaan dalam wawancara yang sama dengan pedoman observasi.
E.     Teknik pengumpulan data
Instrument utama dalam penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri maupun seluruh anggota tim penelitian (human instrument) yang memiliki fungsi untuk penetapan focus penelitian, memilih narasumber sebagai sumber data penelitian, pelaku pengumpulan data, menilai kwalitas data, menganalisis data, menafsirkan data serta menyimpulkan atas temuan dalam penelitiannya. (Sugiyono, 2009).
Teknik pengumpulan data adalah langkah yang paling utama
dalam setiap penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang diinginkan. Maka dari itu, supaya hasil yang didapatkan dalam penelitian ini benar-benar data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, maka teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.   Observasi
Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunya ciri yang
spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawancara. Kalau wawancara selalu berkomunikasi dengan orang, maka observasi tidak terbatas pada orang, tetapi juga obyek-obyek alam yang lain.
Sutrisno Hadi (dalam Urwatul, 2004:37) mengemukakan bahwa, observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses  biologis dan psikhologis. Dua diantara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan.
Teknik pengumpulan data dengan observasi digunakan bila
penelitian berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar. Dalam penelitian ini, penulis akan mengumpulkan data menggunakan instrument bantu berupa e-angket dalam bentuk daftar pertanyaan yang disajikan melalui google formulir yang peneliti susun pada akun google drive milik peneliti sendiri dan akan penulis bagikan kepada informan melalui blog pribadi penulis yang beralamatkan
https://www.mariyadi.com.
Subyek dalam penelitian ini adalah pelaksanaan program unggulan sekolah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat Desa Sekarjati terhadap eksistensi sekolah negeri dan evaluasi program tersebut oleh pengelola sekolah negeri di Desa Sekarjati dengan memberikan daftar pertayaan sebanyak 6 pertanyaan berdasarkan pada kisi-kisi pertanyaan pada instrumen observasi.
Selanjutnya, data yang diperoleh dari informan secara otomatis akan masuk sebagai tanggapan observasi kedalam format spreadshare milik peneliti yang selanjutnya akan dapat dilakukan pengolahan dan validasi data oleh peneliti.
2.    Wawancara
Metode wawancara adalah suatu percakapan yang diarahkan pada suatu masalah tertentu dan merupakan ssuatu proses tanya jawab lisan, dimana dua orang atau lebih berhadapa secara fisik. Ahli lain mengatakan bahwa : Interviu yang dipandang sebagai metode pengumpulan data dengan jalan tanya jawab sepihak yang dikerjakan secara sistimatis dan berdasar kepada tujuan penyelidikan. Pada umumnya dua orang atau lebih hadir secara fisik dalam proses tanya jawab dan masing-masing dapat menggunakan saluran-saluran komunikasi secara wajar dan lancer, Ibid (dalam Urwatul, 2004:38).
Berdasarkan pendapat di atas, maka wawancara sebagai metode penelitian terhadap dua pihak dan diantara kedua belah pihak tersebut memiliki perbedaan dalam kedudukan yaitu peneliti sebagai pihak pertama secara langsung memperoleh data dari pihak kedua yang disebut interviwer sebagai pemberi jawaban.
Penggunaan interview  atau wawancara dalam penelitian adalah sebagai metode kedua setelah observasi dan digunakan untuk memperoleh data tentang pelaksanaan program unggulan sekolah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat Desa Sekarjati terhadap eksistensi sekolah negeri,
Jumlah informan yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 2 orang yaitu kepala SDN Sekarjati 1 dan kepala SDN Sekarjati 2 Kecamatan Karanganyar. Alasan pemilihan informan ini adalah mereka sebagai nahkoda lembaga tentunya memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam memberikan data yang diinginkan oleh peneliti secara lengkap dan detail.
F.       Teknik analisis data
Data yang telah terkumpul selama mengadakan penelitian perlu diadakan analisis dengan ulet, cermat dan teliti sampai dapat menemukan kesimpulan yang paling obyektif dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan.
Menurut Bogdan Tylor (dalam Urwatul, 2004:39) menjelaskan bahwa analisis data sebagai proses yang terinci. Usaha secara formal untuk menemukan tema dan perumusan ide yang didasarkan oleh data sebagai usaha untuk memberikan pada tema atas ide tersebut.
Data yang terkumpul, kemudian diolah dan dicari hubungannya satu sama lain. Untuk selanjutnya disusun secara sistematis, logis dan yuridis untuk memperoleh gambaran umum mengenai pelaksanaan program unggulan sekolah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat Desa Sekarjati terhadap eksistensi sekolah negeri. Sedangkan untuk menganalisa data yang diperoleh penulis menetapkan analisa kualitatif. Dengan demikian data yang terkumpul di bahas, ditafsirkan dan dikumpulkan secara induktif sehingga dapat diberikan gambaran yang jelas mengenai hal-hal yang terjadi.
Mengingat penelitian hanya menampilkan data-data kualitatif, maka penulis menggunakan analisa data senantiasa berlandaskan pada nilai-nilai dalam bentuk analisis induktif. Analisa induktif adalah berangkat dari fakta-fakta yang khusus. Peristiwa-peristiwa yang kongkrit, kemudian dari fakta-fakta tersebut ditarik generalisasi atau kesimpulan yang ada/utama.
Menurut Ibid (dalam Urwatul, 2004:41), penggunaan analisis secara induktif dikarenakan oleh berbagai alasan. Alasan-alasan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :
1.    Prosedur induktif lebih dapat menemukan fakta-fakta sebagaimana yang terdapat dalam data.
2. Analisis induktif lebih dapat membuat hubungan antara peneliti dan informan menjadi eksplisis, dapat dikenal serta akuntabel.
3. Analisis induktif akan lebih dapat menguraikan latar belakang secara penuh dan dapat membuat kesimpulan tentang ada atau tidaknya pengalihan kepada latar yang lainnya.
4.  Analisis induktif lebih dapat menemukan pengaruh secara bersama sehingga mempertajam hubungan-hubungan.
5.  Analisis induktif akan lebih dapat memperhitungkan nilai-nilai data eksplisis sebagai bagian dari struktif analisis. 
Berdasarkan pada penjelasan tersebut maka peneliti melakukan proses analisis data secara induktif dalam menyimpulkan data hasil penelitian ini yang diperoleh dari observasi dan wawancara.
G.      Prosedur penelitian
Peneliti melakukan prosedur penelitian melalui empat tahap. Prosedur penelitian ini adalah:
1.    Tahapan Persiapan Penelitian
Dalam tahapan ini, kegiatan yang peneliti lakukan lakukan adalah sebagai berikut;
a)    Menyusun judul penelitian
b)   Pengajuan judul penelitian,
c)    Penyusunan proposal penelitian,                                       
d)   Pengajuan proposal penelitian kepada dosen pembimbing,          
e)    Melakukan survey di SDN Sekarjati 1 dan SDN Sekarjati 2,
f) Meminta surat permohonan izin penelitian di BAK Universitas PGRI Madiun,                                                                      
g)   Mengajukan surat izin penelitian ke SDN Sekarjati 1 dan SDN Sekarjati
h)  Berkonsultasi dengan kepala sekolah dan guru kelas SDN Sekarjati 1 dan SDN Sekarjati 2 untuk mengetahui bagaimana kondisi pada objek penelitian                                                                              
2.    Tahap Pelaksanaan Penelitian                                                
Kegiatan-kegiatan yang peneliti lakukan dalam tahapan pelaksanaan penelitian ini adalah;
a) Mengobservasi obyek penelitian di SDN Sekarjati 1 dan SDN Sekarjati 2 tentang  pelaksanaan, hambatan dan solusi dari hambatan dalam pelaksanaan program unggulan sekolah,                                                
b) Melakukan wawancara terhadap subjek penelitian terkait kesulitan tentang  pelaksanaan, hambatan dan solusi hambatan dalam program unggulan sekolah,          
c)   Pengolahan Data
Data-data yang telah berhasil dikumpulkan selama proses penelitian di lapangan selanjutnya diolah melalui mekanisme analisis data yang berlandaskan kepada nilai-nilai dalam bentuk analisis induktif.
Data yang terkumpul, kemudian diolah dan temukan hubungannya antara satu dengan yang lainnya. Untuk selanjutnya disusun secara logis, yuridis dan sistematis guna mendapatkan pandangan umum mengenai pelaksanaan program unggulan sekolah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat Desa Sekarjati terhadap eksistensi sekolah negeri
3.   Tahapan penulisan laporan penelitian
Setelah data berhasil dianalisis maka data yang telah berhasil didapatkan akan ditulis dan dibukukan dalam bentuk laporan hasil penelitian. Tahapan penulisan laporan ini sangat penting karena merupakan pembuktian akhir terhadap kualitas penelitian untuk menilai ketepatannya dalam menyelesaikan masalah secara faktual. Maka dari itu tidak hanya disusun dengan memperhatikan kaidah-kaidah penulisan pelap[oran karya ilmiah, akan tetapi juga harus mengandung isi yang disajikan berkwalitas.
Tahapan akhir dari penelitian yang dilaksanakan ini ialah tahap penulisan laporan. Kegiatan-kegiatan yang peneliti lakukan dalam tahapan penulisan laporan ini adalah;  a) menyusun hasil penelitian, b) berkonsultasi secara intens mengenai hasil penelitian kepada teman sejawat dan pembimbing, c) melakukan perbaikan hasil konsultasi (revisi), d) mengurus kelengkapan untuk syarat pengujian hasil penelitian, dan e) pelaksanaan pengujian hasil penelitian.
Dalam tahapan ini peneliti menyusun laporan hasil penelitian yang disesuaikan dengan kaidah-kaidah dalam menulis hasil penelitian ilmiah dan Pedoman Penulisan Skripsi Universitas PGRI Madiun tahun 2018, berkonsultasi dengan dosen pembimbing dilakukan secara berkala dan berdasarkan pada kesepakatan. Pada saat penulisan laporan hasil penelitian selesai, peneliti mengikuti pengujian hasil penelitian dengan mengikuti jadwal yang ditetapkan oleh Universitas PGRI Madiun.

