Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Contoh Proposal Skripsi Kualitatif Pendidikan : Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Di SDIT Al Mukminun Ngrambe Tahun Pelajaran 2012/2013




PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING
 PADA MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK
DI SD IT AL MUKMINUN NGRAMBE
TAHUN PELAJARAN 2012/2013

PROPOSAL SKRIPSI



OLEH :
RUSDATUN NASHIROH
NIM/NIMKO : 2009.520.101.133/2009.4.052.0001.1.02106


SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH MUHAMMADYAH
TEMPURREJO NGAWI
2013

LEMBAR PERSETUJUAN

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING
 PADA MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK
DI SD IT AL MUKMINUN NGRAMBE
TAHUN PELAJARAN 2012/2013

PROPOSAL SKRIPSI

Oleh :
RUSDATUN NASHIROH
NIM/NIMKO : 2009.520.101.133/2009.4.052.0001.1.02106



Disetujui Oleh:
                 Pembimbing I                                                         Pembimbing II

            Drs. Juaini, M.Ag                                                  Drs.H. Tri Mulya, M.Ag



DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................ ii
DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
A. Latar Belakang Masalah .....................................................................................    1
B. Rumusan Masalah .............................................................................................. 4
C. Pembatasan Masalah   .......................................................................................... 4
D. Kegunaan Penelitian  .......................................................................................... 5
E. Penelitian Terdahulu  .......................................................................................... 5
F. Sistematika Pembahasan ......................................................................................   7
BAB II LANDASAN TEORI ................................................................................ 9
A. Deskripsi Teoritis ..............................................................................................  9
B. Kerangka Berpikir ............................................................................................. 10
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ............................................................ 13
A. Tujuan Penelitian ............................................................................................... 13
B. Tempat dan Waktu Penelitian   ............................................................................ 14
C. Bentuk dan Strategi Penelitian  ………………………………………………     14 
D. Sumber Data ...................................................................................................... 15
E. Teknik Cuplikan  ..................................................................................................  16
F. Teknik Pengumpulan Data ................................................................................. 17
G. Validitas Data  …............................................................................................. 18
H. Teknik Analisis Data .......................................................................................... 19

BAB 1V TIME SCHEDULE, PEMBIAYAAN DAN DAFTAR PUSTAKA       21



JUDUL :

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING PADA MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK
DI SD IT AL MUKMINUN NGRAMBE
TAHUN PELAJARAN 2012/2013

