Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Contoh Proposal Skripsi Kualitatif Pendidikan : Studi Tentang Minat Belajar Siswa Terhadap Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di MI Muhammadiyah Kedunggudel Tahun Pembelajaran 2012/2013




STUDI TENTANG MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP
MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
DI MI MUHAMMADIYAH KEDUNGGUDEL TAHUN PEMBELAJARAN 2012/2013

PROPOSAL SKRIPSI

 
Contoh Proposal Skripsi Kualitatif Pendidikan : Studi Tentang Minat Belajar Siswa Terhadap Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di MI Muhammadiyah Kedunggudel Tahun Pembelajaran 2012/2013

OLEH :
RUSDATUN NASHIROH
NIM/NIMKO : 2009.520.101.124/2009.4.052.0001.1.02097


SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH MUHAMMADIYAH
TEMPURREJO NGAWI
2013


LEMBAR PERSETUJUAN

STUDI TENTANG MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP
MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
DI MI MUHAMMADIYAH KEDUNGGUDEL TAHUN PEMBELAJARAN 2012/2013

PROPOSAL SKRIPSI

Oleh :
RUSDATUN NASHIROH
NIM/NIMKO : 2009.520.101.124/2009.4.052.0001.1.02097




Disetujui Oleh:
                          Pembimbing I                                                      Pembimbing II

            Dr. H. A. Jalil Jureimy, M.Pd                                     Drs. Irfan Budi K, M.A



DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................ ii
DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
A. Latar Belakang Masalah .....................................................................................    1
B. Rumusan Masalah .............................................................................................. 5
C. Pembatasan Masalah   .......................................................................................... 5
D. Kegunaan Penelitian  .......................................................................................... 6
E. Penelitian Terdahulu  .......................................................................................... 7
F. Sistematika Pembahasan ......................................................................................   8
BAB II LANDASAN TEORI ................................................................................ 10
A. Deskripsi Teoritis .............................................................................................. 10
B. Kerangka Berpikir ............................................................................................. 13
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ............................................................ 15
A. Tujuan Penelitian ............................................................................................... 15
B. Tempat dan Waktu Penelitian   ............................................................................ 16
C. Bentuk dan Strategi Penelitian  ………………………………………………     16 
D. Sumber Data ...................................................................................................... 17
E. Teknik Cuplikan  ..................................................................................................  17
F. Teknik Pengumpulan Data ................................................................................. 18
G. Validitas Data  …............................................................................................. 21
H. Teknik Analisis Data .......................................................................................... 22

BAB 1V TIME SCHEDULE, PEMBIAYAAN DAN DAFTAR PUSTAKA       24



JUDUL :
STUDI TENTANG MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP
MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
DI MI MUHAMMADIYAH KEDUNGGUDEL TAHUN PEMBELAJARAN 2012/2013