Adapun prosedur penelitian digambarkan dalam gambar berikut;


Prosedur Penelitian
Prosedur Penelitian
 








BAB IV
HASIL PENELITIAN

A.      Paparan Data
Dalam penelitian ini, data yang dikumpulkan oleh peneliti diperoleh dari hasil observasi melalui penyebaran angket serta teknik wawancara. Wawancara dilaksanakan guna mengamati dan menggali informasi dari obyek yang mungkin telah terlewati dan belum terjaring dalam pengumpulan data melalui metode observasi serta dilakukan supaya memperoleh data secara langsung dari obyek penelitian. Hasil data yang sudah berhasil dikumpulkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Hasil observasi melalui penyebaran kuesioner
a.      Deskripsi Responden
Hasil Penyebaran kuesioner pada hari kamis tanggal 23 Mei 2019 kepada informan yang menjadi fokus penelitian ini berjumlah 20 orang, yaitu masing-masing 2 orang wali murid kelas 4 sampai dengan 6 dan 2 orang anggota masyarakat lingkungan sekolah untuk SDN Sekarjati 1 serta populasi sampel dengan perincian yang sama untuk SDN Sekarjati 2. Selengkapnya disajikan dalam tabel berikut:
Responden
Unsur
Jumlah
Responden SDN Sekarjati 1
Wali Murid
6
Masyarakat
4
Responden SDN Sekarjati 2
Wali Murid
6
Masyarakat
4
Jumlah
20

Tabel 4.1. Deskripsi responden
b.      Deskripsi data
Berdasarkan penyebaran angket kepada obyek penelitian yang berjumlah 20 responden, secara keseluruhan diperoleh data sebagai berikut:
1)   Hasil observasi dari responden mengenai pelaksanaan program unggulan sekolah
Berdasarkan hasil angket tentang pelaksanaan program unggulan sekolah dapat dijelaskan sebagai berikut:
Responden dari
Unsur
Kode Jawaban pada Indikator Soal
1
2
3
SDN Sekarjati 1
Wali murid 1
A1a
A2b
A3a
Wali murid 2
A1a
A2a
A3a
Wali murid 3
A1a
A2a
A3a
Wali murid 4
A1a
A2a
A3a
Wali murid 5
A1a
A2a
A3a
Wali murid 6
A1a
A2a
A3a
Masyarakat 1
A1b
A2b
A3a
Masyarakat 2
A1b
A2b
A3a
SDN Sekarjati 2
Wali murid 1
A1a
A2b
A3a
Wali murid 2
A1a
A2a
A3a
Wali murid 3
A1a
A2a
A3a
Wali murid 4
A1a
A2a
A3a
Wali murid 5
A1a
A2a
A3a
Wali murid 6
A1a
A2a
A3a
Masyarakat 1
A1b
A2b
A3a
Masyarakat 2
A1b
A2b
A3a