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan dipahami secara luas dan umum sebagai usaha sadar yang dilakukan pendidik melalui bimbingan, pengajaran, dan latihan untuk membantu peserta didik mengalami proses pemanusiaan kearah tercapainya pribadi yang dewasa/susila yaitu sosok manusia dewasa yang sudah terisi secara penuh bekal ilmu pengetahuan serta memiliki integritas moral yang tinggi sehingga dalam perjalanannya nanti, manusia yang selalu siap baik jasmani maupun rohani.[1]
Kebanyakan dari masyarakat modern menomorduakan pendidikan agama setelah pendidikan mum bagi anak-anak mereka. Padahal pendidikan  agama  merupakan  bagian  terpenting  dalam  program pengajaran  pada  setiap  jenjang  lembaga  pendidikan.  Ajaran  agama  islam membawa  umat  manusia  menuju  jalan  yang  lurus, berakhlak  mulia  dan bertaqwa kepada  Allah  SWT sehingga ia menjadi orang dewasa yang berbudi pekerti luhur menurut ukuran Islam. Hal ini sesuai dengan pengertian pendidikan Islam yang dikemukakan oleh Drs. Ahmad D. Marimba.
                 Menurut Drs. Ahmad D. Marimba Pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani, rohani berdasarkan hukum-hukum agama Islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam”.[2]
Dalam era yang penuh persaingan ini, moral dan akhlak seseorang semakin dikesampingkan guna mendapatkan apa yang mereka inginkan. Karena persaingan inilah di kalangan masyarakat mulai muncul sikap individual yang mementingkan kepentingannya sendiri dan tidak memperdulikan kepentingan orang lain.  Akibatnya muncul kerusuhan dan pertikaian di tengah  mayoritas masyarakat yang saat ini mulai sadar akan  pentingnya pendidikan. Hal ini terjadi karena perubahan pola pikir masyarakat yang mengukur kesuksesan dengan materi semata sehingga lebih banyak yang memilih untuk belajar ilmu pengetahuan umum dan teknologi tanpa diseimbangkan dengan ilmu agama dan nilai moral.
Oleh karena itu, seorang pendidik di bidang pendidikan agama islam seharusnya mampu menanamkan nilai-nilai akhak yang mulia kepada peserta didiknya. Melalui pendidikan agama islam sejak dini inilah akan  terbentuk akhlak mulia sebagai bekal masa depannya kelak serta menumbuhkan jiwa sosial yang tinggi dalam kehidupan bermasyarakat. Pada  kegiatan belajar mengajar di sekolah seorang pendidik harus dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya terutama dalam metode dan strategi pembelajaran yang berkembang cepat saat ini sesuai dengan  lajunya teknologi. Melalui model pembelajaran Cooperative Learning (CL) yang akan menciptakan kondisi belajar yang efektif dan inovatif, materi pelajaran Aqidah Akhlak  yang kebanyakan peserta didik menganggapnya sebagai pelajaran yang biasa akan berubah menjadi mata pelajaran yang menarik dan menyenangkan sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan kognitif peserta didik. 
Dalam model pembelajaran Cooperative Learning (CL) tidak hanya mempelajari materi saja, namun peserta didik juga harus mempelajari ketrampilan-ketrampilan khusus yang disebut ketrampilan kooperatif. Ketrampilan ini berfungsi untuk memperlancar hubungan kerja dan tugas. Peranan hubungan kerja dapat dibangun dengan mengembangkan komunikasi antar anggota kelompok, sedangkan peranan tugas dilakukan dengan membagi tugas antar anggota kelompok selama kegiatan pembelajaran.[3]
Dengan demikian penerapan model pembelajaran Cooperative Learning pada mata pelajaran Aqidah Akhlak dapat meningkatkan hubungan sosial antar peserta didik sehingga dapat saling memahami dan menghargai berbagai karakter peserta didik yang lain. Selain itu  nilai aqidah akhlak dalam materi pelajaran akan dengan mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.   
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1.      Bagaimanakah  penerapan  model pembelajaran Cooperative Learning (CL) di SD Islam Terpadu Al Mukminun Ngrambe tahun pelajaran 2012/2013?
2.   Bagaimana hasil dari penerapan model pembelajaran Cooperative Learning (CL) pada mata pelajaran Aqidah Akhlak terhadap akhlak peserta didik di SD Islam Terpadu Ngrambe tahun pelajaran 2012/2013?
3.      Mengapa model pembelajaran Cooperative Learning (CL) digunakan dalam pembelajaran Aqidah Akhlak di SD Islam Terpadu Al Mukminun Ngrambe tahun pelajaran 2012/2013?

C. Pembatasan Masalah
Dalam penelitian ini diperlukan pembatasan masalah agar masalah yang diteliti menjadi lebih fokus dan jelas. Peneliti memfokuskan penelitian pada penerapan model pembelajaran Cooperative Learning (CL) pada mata pelajaran Aqidah Akhlak di SD Islam Terpadu Al Mukminun Ngrambe, apakah penerapan model pembelajaran Cooperative Learning (CL) dapat efektif menumbuhkan motivasi dan minat belajar peserta didik sehingga berpengaruh pada perubahan akhlak peserta didik. Selain itu penelitian ini difokuskan untuk mencari alasan mengapa menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning (CL) pada mata pelajaran Aqidah Akhlak di SD Islam Terpadu Al Mukminun Ngrambe.