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Di dalam hidup dan kehidupan ini, PAI memiliki peranan yang sangat penting bagi setiap sendi kehidupan manusia, maka sudah pasti tidak ada orang yang dapat hidup layak tanpa menguasai pendidikan agama. Apalagi pendidikan agama Islam yang merupakan kebutuhan pokok bagi umat muslim. Di dalam ilmu agama tersebut banyak sekali hal-hal yang diajarkan, terutama menyangkut tentang ibadah kepada Allah SWT, begitu penting dan vital arti pendidikan agama tersebut, sehingga setiap manusia diwajibkan untuk mempelajarinya.
Agama Islam merupakan agama yang mayoritas di Indonesia, kurang lebih sekitar 90 % penduduk memeluk agama Islam. Namun pelaksanaannya tidak sesuai dengan kenyataannya.
Oleh karena itu berjamuranlah pondok-pondok pesantren yang siap mendidik santri-santrinya untuk melaksanakan ajaran-ajaran agama Islam yang benar-benar Islam, bukan hanya Islam di KTP. Maka sangat berperan sekali pondok-pondok pesantren dalam memajukan dakwah Islam sekaligus mengislamkan orang-orang yang memang sudah beragama Islam.
Untuk mengislamkan anak-anak didik yang masuk disekolah-sekolah umum, maka pemerintah mewajibkan adanya mata pelajaran pendidikan agama Islam, sebagai bekal untuk menunaikan kewajibannya kepada Allah SWT, mulai dari sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan, maka tugas guru adalah mendidik murid-muridnya supaya lulusan-lulusan tersebut nantinya mampu untuk menguasai IPTEK sekaligus IMTAQ-nya.
Keluarga merupakan lembaga sosial yang pertama dan utama dalam pendidikan anak dan orang tua merupakan tokoh yang sangat berperan dalam menentukan kelangsungan pendidikan anak. Tanpa adanya dukungan orang tua, maka apa yang di harapkan dan diaspirasikan pembelajar akan mengalami banyak hambatan seperti yang dikatakan Febianto (1980), yakni :
“Oleh karena anak merasa tidak di perhatikan lagi oleh orang tuanya yang sibuk dengan urusan masing-masing, maka anak berusaha mencari tempat lain dimana mereka memperoleh perhatian dan diterima oleh kelompok, mereka lari kedalam pergaulan dengan anak sebaya dan membentuk gelanggang serta melakukan apa saja yang mereka anggap baik agar dapat menarik perhatian orang lain dan dapat diterima oleh kelompok”.
Dari pernyataan tersebut, dapat di tarik kesimpulan bahwa apabila pembelajar tidak memperoleh dukungan dalam mempelajari agama, maka dia mencari jalan keluar kearah negatif, bahkan pembelajar cepat terpengaruh oleh lingkungan pergaulan yang berperilaku menyimpang, seperti pelanggaran norma-norma yang berlaku. Untuk itu untuk meningkatkan minat belajar anak terhadap mata pelajaran pendidikan agama Islam perlu adanya dukungan orang tua baik berupa bimbingan, dorongan gairah belajar, baik yang berbentuk pemberian hadiah, bimbingan maupun dorongan lainnya yang berupa perhatian dan pengawasan.
Bagi pembelajar yang masih belajar di Madrasah Ibtidaiyah, terkait masih banyak peserta didik yang masih belum dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai insan yang beragama. Untuk itu penulis mencoba untuk meneliti bagaimana sebenarnya “Minat Belajar Siswa Terhadap Mata Pelajaran PAI DI MI Muhammadiyah Kedunggudel”.
Pada saat sekarang ini, kenyataan yang kita lihat bahwa tidak banyak peserta didik yang mempunyai minat untuk mempelajari ilmu-ilmu agama, masih sedikit sekali peserta didik yang bisa melaksanakan shalat, mengaji ataupun kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan peribadatan.
Lingkungan pertama dan utama peserta didik adalah lingkungan keluarga bagi mereka yang bertempat tinggal di daerah-daerah pedesaan mungkin masih sangat kental dengan kegiatan keberagamannya, mereka sering mendengar suara-suara azan di masjid, di mushalla maupun di surau-surau. Sehingga secara spontan mereka langsung beranjak dari tempatnya dan menuju ke masjid, mushalla maupun ke surau.
Namun di daerah-daerah perkotaan, karena kesibukan mereka mencari nafkah, pergi pagi pulang sore atau malam bahkan sampai pagi lagi, kadang tidak pernah mendengar azan. Oleh sebab itu perlu adanya rangsangan dari dalam, motivasi serta dukungan untuk mempelajari agama yang digunakan dalam lingkungan masing-masing keluarga. Supaya mereka menyadari bagaimana pentingnya pendidikan kepada Allah SWT yang merupakan modal dasar untuk mencapai sukses.
Dalam pendidikan non formal, sholat ataupun mengaji merupakan kegiatan langsung yang bisa di wujudkan dalam lingkungan keluarga sehingga suatu keluarga akan memperoleh keamanan dan ketenangan jiwa dalam mengarungi bahtera kehidupan yang penuh dengan gelombang dan ombak yang suatu saat dapat menghanyutkan bahtera tersebut.
Lingkungan sekolah juga di duga dapat menentukan kemampuan siswa dalam mempelajari bidang-bidang keagamaan, sekolah-sekolah yang berada dilingkungan perkotaan haruslah dapat membagi waktu antara pelajaran umum dengan pelajaran-pelajaran keagamaan yang telah di cantumkan dalam kurikulum sekolah, sehingga pelajaran agama di sekolah tersebut tidak terbengkalai atau di lalaikan.
Setiap individu memiliki keinginan untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih. Namun harus pula di dukung oleh iman dan taqwa sebagai pendukung dalam kehidupan yang lebih baik lagi.