Tabel 4.2. Hasil jawaban responden tentang pelaksanaan program unggulan sekolah

Data yang ditunjukkan oleh table 4.2. diatas dapat diketahui bahwa jawaban responden terhadap indikator soal pertama sebagian besar A1a,  pada indikator soal kedua sebagian besar A2a dan pada pada indikator soal ketiga seluruh responden menunjukkan jawaban dengan kode A3a. Berdasarkan pada pedoman dan kisi-kisi pembuatan angket, jawaban dengan kode tersebut menunjukkan bahwa responden dapat menyebutkan program unggulan sekolah yang dilaksanakan serta menjabarkan dengan menyebutkan contoh-contohnya, dapat menyebutkan jenis kegiatan ekstrakurikuler dan pembiasaan sekolah yang dilaksanakan serta menjelaskan manfaatnya serta dapat menjelaksan bahwa pelaksanaan program unggulan sekolah  dapat meningkatkan jumlah peserta didik disertai dengan alasannya.
Jawaban tersebut merupakan indikator bahwa responden dapat menjelaskan implementasi pelaksanaan program unggulan sekolah di Desa Sekarjati, dapat  menyebutkan jenis kegiatan ekstrakurikuler dan pembiasaan sekolah yang diterapkan serta menjelaksan bahwa pelaksanaan program unggulan sekolah dapat meningkatkan jumlah peserta didik baru. Dengan demikian fokus penelitian tentang pelaksanaan program unggulan sekolah di  Desa Sekarjati dapat terjawab.
2)   Hasil observasi dari informan mengenai adanya faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program unggulan sekolah
Berdasarkan hasil observasi mengenai adanya faktor pendukung dan penghambat terhadap pelaksanaan program unggulan sekolah diperoleh data sebagai berikut:
Responden dari
Unsur
Kode Jawaban pada Indikator Soal
1
2
SDN Sekarjati 1
Wali murid 1
B1a
B2b
Wali murid 2
B1a
B2a
Wali murid 3
B1a
B2a
Wali murid 4
B1a
B2a
Wali murid 5
B1a
B2b
Wali murid 6
B1a
B2a
Masyarakat 1
B1b
B2a
Masyarakat 2
B1b
B2a
SDN Sekarjati 2
Wali murid 1
B1a
B2a
Wali murid 2
B1a
B2a
Wali murid 3
B1a
B2b
Wali murid 4
B1a
B2a
Wali murid 5
B1a
B2a
Wali murid 6
B1a
B2b
Masyarakat 1
B1b
B2a
Masyarakat 2
B1a
B2a

Tabel 4.3. Hasil jawaban responden tentang faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program unggulan sekolah

Dari table 4.3. tersebut diatas dapat dilihat jika jawaban responden terhadap indikator soal pertama sebagian besar B1a dan pada indikator soal kedua sebagian besar B2a. Berdasarkan pada pedoman dan kisi-kisi pembuatan angket, jawaban dengan kode tersebut menunjukkan bahwa responden dapat menyebutkan faktor yang mendukung pelaksanaan program unggulan sekolah dan dapat menyebutkan faktor yang menghambat pelaksanaan program unggulan sekolah karena sebagian besar dapat dapat menyebutkan faktor yang mendukung pelaksanaan program unggulan sekolah disertai dengan menunjukkan buktinya dan dapat menyebutkan faktor yang menghambat pelaksanaan program unggulan sekolah disertai dengan menunjukkan buktinya.
3) Hasil observasi dari informan mengenai adanya solusi untuk mengatasi factor penghambat dalam pelaksanaan program unggulan sekolah
Berdasarkan hasil observasi mengenai adanya solusi dalam mengatasi factor penghambat dalam pelaksanaan program unggulan sekolah di Desa Sekarjati diperoleh data sebagai berikut:
Responden dari
Unsur
Kode Jawaban pada Indikator Soal
1
SDN Sekarjati 1
Wali murid 1
C1b
Wali murid 2
C1b
Wali murid 3
C1b
Wali murid 4
C1b
Wali murid 5
C1b
Wali murid 6
C1b
Masyarakat 1
C1b
Masyarakat 2
C1b
SDN Sekarjati 2
Wali murid 1
C1b
Wali murid 2
C1b
Wali murid 3
C1b
Wali murid 4
C1b
Wali murid 5
C1b
Wali murid 6
C1b
Masyarakat 1
C1b
Masyarakat 2
C1b

Tabel 4.4. Hasil jawaban responden tentang adanya solusi untuk mengatasi hambatan pelaksanaan program unggulan sekolah

Dari data pada table 4.4. tersebut dapat dilihat jika jawaban responden pada indikator soal tersebut seluruhnya adalah C1a. Berdasarkan pada pedoman dan kisi-kisi pembuatan angket, jawaban dengan kode tersebut menunjukkan bahwa responden dapat menyebutkan solusi untuk mengatasi hambatan pelaksanaan program unggulan sekolah di Desa Sekarjati karena dapat menyebutkan solusi untuk mengatasi hambatan pelaksanaan program unggulan sekolah meskipun tidak dapat menunjukkan tindakannya secara nyata.
2.    Hasil wawancara
Dalam penelitian ini peneliti memilih responden dari pengumpulan data dengan teknik wawancara yang cukup representative untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari peneliti terkait topic permasalahan sesuai dengan pedoman wawancara yang sudah ditetapkan. Dalam penelitian ini yang menjadi responden adalah kepala sekolah SDN Sekarjati 1 dan kepala sekolah SDN Sekarjati 2. Jumlah responden yang diambil datanya dalam teknik wawancara dalam penelitian ini ada 2 orang. Pada kegiatan wawancara yang dilaksanakan hari Jum’at tanggal 24 Mei 2019 bertempat di ruang guru SDN Sekarjati 1 dan SDN Sekarjati 2 yang dimulai pukul 07.30-10.00 berhasil mendapatkan data yang representatif dalam penelitian ini.
Berikut transkrip hasil wawancara berdasarkan pertanyaan penelitian:


No
Personal
Isi Wawancara
Kode
1
Peneliti
Bagaimanakah implementasi pelaksanaan program unggulan sekolah di  SDN Sekarjati 1?
A1a
Informan
Program unggulan sekolah di SDN Sekarjati 1 berupa program pembinaan keimanan dan ketaqwaan serta program kecakapan hidup dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler          
2
Peneliti
Apa saja jenis kegiatan dalam program unggulan sekolah yang dilaksanakan di SDN Sekarjati 1?
A2a
Informan
Untuk kegiatan ekstrakurikuler, di SDN Sekarjati 1 terdapat Pramuka dan menari yang merupakan bagian dari kegiatan ekstrakurikuler yang memiliki manfaat unggul untuk siswa dalam bidang kecakapan hidup.
Untuk Shalat Program Pembinaan Keimanan dan Ketaqwaan SDN Sekarjati 1 melaksanakan shalat dzuhur dan shalat dhuha berjamaah di sekolah, membaca asmaul husna secara bersama-sama pada awal jam pelajaran pertama serta program baca tulis dan tahfiz Al-Qur’an yang memiliki segudang manfaat dalam bidang pembinaan keimanan dan ketaqwaan siswa                                              
3
Peneliti
Apakah pelaksanaan program unggulan sekolah di SDN Sekarjati 1 dapat meningkatkan jumlah peserta didik?
A3a
Informan
Ya, tentu saja. Program unggulan sekolah di SDN Sekarjati 1 yang terdiri dari program pembinaan keimanan dan ketaqwaan serta program kecakapan hidup dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler terbukti dapat meningkatkan perolehan peserta didik. Sekarang ini saja, pendaftaran untuk siswa baru tahun ajaran 2019/2020 belum dimulai namun SDN Sekarjati 1 sudah mendapatkan siswa yang mendaftar sendiri ke sekolah sejumlah 19 anak
4
Peneliti
Apa saja faktor pendukung pelaksanaan program unggulan sekolah di  SDN Sekarjati 1 ini?
B1a
Informan
Yang menjadi faktor pendukung dari pelaksanaan program unggulan sekolah di  SDN Sekarjati 1 ini diantaranya antusiasme dari siswa, orang tua siswa serta masyarakat sekitar yang menanggapi positif tentang pelaksanaan program unggulan sekolah ini dan tentunya cukup memotivasi sekolah untuk berkreasi lebih baik lagi untuk memberikan pelayanan terbaik terhadap peserta didik.
Selain itu, kecakapan kepala sekolah sebagai nahkoda dari seluruh sivitas sekolah dan kredibilitas guru yang mumpuni merupakan faktor pendukung dalam pelaksanaan program unggulan sekolah ini.






No
Personal
Isi Wawancara
Kode
5
Peneliti
Apa saja faktor penghambat pelaksanaan program unggulan sekolah di  SDN Sekarjati 1 ini?
B2a
Informan
Sebagai pelaksana program unggulan ini, SDN Sekarjati 1 menyadari bahwa masih terdapat hambatan-hambatan dalam pelaksanaan program unggulan sekolah yang berasal dari faktor internal dan eksternal. Untuk hambatan dari faktor internal adalah kurangnya tenaga pendidik yang memiliki keahlian memadai sesuai dengan bidangnya dalam pelaksanaan program unggulan sekolah misalnya ekstrakurikuler menari dan dan pramuka
Untuk hambatan dari faktor eksternal adalah masih ada sebagian kecil orang tua siswa yang tidak mendukung pelaksanaan program unggulan sekolah di  SDN Sekarjati 1 ini.
6
Peneliti
Bagaimana Solusi untuk mengatasi hambatan pelaksanaan program unggulan sekolah di  SDN Sekarjati 1?
C1a
Informan
Segala hambatan yang ada harus dihadapi dan diselesaikan dengan arif dan bijaksana. Untuk mengatasi hambatan dari faktor internal berupa kurangnya tenaga pendidik yang memiliki keahlian memadai sesuai dengan bidangnya dalam pelaksanaan program unggulan, sekolah perlu mendatangkan tenaga ahli dari luar sekolah yang sesuai dengan keahliannya. Misalnya pelatih pramuka untuk melatih pramuka, guru tari untuk melatih tari.
Sedangkan untuk mengatasi hambatan yang berupa masih ada sebagian kecil orang tua siswa yang tidak mendukung pelaksanaan program unggulan sekolah di  SDN Sekarjati 1 ini, sekolah perlu menjalin hubungan yang baik dengan orang tua siswa dan  membiasakan diri melibatkan mereka pada kegiatan sekolah, supaya dalam benak mereka akan timbul rasa memiliki sehingga program unggulan sekolah yang akan dilaksanakan mereka anggap sebagai suatu yang perlu segera dilaksanakan.       Sekolah harus mengakui eksistensi orang tua siswa sebagai bagian dari sekolah dan memberdayakan mereka untuk melakukan kegiatan positif bagi siswa dalam pelaksanaan program unggulan sekoholah, Sekolah berkomunikasi dengan ketua komite sekolah yang dalam hal ini merupakan komandan dari seluruh orang tua siswa untuk memberikan pengertian kepada seluruh orang tua siswa untuk selalu memberikan tanggapan yang responsive terhadap pelaksanaan program unggulan sekolah ini                               
Tabel 4.5.


Transkrip hasil wawancara kepala SDN Sekarjati 1
No
Personal
Isi Wawancara
Kode
1
Peneliti
Bagaimanakah implementasi pelaksanaan program unggulan sekolah di  SDN Sekarjati 2?
A1a
Informan
Program unggulan di SDN Sekarjati 2 adalah program pembinaan keimanan dan ketaqwaan serta program kecakapan hidup dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler          
2
Peneliti
Apa saja jenis kegiatan dalam program unggulan sekolah yang dilaksanakan di SDN Sekarjati 2?
A2a
Informan
Untuk kegiatan ekstrakurikuler, di SDN Sekarjati 2 terdapat Pramuka yang memiliki manfaat supaya anak-anak berlatih disipin dan bertanggungjawab
Untuk Shalat Program Pembinaan Keimanan dan Ketaqwaan SDN Sekarjati 2 melaksanakan shalat dzuhur berjamaah di sekolah untuk melatih mereka senantiasa menunaikan shalat tepat waktu  
3
Peneliti
Apakah pelaksanaan program unggulan sekolah di SDN Sekarjati 1 dapat meningkatkan jumlah peserta didik?
A3a
Informan
Ya. Program ini dapat meningkatkan perolehan peserta didik. Sekarang ini saja, pendaftaran untuk siswa baru tahun ajaran 2019/2020 belum dimulai namun SDN Sekarjati 2 sudah mendapatkan siswa yang mendaftar sendiri ke sekolah sejumlah 12 anak
4
Peneliti
Apa saja faktor pendukung pelaksanaan program unggulan sekolah di  SDN Sekarjati 2 ini?
B1a
Informan
Yang menjadi faktor pendukung dari pelaksanaan program unggulan sekolah di  SDN Sekarjati 2 ini diantaranya antusiasme dari siswa, orang tua siswa serta masyarakat sekitar yang menanggapi positif tentang pelaksanaan program unggulan sekolah ini dan tentunya cukup memotivasi sekolah untuk berkreasi lebih baik lagi untuk memberikan pelayanan terbaik terhadap peserta didik.
Selain itu, kecakapan dan kredibilitas guru yang mumpuni merupakan faktor pendukung dalam pelaksanaan program unggulan sekolah ini.
5
Peneliti
Apa saja faktor penghambat pelaksanaan program unggulan sekolah di  SDN Sekarjati 2 ini?
B2a
Informan
Hambatan-hambatan dalam pelaksanaan program unggulan sekolah ada yang berasal dari faktor internal dan eksternal.
Untuk hambatan dari faktor internal belum adanya ruang mushola untuk shalat berjamaah sehingga anak anak harus shalat berjamaah bergantian per kelasnya.
Untuk hambatan dari faktor eksternal adalah masih ada sebagian kecil orang tua siswa yang tidak mendukung pelaksanaan program unggulan sekolah di  SDN Sekarjati 2 ini.
No
Personal
Isi Wawancara
Kode
6
Peneliti
Bagaimana Solusi untuk mengatasi hambatan pelaksanaan program unggulan sekolah di SDN Sekarjati 2?