D. Kegunaan Penelitian
       Hasil penelitian ini diharapkan dapar memberikan kegunaan sebagai berikut :
  1. Dapat dijadikan sebagai salah satu alterrnatif metode pembelajaran Aqidah Akhlak dalam upaya membangkitkan motivasi belajar dan keaktifan  peserta didik sehingga mampu memahami materi pelajaran yang disampaikan sehingga terbentuk akhlak yang mulia pada diri peserta didik.
2.      Dapat dijadikan solusi untuk memperbaiki mutu pembelajaran, khususnya studi Aqidah Akhlak agar lebih efektif dan menyenangkan bagi peserta didik.
3.      Dapat dijadikan referensi dalam penelitian sejenis di kemudian hari.

E. Penelitian Terdahulu
Penelitian tentang model pembelajaran Cooperative Learning telah banyak dilakukan oleh para peneliti dengan menghasilkan temuan-temuan yang menjadi sumbangan pemikiran bagi perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang pembelajaran. Berikut adalah beberapa penelitian terdahulu yang berkaitan dengan model pembelajaran Cooperative Learning :
1.      Penelitian Hilman Fadilah (2010 : 4) menyebutkan bahwa Model Numbered Head Together (NHT) adalah bagian dari model pembelajaran kooperatif struktural, yang menekankan pada struktur-struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. Struktur Kagan menghendaki agar para siswa bekerja saling bergantung pada kelompok-kelompok kecil secara kooperatif.
2.      Penelitian Muhammad Husein (2010 : 139) dengan judul “Implementasi Cooperative Learning Melalui Strategi Crossword Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Aqidah Akhlak Siswa Kelas VII MTS YASPURI di Malang”. Dalam penelitiannya,  Muhammad Husein melaporkan bahwa perencanaan cooperative learning melalui strategi crossword puzzle terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VII dalam pembelajaran Akidah Akhlak. Perencanaan dibuat setelah peneliti mengetahui karakteristik siswa kelas VII di MTS Yaspuri Malang yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran.[4]
3.      Penelitian Septi Dwi Dayanti (2011 : 90) yang berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Student Team Achievement Division (STAD) Pada Pencapaian Kompetensi Membuat Pola Blazer di SMK N 1 Sewon Bantul” melaporkan bahwa dengan model pembelajaran Cooperative Learning Tipe Student Team Achievement Division (STAD) terbukti berpengaruh terhadap pencapaian kompetensi membuat pola blazer. Model pembelajaran STAD yang merupakan strategi kelompok belajar yang terdiri dari 4 sampai 6 peserta didik heterogen kemampuan belajarnya ini dapat menjadikan suasana belajar menjadi aktif, menarik, tidak membosankan dan menumbuhkan interaksi antar peserta didik sehingga peserta didik memahami dan mengerti materi pelajaran yang disampaikan.[5]
Ketiga Penelitian di atas masing-masing membahas tentang salah satu metode pembelajaran dalam Cooperative Learning dengan menyebutkan keunggulan dari masing-masing metode. Kesimpulan dari kedua penelitian tersebut adalah model pembelajaran Cooperative Learning menekankan pada pentingnya kerjasama antar peserta didik dalam memecahkan masalah di dalam proses  pembelajaran.
Berdasar atas penelitian yang terdahulu, maka penulis merasa tertarik untuk mengkaji secara umum dari model pembelajaran Cooperative Learning yang hasilnya mampu meningkatkan pemahaman peserta didik dalam proses pembelajaran. Selain itu hasil yang paling penting dari model pembelajaran Cooperative Learning  adalah dapat meningkatkan interaksi sosial antar peserta didik dan menghilangkan sifat individual sehingga mewujudkan suasana kekeluargaan dalam proses pembelajaran.