B. Rumusan Masalah

Berangkat dari problematika latar belakang tersebut di atas, maka kita temukan berbagai macam rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Mengapa minat para siswa dapat mempengaruhi pelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Kedunggudel?
2.      Bagaimana  cara membangkitkan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Kedunggudel?
3.      Bagaimana hasil belajar siswa setelah mempelajari Pendidikan Agama Islam di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Kedunggudel?

C. Pembatasan Masalah

Dalam penelitian ini diperlukan pembatasan masalah agar masalah yang diteliti menjadi lebih fokus dan jelas. Peneliti memfokuskan penelitian pada “Minat Belajar Siswa Terhadap Mata Pelajaran PAI” apakah minat para siswa dapat mempengaruhi pelajaran Pendidikan Agama Islam , selain itu penelitian ini difokuskan untuk mencari cara dalam membangkitkan minat belajar anak- anak, sekaligus untuk mengetahui hasil yang akan dicapai setelah adanya cara-cara yang sudah diterapkan dalam mengajar Pendidikan Agama Islam di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Kedunggudel sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar peserta didik  dan dapat mempengaruhi pada perubahan akhlak peserta didik.

D. Kegunaan Penelitian

Segala sesuatu yang kita lakukan haruslah mempunyai target yang akan di capai. Namun target pencapaian itu bukanlah yang pertama dan utama, yang penting adalah bagaimana proses dari pada pencapaian target tersebut.
Adapun kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Secara Teorits
Dari penelitian ini diharapkan supaya adanya kepedulian kita sebagai peserta didik maupun sebagai guru pembina untuk lebih mengutamakan pendidikan agama Islam yang sering dinomor duakan atau dianak tirikan dan semoga tinjauan-tinjauan yang lebih luas dan spesifik dari karya ilmiah ini dapat lebih memberikan banyak manfaat bagi pembaca dan yang perduli terhadap perkembangan dan peningkatan manusia yang berilmu, beriman dan bertaqwa.
2. Secara Praktis
Adalah untuk dapat memelihara sekapur sirih dari sebuah ketimpangan-ketimpangan yang ada dalam kancah kehidupan bermasyarakat. Kiranya sebuah problem-problem yang ada disekitar kita haruslah dapat kita tolerir keberadaannya dan merupakan tanggung jawab kita bersama untuk saling ingat mengingatkan, nasehat menasehati. Oleh sebab itu penelitian ini dapat menjadi pedoman kita dalam menyikapi permasalahan apapun yang terbentang didepan mata kita, agar kita tidak hanya terjerat dengan pendidikan umum yang menjanjikan kehidupan serba indah dan gemerlapan dan kelihatan tidak memiliki kekurangan sedikitpun.

E. Penelitian Terdahulu

  
                     Hasil-hasil penelitian terdahulu/Kajian Empirik. Bagian ini memuat tentang fakta-faktaa atau hasil kajian empirik yang relevan dengan judul/topik penelitian.  Hasil-hasil penelitian terdahulu sangat berguna bagi calon peneliti, khususnya didalam melihat tentang adanya celah penelitian atau riset gap yang bersumber dari jurnal penelitian.
Sebelum melakukan penelitian ini, peneliti telah menelusuri beberapa hasil penelitian terdahulu yang memiliki keterkaitan dengan penenlitian yang peneliti lakukan ini. Dari beberapa contoh judul penelitian terdahulu memang memiliki keterkaitan dari segi masalah yaitu mencari tau tentang hubungan dan pengaruh akan tetapi objek dan sasarannya yang berbeda. Oleh karena itu peneliti memilih masalah tentang :
1.      Penelitian Abdul Rohim (2011) Pengaruh minat belajar terhadap prestasi belajar siswa pada bidang studi PAI di SMP Dwi Putra Ciputat
Penelitian ini terfokus pada bidang studi PAI, yang bertujuan untuk mengantarkan siswa agar lebih mengetahui dan memahami tata cara yang berkaitan dengan perubahan seorang muslim baik yang berhubungan dengan Tuhan, manusia dan alam sehinggan dapat tercapai tujuan dari pembelajaran.[1]
2.      Urwatul Wusqo (2004) yang berjudul :  Studi Tentang Minat Belajar Siswa Terhadap Mata Pelajaran Pendidikan  Agama Islam Di SMKN 1 SELONG Tahun  Pembelajaran 2004/2005. Minat belajar siswa timbul karena adanya factor internal seperti kemauan diri sendiri dan adanya rasa butuh terhadap pelajaran Penddan Agama Islam untuk dapat menjalankan kewajibannya sebagai makhluk.
3.      Sri Sukayati (2011), Upaya Meningkatkan Minat Belajar dan Hasil Belajar PAI Kelas V melalui Strategi Pembelajaran Inquiri (Studi Tindakan Kelas di SD Bolo 2 Demak)[2]