C1a
Informan
Untuk mengatasi hambatan dari faktor internal berupa belum adanya ruang mushola untuk shalat berjamaah, sekolah memfungsikan salah satu ruang kelas kosong untuk ruang mushola darura.
Dan untuk mengatasi hambatan dari eksternal, sekolah menjalin hubungan yang baik dengan orang tua siswa dan  membiasakan diri melibatkan mereka pada kegiatan sekolah, supaya dalam benak mereka akan timbul rasa memiliki sehingga program unggulan sekolah yang akan dilaksanakan mereka anggap sebagai suatu yang perlu segera dilaksanakan.





Tabel 4.6.
Transkrip hasil wawancara kepala SDN Sekarjati 2

B.  Validasi Data
Validitas data diperoleh melalui instrumen yang telah divalidasi oleh validator. Adapun instrument yang dipakai oleh peneliti dalam penelitian ialah kisi-kisi dan pedoman pertanyaan serta pedoman penilaian jawaban dari informan pada teknik pengumpulan observasi serta wawancara. Semua instrumen telah melalui tahap validasi dari validator dosen pembimbing Universitas PGRI Madiun.
1.    Hasil Validasi Instrumen Observasi
Instrumen observasi berbentuk kuisioner digunakan untuk mendapatkan hasil penelitian dari subjek penelitian yaitu orang tua siswa dan masyarakat tentang pelaksanaan program unggulan sekolah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat Desa Sekarjati terhadap eksistensi sekolah negeri. Agar tes kuisioner ini lebih valid, maka peneliti meminta validasi kepada dua dosen pembimbing Universitas PGRI Madiun. Pada lembar validasi tes kuisioner terdapat 2 kriteria yang dinilai oleh validator, meliputi format kisi-kisi daftar pertanyaan dan pengolahan penilaian terhadap materi observasi. Dimana masing-masing indikator terdiri atas 3 deskripsi jawaban, dan untuk setiap deskripsi jawaban ini diberi skala penilaian berupa pernyataan positif dengan nilai 2, cukup positif dengan nilai 1 dan kurang positif dengan nilai 0.
Setelah direvisi dan dilakukan perbaikan sesuai saran validator, maka tes kuisioner ini dinyatakan valid. Setelah dinyatakan valid, maka tes kuisioner ini layak digunakan untuk instrument penelitian yang digunakan di Desa Sekarjati Kecamatan Karanganyar.
2.    Hasil Validasi Instrumen Wawancara
Validasi selanjutnya adalah instrumen wawancara. Insrumen ini adalah pedoman bagi peneliti yang digunakan untuk melakukan wawancara terhadap informan untuk mendapatkan data hasil penelitian terhadap masalah yang diteliti. Pedoman wawancara ini berisi kisi-kisi pertanyaan, pedoman penilaian serta daftar pertanyaan yang akan diberikan peneliti kepada subjek penelitian. Pada lembar validasi tes wawancara ini juga terdapat 2 kriteria yang dinilai oleh validator uji validitas dengan kriteria perbaikan yang sama dengan instrument observasi. Dengan demikian, instrumen wawancara dalam bentuk pedoman atau kisi-kisi wawancara ini sudah di validasi oleh dosen pembimbing dan siap untuk digunakan sebagai instrument penelitian.
C.      Analisis Data Terhadap Fokus Penelitian
Secara keseluruhan berdasarkan hasil angket dan wawancara terhadap para responden maka perolehan data penelitian dapat dikerucutkan seperti pada tabel berikut:

analisis data hasil penelitian
Analisis data hasil penelitian


Keterangan

Deskripsi jawaban
Skala Penilaian
a
Positif
b
Cukup Positif
c
Kurang Positif

Tabel 4.7.
Analisis Data Terhadap Fokus Penelitian

Berdasarkan hasil analisis data pada tabel 4.7. diatas diketahui bahwa sebagian besar skala penilaian mayoritas pada setiap indikator soal yang diujikan melalui metode observasi dan wawancara menunjukkan kode jawaban a. Setelah dikerucutkan lagi terhadap skala penilaian mayoritas pada seluruh indikator soal menunjukkan kode jawaban a. Berdasarkan pedoman pedoman penilaian hasil penelitian terhadap metode observasi dan wawancara yang telah ditetapkan peneliti, maka jawaban tersebut masuk dalam kategori positip.





BAB V
PEMBAHASAN

A.      Pembahasan Hasil Penelitian
Dari analisis data terhadap fokus penelitian, hasil penelitian ini dapat di deskripsikan sebagai berikut:
1.    Pelaksanaan program unggulan sekolah negeri di Desa Sekarjati
Dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat Desa Sekarjati terhadap eksistensi sekolah negeri, SDN Sekarjati 1 dan SDN Sekarjati 2 melaksanaan program unggulan sekolah. Program unggulan sekolah di SDN Sekarjati 1 dan SDN Sekarjati 2 berupa program pembinaan keimanan dan ketaqwaan serta program kecakapan hidup dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Bentuk program ekstrakurikuler untuk melatih kecakapan hidup siswa dalam berupa pramuka dan menari. Sedangkan dalam bidang pembinaan keimanan dan ketaqwaan, SDN Sekarjati 1 melaksanakan shalat dzuhur dan shalat dhuha berjamaah di sekolah, membaca asmaul husna secara bersama-sama pada awal jam pelajaran pertama serta program membaca, menulis serta hafalan Al-Qur’an yang memiliki segudang manfaat dalam bidang pembinaan keimanan dan ketaqwaan siswa. Sementara itu, untuk SDN Sekarjati 2 melaksanakan program kegiatan ekstrakurikuler berupa pramuka supaya anak-anak berlatih disipin dan bertanggungjawab serta untuk program pembinaan keimanan dan ketaqwaan SDN Sekarjati 2 melaksanakan shalat dzuhur berjamaah di sekolah untuk melatih mereka senantiasa menunaikan shalat tepat waktu.
Dari pelaksanaan program unggulan sekolah di SDN Sekarjati 1 dan SDN Sekarjati 2 tersebut terbukti dapat meningkatkan jumlah peserta didik. Program unggulan sekolah di SDN Sekarjati 1 dan 2 yang terdiri dari program pembinaan keimanan dan ketaqwaan serta program kecakapan hidup dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler terbukti dapat meningkatkan perolehan peserta didik baru. Sebagai buktinya, pendaftaran untuk siswa baru tahun ajaran 2019/2020 yang belum dimulai ini SDN Sekarjati 1 sudah mendapatkan siswa yang mendaftar sendiri ke sekolah sejumlah 19 anak dan 12 anak yang mendaftar ke SDN Sekarjati 2. Fakta tersebut merupakan salah satu petunjuk yang sangat berguna jika dengan melaksanakan program unggulan sekolah, kepercayaan masyarakat Desa Sekarjati dapat kembali tumbuh dan berkembang terhadap keberadaan sekolah negeri di desa mereka. Hal itu ditunjukkan dengan antusiasnya mereka mendaftarkan anaknya sekolah di SDN Sekarjati 1 dan SDN Sekarjati 2 meskipun pendaftaran siswa baru belum dibuka. Dengan demikian penulis dapat menarik kesimpulan bahwa pelaksanaan program unggulan sekolah dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat di Desa Sekarjati terhadap eksistensi sekolah negeri.
2.    Faktor pendukung dan penghambat
Sekolah negeri di Desa Sekarjati yang terdiri dari SDN Sekarjati 1 dan SDN Sekarjati 2 mengakui bahwa dalam pelaksanaan program unggulan mereka terdapat terdapat faktor pendukung dan penghambat.
Untuk faktor pendukung adalah berupa antusiasme dari siswa, orang tua siswa serta masyarakat sekitar yang menanggapi positif terhadap pelaksanaan program unggulan sekolah ini dan hal tersebut sangat memotivasi sekolah untuk berkreasi lebih baik lagi untuk memberikan pelayanan terbaik terhadap peserta didik. Faktor pendukung lainnya adalah kecakapan kepala sekolah sebagai pimpinan SDN Sekarjati 1 dan SDN Sekarjati 2 dan seluruh sivitas sekolah serta kredibilitas guru yang mumpuni merupakan faktor pendukung dalam pelaksanaan program unggulan sekolah ini.
Mengenai faktor penghambat untuk melaksanakan program unggulan sekolah ini, SDN Sekarjati 1 menemukan hambatan dari faktor internal (factor dari dalam) serta faktor eksternal (factor dari luar). Untuk faktor internal adalah kurangnya tenaga pendidik yang memiliki keahlian memadai sesuai dengan bidangnya dalam pelaksanaan program unggulan sekolah misalnya ekstrakurikuler menari dan dan pramuka. Sedangkan untuk faktor eksternal adalah masih ada beberapa orang tua siswa yang tidak mendukung pelaksanaan program unggulan sekolah di  SDN Sekarjati 1 ini. Sementara untuk faktor eksternal yang dirasakan SDN Sekarjati 2 menjadi hambatan adalah tidak adanya fasilitas mushola untuk kegiatan shalat berjamaah.
3.    Solusi untuk mengatasi faktor penghambat
Untuk mengatasi hambatan dari faktor internal berupa kurangnya tenaga pendidik yang memiliki keahlian memadai sesuai dengan bidangnya dalam pelaksanaan program unggulan tersebut, sekolah perlu mendatangkan tenaga ahli dari luar sekolah yang mahir sesuai dengan keahliannya. Misalnya pelatih pramuka untuk melatih pramuka, guru tari untuk melatih tari. Untuk mengatasi hambatan terkait tidak adanya fasilitas mushola maka hal itu dimusyawarahkan dengan pihak komite dan alumni untuk kedepannya supaya dapat dipikirkan bersama.
Sedangkan untuk mengatasi hambatan yang berasal dari luar atau eksternal yang berupa masih ada sebagian kecil orang tua siswa yang tidak mendukung pelaksanaan program unggulan sekolah di  SDN Sekarjati 1 dan 2, sekolah perlu menjalin hubungan yang baik dengan orang tua siswa dan  membiasakan diri melibatkan mereka pada kegiatan sekolah, supaya dalam benak mereka akan timbul rasa memiliki sehingga program unggulan sekolah yang akan dilaksanakan mereka anggap sebagai suatu yang perlu segera dilaksanakan. Sekolah harus mengakui eksistensi orang tua siswa sebagai bagian dari sekolah dan memberdayakan mereka untuk melakukan kegiatan positif bagi siswa dalam pelaksanaan program unggulan sekoholah, Sekolah berkomunikasi dengan ketua komite sekolah yang dalam hal ini merupakan komandan dari seluruh orang tua siswa untuk memberikan pengertian kepada seluruh orang tua siswa untuk selalu memberikan tanggapan yang responsive terhadap pelaksanaan program unggulan sekolah ini.
B.       Simpulan Hasil Pembahasan
Berdasarkan pada pembahasan hasil penelitian diatas maka dapat disimpulkan bahwa sekolah negeri di Desa Sekarjati yang terdiri dari SDN Sekarjati 1 dan SDN Sekarjati 2 melaksanakan program unggulan sekolah. Pelaksanaan program unggulan tersebut merupakan sebuah usaha nyata untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat Desa Sekarjati terhadap eksistensi sekolah negeri,
Program unggulan sekolah di SDN Sekarjati 1 berupa program pembinaan keimanan dan ketaqwaan yang diwujudkan dalam bentuk shalat dzuhur dan shalat dhuha berjamaah di sekolah, membaca asmaul husna secara bersama-sama pada awal jam pelajaran pertama serta program baca tulis dan tahfiz Al-Qur’an. Sedangkan SDN Sekarjati 2 melaksanakan kegiatan shalat dzuhur berjamaah di sekolah. Untuk program kecakapan hidup, SDN Sekarjati 1 melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler dalam bentuk kegiatan pramuka dan menari sedangkan SDN Sekarjati 2 melaksanakan kegiatan pramuka.
Sekolah negeri di Desa Sekarjati menemukan faktor pendukung dalam pelaksanaan program unggulan berupa antusiasme dari siswa, orang tua siswa serta masyarakat sekitar yang menanggapi positif terhadap pelaksanaan program unggulan sekolah ini dan hal tersebut sangat memotivasi sekolah untuk berkreasi lebih baik lagi untuk memberikan pelayanan terbaik terhadap peserta didik serta kecakapan kepala sekolah sebagai pimpinan SDN Sekarjati 1 dan SDN Sekarjati 2 dan seluruh sivitas sekolah serta kredibilitas guru yang mumpuni merupakan faktor pendukung dalam pelaksanaan program unggulan sekolah tersebut.
Sekolah negeri di Desa Sekarjati juga menemukan faktor penghambat terhadap program unggulan tersebut, yang mana SDN Sekarjati 1 menemukan hambatan dari faktor internal berupa kurangnya tenaga pendidik yang memiliki keahlian memadai sesuai dengan bidangnya dalam pelaksanaan program unggulan sekolah misalnya ekstrakurikuler menari dan dan pramuka. Sedangkan untuk faktor eksternal adalah masih ada sebagian kecil orang tua siswa yang tidak mendukung pelaksanaan program unggulan sekolah di  SDN Sekarjati 1 ini. Sementara untuk faktor penghambat eksternal yang dirasakan SDN Sekarjati 2 menjadi hambatan adalah tidak adanya fasilitas mushola untuk kegiatan shalat berjamaah.
Meskipun terdapat berbagai hambatan dalam pelaksanaan program unggulan, sekolah negeri di Desa Sekarjati berusaha secara keras untuk menemukan solusi untuk mengatasinya. Untuk mengatasi hambatan dari faktor internal berupa kurangnya tenaga pendidik yang memiliki keahlian memadai sesuai dengan bidangnya, sekolah mendatangkan tenaga ahli dari luar sekolah yang mahir sesuai dengan keahliannya. Untuk mengatasi hambatan terkait tidak adanya fasilitas mushola maka hal itu dimusyawarahkan dengan pihak komite dan alumni untuk kedepannya supaya dapat dipikirkan bersama terntng pengadaannya.
Sedangkan untuk mengatasi hambatan yang berasal dari luar atau eksternal yang berupa masih ada sebagian kecil orang tua siswa yang tidak mendukung pelaksanaan program unggulan sekolah di  SDN Sekarjati 1 dan 2, sekolah menjalin hubungan yang baik dengan orang tua siswa dan  membiasakan diri melibatkan mereka pada kegiatan sekolah, supaya dalam benak mereka akan timbul rasa memiliki sehingga program unggulan sekolah yang dilaksanakan dianggap perlu untuk dilaksanakan.
Dari pelaksanaan program unggulan sekolah di SDN Sekarjati 1 dan SDN Sekarjati 2 tersebut terbukti dapat meningkatkan jumlah peserta didik. Program unggulan sekolah di SDN Sekarjati 1 dan 2 yang terdiri dari program pembinaan keimanan dan ketaqwaan serta program kecakapan hidup dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler terbukti dapat meningkatkan perolehan peserta didik baru. Sebagai buktinya, pendaftaran untuk siswa baru tahun ajaran 2019/2020 yang belum dimulai ini SDN Sekarjati 1 sudah mendapatkan siswa yang mendaftar sendiri ke sekolah sejumlah 19 anak dan 12 anak yang mendaftar ke SDN Sekarjati 2. Hal ini menjadi salah satu indikator penting bahwa dengan melaksanakan program unggulan sekolah, kepercayaan masyarakat Desa Sekarjati dapat kembali tumbuh dan berkembang terhadap keberadaan sekolah negeri di desa mereka. Hal itu ditunjukkan dengan antusiasnya mereka mendaftarkan anaknya sekolah di SDN Sekarjati 1 dan SDN Sekarjati 2 meskipun pendaftaran siswa baru belum dibuka. Dengan demikian penulis dapat menarik kesimpulan bahwa pelaksanaan program unggulan sekolah dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat di Desa Sekarjati terhadap eksistensi sekolah negeri.