F. Sistematika Pembahasan
Adapan sistematika pembahasan skripsi ini akan disusun menjadi tiga bagian yaitu :
A.   Bagian muka yang terdiri dari halaman judul, halaman pengesahan, halaman nota dinas, halaman dewan penguji, halaman motto, halaman kata pengantar dan halaman daftar isi.
B.   Bagian isi yang meliputi empat bab yaitu :
BAB I      :     Pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, pembatasan masalah, kegunaan penelitian, penelitian terdahulu, dan sistematika pembahasan.

BAB II     :      Kajian Pustaka menjelaskan tentang pengertian minat, hal-hal yang berhubungan dengan bidang studi Pendidikan Agama Islam, hubungan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran PAI di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Kedunggudel.

BAB III     : Metodologi Penelitian meliputi , tujuan penelitian, tempat dan waktu penelitian, bentuk dan strategi penelitian, sumber data, teknik cuplikan, teknik pengumpulan data, validitas data dan teknik analisis data.      
BAB IV  :       Merupakan laporan tentang masalah yang akan dibahas meliputi :
A.    Gambaran Umum MI Muhammadiyah Kedunggudel
B.     Dekskripsi Hasi Penelitian
BAB V :            Berisi kesimpulan, saran dan penutup.
C.   Bagian ketiga berisi tentang daftar kepustakaan, lampiran-lampiran, dan daftar ralat.
Demikian sistematika pembahasan yang penulis pergunakan dalam pembahasan skripsi ini.




[1] http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/357
[2] http://library.walisongo.ac.id/digilib/files/disk1/120/jtptiain-gdl-srisukayat-5953-1-srisuka-m.pdf



BAB II
LANDASAN TEORI

A.    DESKRIPSI TEORITIS

1. Pengertian Minat Belajar

Minat secara bahasa diartikan sebagai keinginan yang kuat, gairah, kesukaan (kecenderungan hati) kepada sesuatu.[1] Sedangkan secara istilah minat adalah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.[2]

Kemudian pengertian belajar, para ahli psikologi dan pendidikan mengemukakan rumusan yang berlainan, tetapi pada prinsipnya adalah sama. Untuk lebih jelasnya akan penulis kemukakan definisi belajar, antara lain sebagi berikut:
a.       Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya[3]
b.      Belajar adalah perubahan dalam kepribadian yang dimanifestasikan sebagai pola-pola respons yang baru yang membentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan, dan kecakapan.[4]
Dari beberapa pendapat mengenai pengertian belajar di atas, dikutip dari buku "Psikologi Pendidikan" karangan M. Mustaqim dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut:
a. Suatu aktivitas atau usaha yang disengaja.
b. Aktivitas tersebut menghasilkan perubahan, berupa sesuatu yang baru baik yang segera nampak atau tersembunyi tetapi juga hanya berupa penyempurnaan terhadap sesuatu yang pernah dipelajari. Perubahan-perubahan itu meliputi perubahan keterampilan jasmani, kecepatan perseptual, isi ingatan, abilitas berfikir, sikap terhadap nilai nilai dan inhibisi serta lain-lain fungsi jiwa (perubahan yang berkenaan dengan aspek psikis dan fisik). Perubahan tersebut relatif bersifat konsta[5]

Dari kesemuanya itu dapat diambil kesimpulan bahwa minat belajar adalah suatu proses atau keinginan anak didik dalam menerima, merespon, serta menganalisa bahan-bahan pelajaran yang telah disajikan guru yang berakhir pada kemampuan anak menguasai bahan pelajaran dan meningkatkan perubahan sikap dan tingkah laku baik yang berupa pengetahuan, keterampilan, maupun sikap, bahkan meliputi segenap aspek.