BAB VI
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Berdasarkan simpulan hasil pembahasan terhadap penelitian mengenai pelaksanaan program unggulan sekolah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat Desa Sekarjati terhadap eksistensi sekolah negeri dapat disimpulkan bahwa dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap eksistensinya, sekolah negeri di Desa Sekarjati melaksanakan program unggulan sekolah berupa program pembinaan keimanan dan ketaqwaan serta program kecakapan hidup dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Dari pelaksanaan program unggulan tersebut, kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan sekolah negeri meningkat. Hal itu dibuktikan dengan meningkatnya jumlah peserta didik.
Dalam melaksanakan program unggulan, sekolah negeri di Desa Sekarjati menemukan faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung disyukuri sebagai anugerah tuhan dan hasil kerja keras seluruh sivitas sekolah selama ini, sedangkan faktor penghambat dianggap sebagai cambuk semangat untuk melakukan pembenahan kedepannya.
Solusi yang diambil oleh sekolah negeri di Desa Sekarjati untuk mengatasi faktor penghambat terhadap pelaksanaan program unggulan sekolah adalah dengan cara memusyawarahkannya bersama dengan para alumni, dewan komite sekolah dan wali murid. 
Berdasarkan pada deskripsi simpulan diatas, penulis menganggap bahwa penelitian ini telah mampu menganalisa fokus penelitian dan telah memenuhi tujuan dalam penelitian ini yaitu dengan melaksanakan program unggulan sekolah, kepercayaan masyarakat Desa Sekarjati terhadap eksistensi sekolah negeri meningkat.
B.       Saran
Adapun saran yang dapat peneliti berikan adalah sebagai berikut:
1.  Kepala SDN Sekarjati 1 dan SDN Sekarjati 2 hendaknya dapat memaksimalkan keterlibatan orang tua siswa dalam penyusunan, pelaksanaan maupun pengawasan serta evaluasi program unggulan sekolah supaya orang tua merasa memiliki sekolah dimana tempat anak-anaknya menimba ilmu dan selanjutnya orang tua dapat melihat kebaikan dan manfaat dari program sekolah tersebut.
2. Kepala SDN Sekarjati 1 dan SDN Sekarjati 2 sebaiknya mengambil langkah nyata untuk mengatasi kekurangan tenaga ahli dalam bidang ekstrakurikuler pramuka, hal itu dapat dilakukan dengan cara memfasilitasi salah seorang guru dari sekolah tersebut untuk mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD) Pramuka supaya pelaksanaan program kegiatan ekstrakurikuler pramuka dapat berjalan lebih maksimal lagi.
3.   Pihak sekolah seharusnya memfasilitasi guru kesenian yang ditunjuk untuk mengikuti kursus-kursus tari untuk mengatasi kekurangan tenaga ahli dalam bidang ekstrakurikuler menari. Selain itu sekolah dapat memanfaatkan teknologi internet misalnya youtube untuk melatih peserta didik menari.
4.  Dalam aspek kekurangan sarana maupun prasarana seperti mushola, sekolah negeri di Desa Sekarjati dapat mengajukan permohonan bantuan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi dan donatur.
5.   Dalam aspek konsistensi program, hendaknya sekolah negeri di Desa Sekarjati tetap konsisten dalam melaksanakan program agar kepercayaan masyarakat terhadap sekolah yang saat ini sudah tertata rapi dapat bertahan tanpa tergerus jaman dan kalah daya saing dengan sekolah swasta yang kian bermunculan.
6.   Dalam bidang layanan kesiswaan, tentunya kondisi fisik dan mental peserta didik tidak sama. Dalam melaksanakan program sekolah hendaknya sekolah negeri di Desa Sekarjati berperan aktif dalam pemantauan kesiapan siswa dan mengambil tindakan yang responsive manakala ada kendala dalam hal tersebut.




DAFTAR PUSTAKA

Pambudi, Sugeng. 2019. Sambutan Kepala Desa Sekarjati dalam rapat wali murid SDN Sekarjati 1 Kecamatan Karanganyar, SDN Sekarjati 1. 20 menit.

Pemerintah Indonesia. 2003. Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 Tentang  Sistem Pendidikan Nasional. Lembaran Negara RI Tahun 2003, No. 20. Sekretariat Negara. Jakarta.

Pemerintah Indonesia. 2018. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2018. Petunjuk teknis BOS ta hun 2018. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

Ria Komara. 2016. Meningkatkan kepercayaan (trust) Orang tua siswa terhadap sekolah melalui pembelajaran tahfiz (hafalan al-qur’an) (Studi Kasus Di SMP X). Jurnal. 1-27.

Riwanta, Bambang dan Sugiyarno. 2018. Rapat Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), SDN Bangunrejo 1. 30 menit.

Siti Markhamah. 2015. Implikasi Kebijakan Sekolah Gratis Terhadap Eksistensi Sekolah Menengah Pertama Swasta Islam Di Surakarta Tahun 2010-2014. Naskah Artikel Publikasi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakrta.

Sri Sudarti. 2009. Analisis Kinerja Manajemen Sekolah Pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Dan Swasta Di Kota Semarang. Skripsi. Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Sudarti. 2019. Pembinaan Pengawas SD dalam Rapat Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), SDN Bangunrejo 1. 20 menit.

Urwatul Wusqo. 2004. Studi Tentang Minat Belajar Siswa Terhadap Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam  di SMKN 1 Selong Tahun Pembelajaran 2004/2005. Skripsi: Institut Agama Islam  Hamzanwadi Pancor Selong Lombok Timur

Zakiah Eka Pratiwi. 2017.  Pelaksanaan Strategi Pemasaran Sekolah Dalam Menarik Minat Peserta Didik Baru Di Mi Muhammadiyah Bolon Colomadu Karanganyar Tahun Pelajaran 2016/2017. Skripsi. Surakarta: IAIN Surakarta.

2019. Program Pembiasaan dan Kegiatan Ekstrakurikuler SDN Sekarjati 1 Karanganyar Tahun 2018. Makalah dipresentasikan pada rapat wali murid SDN Sekarjati 1 Kecamatan Karanganyar, Januari 5, Karanganyar.






PEMERINTAH KABUPATEN NGAWI
SEKOLAH DASAR NEGERI SEKARJATI 1
KECAMATAN KARANGANYAR
Alamat : Jalan Ds. Sekarjati - Kec. Karanganyar, Kab. Ngawi 
Kode Pos 63257  E-Mail: sdn_sekarjati_1@yahoo.co.id
Website : http://www.sdnsekarjati1.sch.id
SURAT KETERANGAN
Nomor: 422/24 /404.101.09.D20/2019

Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama                          : BAMBANG RIWANTA, S.Pd.
NIP                             : 19650721 198703 1 008
Pangkat, Gol/Ruang   : Pembina Tk.1, IV/b
Jabatan                        : Kepala Sekolah
Unit Kerja                   : SDN Sekarjati 1

Menerangkan bahwa :           
Nama                          : MARIYADI
NIM                           : 1702101288P
Status                         : Mahasiswa Universitas PGRI Madiun

Telah mengadakan penelitian di SDN Sekarjati 1 Kecamatan Karanganyar dengan judul “Pelaksanaan program unggulan sekolah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat desa sekarjati terhadap eksistensi sekolah negeri”.

Demikian surat keterangan ini dibuat agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Sekarjati, 21 Juni 2019
Kepala Sekolah SDN Sekarjati 1



BAMBANG RIWANTA, S.Pd.
NIP. 19650721 198703 1 00









PEMERINTAH KABUPATEN NGAWI
SEKOLAH DASAR NEGERI SEKARJATI 2
KECAMATAN KARANGANYAR
NPSN : 20508325
Alamat : Desa Sekarjati - Kec. Karanganyar, Kab. Ngawi 

SURAT KETERANGAN
Nomor: …………………………………………

Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama                          : SUGIYARNO, S.Pd.
NIP                             : 19621002 198303 1 018
Pangkat, Gol/Ruang   : Pembina Tk.1, IV/b
Jabatan                        : Kepala Sekolah
Unit Kerja                   : SDN Sekarjati 2

Menerangkan bahwa:            
Nama                          : MARIYADI
NIM                           : 1702101288P
Status                         : Mahasiswa Universitas PGRI Madiun

Telah mengadakan penelitian di SDN Sekarjati 2 Kecamatan Karanganyar dengan judul “Pelaksanaan program unggulan sekolah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat desa sekarjati terhadap eksistensi sekolah negeri”.

Demikian surat keterangan ini dibuat agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Sekarjati, 21 Juni 2019
Kepala Sekolah SDN Sekarjati 2



SUGIYARNO, S.Pd.
NIP. 19621002 198303 1 018


Artikel Menarik Lainnya



Berlangganan via Email