2.  Bidang Studi Pendidikan Agama Islam

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1 menyebutkan bahwa :
"Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara" .
Sedangkan definisi pendidikan agama Islam disebutkan dalam Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam SD dan MI adalah :
"Pendidikan agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, mengimani, bertakwa, berakhlak mulia, mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya kitab suci Al-Quran dan Hadits, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, serta penggunaan pengalaman."
Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa tujuan Pendidikan Agama Islam adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang ajaran Islam, keterampilan mempraktekkannya, dan meningkatkan pengamalan ajaran Islam itu dalam kehidupan sehari-hari. Jadi secara ringkas dapat dikatakan bahwa tujuan utama Pendidikan Agama Islam adalah keberagamaan, yaitu menjadi seorang Muslim dengan intensitas keberagamaan yang penuh kesungguhan dan didasari oleh keimanan yang kuat.

B.     KERANGKA BERPIKIR
1.      Minat anak-anak dalam mempelajari Pendidikan Agama Islam sangat menentukan  siswa-siswi untuk meningkatkan pemahaman, keimanan, penghayatan, pengamalan peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. serta berakhlah mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
2.      Cara membangkitkan minat belajar siswa dibutuhkan 2 faktor yang mendukung, yaitu :
a.        Faktor intern, yaitu faktor yang datang dari dalam diri siswa itu sendiri seperti keadaan kesehatannya.
b.       Faktor ekstern yaitu faktor yang datang dari luar siswa antara lain faktor keadaan lingkungan dan usaha guru, meliputi metode belajar dan strategi belajar yang tepat, menvariasi alat peraga dan juga mengajak siswa aktif pada kegiatan kemasyarakatan.
3.      Setiap metode pengajaran yang diterapkan pada setiap pembelajaran,terlebih materi Pendidikan Agama Islam, maka akan kita temukan berbagai macam hasil yang dicapai oleh peserta didik, dari cara-cara yang sudah diterapkan tersebut.

Kerangka Berpikir



[1] Tim Prima Pena, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Gita Media Press, 2004), hlm.532.
[2] Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2005), hlm. 151.
[3]Daryanto, Belajar dan Mengajar, (Bandung: Yrama Widya, 2010), hlm. 2.
[4]Nana Syaodih Sukmadinata, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2004), hlm. 155.
[5]H. Mustaqim, Psikologi Pendidikan, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar bekerjasama dengan Fak. Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang, 2008), hlm. 34




BAB III

METODOLOGI PENELITIAN



 A. Tujuan Penelitian

Pada setiap penulisan sebuah karya ilmiah tentunya telah memprediksikan sasaran dan tujuan yang ingin dicapai. Tujuan penelitian merupakan sebuah target agar data-data itu dapat bermanfaat bagi semua pihak dan menjadi barometer dari penyusunan karya-karya ilmiah selanjutnya. Adapun tujuan dilakukan penelitian tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Untuk mengetahui minat para siswa terhadap pelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Kedunggudel?
  2. Untuk mengetahui cara membangkitkan minat belajar siswa terhadap  pelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Kedunggudel?
  3. Untuk mengetahui hasil belajar belajar siswa terhadap pelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Kedunggudel?





B.    Tempat dan Waktu Penelitian
            Adapun tempat penelitian ini adalah di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Kedunggudel Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi. Menurut hemat penulis penelitian dilakukan disebabkan :
1.     Peneliti merupakan penduduk di Desa tersebut sehingga dipandang perlu untuk mengetahui seberapa besar minat para siswa mempelajari pendidikan agama Islam di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Kedunggudel
2.     Adapun waktu penelitian kami lakukan selama enam bulan setelah disyahkannya proposal ini.

A.    Bentuk dan Strategi Penelitian
a.      Bentuk Penelitian
Bentuk penelitian yang penulis gunakan adalah deskriptif kualitatif, karena data yang penulis kumpulkan adalah data dalam bentuk kata-kata, kalimat, pencatatan dokumen maupun arsip yang memiliki arti lebih dari sekedar angka dan frekuensi.
b.      Strategi Penelitian
Strategi penelitian yang penulis gunakan adalah strategi penelitian Tunggal Terpancang, maksudnya penelitian yang diarahkan pada riset yang diarahkan pada lokasi yaitu MI Muhammadiyah Kedunggudel. Tunggal yaitu 1 lokasi MI Muhammadiyah Kedunggudel.Terpancang apa yang diteliti ,dibatasi pada aspek-aspek yang sudah dipilih.
B.     Sumber Data
                  Yang dimaksud sumber data dalam penelitian ini adalah obyek dari mana data itu diperoleh (Suharsimi Arikunto, 1996:114).
                 Untuk memperoleh data di atas, penelitian ini menggunakan dua       jenis sumber data, yaitu :
1.      Sumber data primer
              Sumber data primer adalah para informan
2.      Sumber data sekunder
                             Sumber data sekundernya adalah berrbagai dokumen-dokumen dan buku-buku teks yang berkaitan dengan studi minat belajar siswa terhadap mata pelajaran agama Islam di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Kedunggudel
                         Selain itu untuk memperoleh data peneliti melakukan observasi terhadap aktivitas selama proses belajar mengajar berlangsung dan kegiatan peserta didik di sekolah.
                 Karena jenis data penelitian ini adalah kualitatif, maka data  disajikan dalam bentuk kata-kata, kalimat, narasi, uraian, dan berbagai bentuk pemahaman lainnya. Secara kongkret data yang dikumpulkan terdiri atas rekaman hasil wawancara (mendalam) dengan berbagai informan.

C.     Teknik Cuplikan
Dalam penelitian kualitatif lebih cenderung menggunakan teknik cuplikan yang bersifat selektif dengan pertimbangan berdasarkan konsep teoritis yang digunakan, keingintahuan pribadi peneliti, karakteristik empiris dan lain-lain. Teknik cuplikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah “purposive sampling” yaitu menentukan sampel dengan pertimbangan tertentu yang dipandang dapat memberikan data secara maksimal.[1]
Informan dalam penelitian kualitatif ini adalah informan kunci yang paling mengetahui serta telah memahami masalah secara mendalam dan mampu memberikan informasi dengan benar, lengkap dan akurat.

D.    Teknik Pengumpulan Data
                  Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini, merupakan bagian yang sangat penting dalam suatu penelitian yang bersifat ilmiah, bahkan suatu keharusan bagi seorang peneliti dalam hal ini untuk memperoleh data yang diperlukan oleh penulis. Penulis menggunakan beberapa metode yang kiranya bisa mendukung terlaksananya penelitian dan pengambilan data tersebut.
                          Adapun metode-metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini antara  lain :
1.   Metode Interview
                                    Metode wawancara adalah suatu percakapan yang diarahkan pada suatu masalah tertentu dan merupakan suatu proses tanya jawab lisan, dimana dua orang atau lebih berhadapa secara fisik. Ahli lain mengatakan bahwa : Interview yang dipandang sebagai metode pengumpulan data dengan jalan tanya jawab sepihak yang dikerjakan secara sistimatis dan berdasar kepada tujuan penyelidikan. Pada umumnya dua orang atau lebih hadir secara fisik dalam proses tanya jawab dan masing-masing dapat menggunakan saluran-saluran komunikasi secara wajar dan lancar. [2]
Berdasarkan rumusan pendapat di atas, maka interview sebagai metode penelitian terhadap dua pihak yang masing-masing pihak mempunyai kedudukan yang berbeda di pihak peneliti pertama secara langsung memperoleh data dari pihak kedua yang disebut interview sebagai pemberi jawaban.
Penggunaan interview dalam penelitian adalah sebagai metode utama dan digunakan untuk memperoleh data tentang minat siswa untuk mempelajari pendidikan agama Islam di MI Muhammadiyah Kedunggudel, termasuk hasil pembelajaran yang sudah dicapai selama proses belajar-mengajar. Untuk memperoleh kedua jenis data tersebut dapat diwawancarai dengan guru-guru bidang study dan kepala sekolah.
2.  Metode Observasi.
Metode Observasi bisa diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan dengan sistematis terhadap fenomena-fenomena yang diselidiki dalam arti luas. Observasi sebenarnya tidak hanya terbatas pada
          pengamatan yang dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung. [3]
Pengertian ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Bimowalgito : Observasi merupakan suatu penyelidikan yang dijalankan secara sistimatis dan sengaja diadakan dengan menggunakan alat indera ( terutama mata ) terhadap kejadian-kejadian yang langsung ditangkap pada waktu kejadian itu terjadi.[4]                
Jadi observasi yang dimaksud di sini setelah pengamatan secara langsung terhadap obyek penelitian. Metode observasi digunakan untuk memperoleh data tentang bagaimana minat siswa untuk mempelajari pendidikan agama Islam di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Kedunggudel.
3.   Metode Dokumentasi
            Dokumentasi adalah  benda-benda tertulis yang dapat memberikan berbagai macam keterangan. Ahli lain mengatakan bahwa dokumen dapat pula berbentuk tulisan, keterangan-keterangan, lembaran-lembaran negara, maupun benda lainnya.
            Selanjutnya Arikunto  : Berpendapat bahwa dalam mengadakan penelitian, penulisan skripsi yang bersumber pada tulisan dalam rangka operasionalnya, metode dokumentasi ini meneliti benda-benda tertulis yang berupa buku-buku, doumen-dokumen, notulen rapat dan sebagainya.[5]
            Berdasarkan pendapat di atas maka yang dimaksud dengan pencatatan dokumen dalam penelitian adalah suatu cara pengumpulan data berupa keterangan, catatan-catatan penting yang berbentuk tulisan. Metode dokumen ini digunakan sebagai metode utama dan untuk memperoleh data tentang keadaan guru bidang study, keadaan murid, metode pembelajaran dan lain-lain.
E.     Validitas data (Trianggulasi Data)
                  Teknik Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
a.             Triangulasi Data
                  Teknik triangulasi data ini sering disebut sebagai triangulasi sumber. Penelti menggunakan beragam sumber data yang tersedia dengan cara membandingkan hasil observasi dengan hasil wawancara dan membandingkan informasi yang diperoleh dengan hasil wawancara dan membandingkan informasi yang diperoleh dari pihak guru, siswa dan wali murid.
                  Untuk memperoleh keabsahan temuan-temuan dan informasi dalam hal pencarian data-data peneliti mengadakan diskusi dengan guru dan wali murid tentang masalah yang akan dikaji yaitu studi tentang minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Agama Islam, hal ini dimaksudkan untuk membahas temuan secara detail dan mendalam.
b.             Trianggulasi Peneliti
                        Sebagai peneliti dalam penelitian kualitatif peneliti akan berusaha memperpanjang kehadiran peneliti di lapangan, sebagaimana fungsi peneliti dalam penelitian ini adalah intrumen kunci dalam pengumpulan data. Oleh karena itu semakin lama peneliti di lapangan, maka semakin banyak data yang diperoleh sehingga kredibilitas data diharapkan dapat mendekati kebenaran.

E. Teknik Analisis Data
Data yang sudah terkumpul selama mengadakan penelitian perlu diadakan analisa dengan cermat, teliti dan ulet sehingga dapat menemukan kesimpulan yang obyektif dari hasil penelitian yang dimaksud.
Menurut Bogdan Tylor dikutip oleh Lexi J. Moloeng : Bahwa analisa data sebagai proses yang terinci. Usaha secara formal untuk menemukan tema dan perumusan ide yang didasarkan oleh data sebagai usaha untuk memberikan pada tema atas ide tersebut.[6]
Data yang terkumpul, kemudian diolah dan dicari hubungannya satu sama lain. Untuk selanjutnya disusun secara sistematis, logis dan yuridis untuk memperoleh gambaran umum mengenai minat siswa untuk mempelajari pendidikan agama Islam pada diri anak dari sekolah untuk menunjang proses pembelajaran pendidikan. Sedangkan untuk menganalisa data yang diperoleh penulis menetapkan analisa kualitatif. Dengan demikian data yang terkumpul di bahas, ditafsirkan dan dikumpulkan secara induktif sehingga dapat diberikan gambaran yang jelas mengenai hal-hal yang terjadi.
Mengingat penelitian hanya menampilkan data-data kualitatif, maka penulis menggunakan analisa data senantiasa berlandaskan pada nilai-nilai dalam bentuk analisis induktif. Analisa induktif adalah berangkat dari fakta-fakta yang khusus. Peristiwa-peristiwa yang kongkrit, kemudian dari fakta-fakta tersebut ditarik generalisasi atau kesimpulan yang ada/utama.
Analisa induktif ini digunakan karena berdasarkan alasan-alasan sebagai berikut :
1.      Prosedur induktif lebih dapat menemukan kenyataan-kenyataan sebagai yang terdapat dalam data.
2.      Analisis induktif lebih dapat membuat hubungan peneliti responden menjadi eksplisis, dapat dikenal dan akontabel.
3.      Analisis induktif demikian lebih dapat menguraikan latar belakang secara penuh dan dapat membuat tentang ada tidaknya pengalihan kepada latar yang lain.
4.      Analisis induktif lebih dapat menemukan pengaruh bersama yang mempertajam hubungan-hubungan.
5.      Analisis induktif demikian dapat memperhitungkan nilai-nilai data eksplisis sebagai bagian dari struktif analisis.[7]
Bertolak dari pengertian di atas, maka peneliti menggunakan analisa ini untuk menyimpulkan hasil observasi, angket dan hasil penelitian lainnya.




[1] Suharsimi Arikunto Prof.Dr. (2010), Op.Cit, hal. 33
[2]. Ibid, hal. 226
[3]. Sutrisno Hadi, Metodologi Reserch, jilid – I, 1980, hal. 136
[4]. Ibid, hal. 54
[5]. Suharsimi Arikunto, Op, Cit, hal. 34
[6]. Lexi J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, 1993, hal. 103
[7]. Ibid, hal. 5 



BAB IV
TIME SCHEDULE, PEMBIAYAAN DAN DAFTAR PUSTAKA

A. Jadwal Penelitian
Pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2012/2013
No
Kegiatan
Bulan ke :
1
2
3
4
1.
Persiapan
a. Perizinan
b. Penentuan Lokasi
c. Penetapan Informan
d. Penyusunan program





2.
Pengumpulan/Analisis data
a. Wawancara mendalam, observasi langsung, mencatat dan mengambil arsip dan dokumen, disertai dengan reduksi data serta verifikasi sementara
b. Review dan refleksi data serta verifikasi sementara












3.
Penyusunan Laporan
a. Penyusunan laporan awal sementara
b. Review dan refleksi laporan awal
c. Penyusunan laporan akhir secara sempurna
d. Penggandaan dan penyerahan hasil penelitian













B. Pembiayaan
RENCANA ANGGARAN PENELITIAN
1.      PROPOSAL
Ø  Biaya rental dan print proposal                                        Rp 100.000
Ø  Fotocopi sumber-sumber tinjauan pustaka                       Rp   30.000
Ø  Fotocopy perbanyak proposal                                          Rp   50.000
2.      PENGUMPULAN DATA
Ø  Izin penelitian                                                                    Rp   50.000
Ø  Transportasi                                                                      Rp   50.000
3.      ANALISA DATA DAN PENYUSUNAN LAPORAN SKRIPSI
Ø  Biaya rental dan print                                                     Rp 100.000 
Ø  Penjilidan                                                                         Rp 150.000
Ø  Fotocopy laporan penelitian                                             Rp   50.000  +
Total                                                                                        Rp 580.000


DAFTAR PUSTAKA

Kitab Suci Al-Qur’an,Departemen Agama RI, Surabaya : Penerbit Al-Hidayah
Wayan Nurkencana dan PPN Samartana, Evaluasi Pendidikan, 1986
H. Abu Ahmadi dan Hj. Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan Bandung : ,Penerbit Rineka Cipta cet. 2001
Hj.Nur Uhbiyati  Ilmu Pendidikan Islam, 1996
Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, Raka sarasem, Yogyakarta, 1989
Muhaimin, Paradigma Pendidian Islam, 20002
W.J.S. Purwardarminta,Kamus Umum Bahasa Indoensia, 1984
Ahmad D. Marimba, Pengantar Filsafat Pendidian Islam, 1962
Sugoyono , Metode Penelitian Administrasi, Penerbit : Al-Fabeta Bandung 2003
Sutrisn Hadi, Metodologi Reserch, jilid I, Rineka Cipta, 1980
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Penerbit, Rineka Cipta, 1998
Utami Munandar, Psikologi Perkembangan, Gajah Mada, 1990
Koestor Partowisastro, Perkembangan Aktivitas Belajar Anak, Cipta Karya, 1989
Duane Schults, Psikologi Perkembangan Jamuare, Bandung , 1991
Andi Mapiere, Pengantar Bimbingan dan Konseling di Sekolah, Usaha Nasional, Surabaya, 1982

Slameto, Evaluasi Pendidika, Jammare, Bandung, 1998

Mungkin Anda Suka:



Berlangganan via Email