F. Sistematika Pembahasan
Hasil analisis disajikan menjadi beberapa bab dan masing-masing bab mencakup beberapa sub bab yang berisi sebagai berikut:
BAB I: Pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, pembatasan masalah, kegunaan penlitian, penelitian terdahulu, hipotesa, sistematika pembahasan.
BAB II: Kajian pustaka yang terdiri dari deskripsi data tentang variabel diantaranya model pembelajaran Cooperative Learning,  mata pelajaran Aqidah Akhlak, SD IT (Islam Terpadu) dan kerangka berfikir.
BAB III:  Metodologi Penelitian yang terdiri dari tujuan penelitian, tempat dan waktu penelitian, bentuk dan strategi penelitian, sumber data, teknik cuplikan, teknik pengumpulan data, validitas data dan teknik analisis data.               
BAB IV: Hasil penelitian yang terdiri dari deskripsi data yang berupa gambaran umum SD Islam Terpadu Al Mukminun Ngrambe, kondisi obyek penelitian, dan pembahasan.
BAB V: Bab ini merupakan bab penutup atau bab akhir dari penyusunan skripsi yang penulis susun. Bab lima ini berisi kesimpulan hasil penelitian dan saran-saran.




[1] Darmaningtiyas. (1999), Pendidikan Pada dan Setelah Krisis (Evaluasi Pendidikan Pada Masa Krisis), Jogjakarta : Pustaka Pelajar, hal.3
[2] Nur Uhbiyati. (1997),  Ilmu Pendidikan Islam, Bandung : Pustaka Setia, hal. 9
[3] Madrasah Education Development. (2011), Bahan Ajar Model-Model Pembelajaran, Surabaya, hal. 238
[4] Fadilah Hilman, Perbandingan Hasil Belajar Matematika Siswa Yang Menggunakan Model Pembelajaran Cooperative Learning Type Numered Head Together (NHT)Dengan menggunakan Pembelajaran Model Klasikal. Dalam http://hilmanfadilah.wordpress.com/2010/10/29/contoh-proposal-pendidikan-matematika. (16 Januari 2013)
[5] Dayanti Septi Dwi, Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Type Student Team Achievement Divisions(STAD)Pada Pencapaian Kompetensi Membuat Pola Blazer Di SMK N 1 Sewon Bantul. Dalam http://eprints.uny.ac.id/4914/1/Pengaruh_Model_Pembelajaran_Cooperative_Learning_Tipe_Students_Team_Achievement_Division_(STAD)_Pada_Pencapaian_Kompetensi_Membuat_Pola_Blazer.Pdf. (23 April 2013)




BAB II
LANDASAN TEORI


A. Diskripsi Teoritis
1. Model Pembelajaran Cooperative Learning
                   Model pembelajaran Cooperative Learning adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar.[1] Model pembelajaran ini dapat memacu semangat belajar siswa karena dalam modal pembelajaran Cooperative Learning terdapat berbagai macam metode pembelajaran yang menarik.

2. Mata Pelajaran Aqidah Akhlak
                   Mata pelajaran Aqidah Akhlak merupakan salah satu mata pelajaran PAI yang diberikan kepada peserta didik agar dapat memahami makna Aqidah serta mengerti bentuk-bentuk akhlak yang mulia. Dengan memahami bentuk-bentuk akhlak mulia diharapkan peserta didik mampu menerapkannya pada kehidupan masyarakat.



3. SD IT (Islam Terpadu)
                   Sekolah Dasar Islam Terpadu adalah bentuk sekolah tingkat dasar yang menggunakan model pembelajaran terpadu dengan menggabungkan kurikulum mata pelajaran umum dengan mata pelajaran pendidikan agama islam dikembangkan menjadi beberapa muatan lokal di bidang keagamaan.
Model pembelajaran terpadu pada hakikatnya merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa baik secara individual maupun kelompok aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip secara holistik dan pembelajaran ini merupakan model yang mencoba memadukan beberapa pokok bahasan.[2]

B. Kerangka Berpikir
1. Kecurangan, sikap egois, sikap tidak bertanggung jawab, sikap individual dan hilangnya rasa malu di kalangan peserta didik SD IT Al Mukminun Ngrambe terjadi karena adanya faktor kemerosotan nilai moral dan akhlak.
2. Pembelajaran Aqidah Akhlak sangat diperlukan sebagai pembentukan kepribadian peserta didik. Oleh karena itu pendidikan tentang pembentukan akhlak mulia ini harus ditanamkan sejak dini sebagai bekal untuk menghadapi masa depannya yang terus berkembang sesuai arus teknologi dan gaya hidup yang materialis.
3. Upaya untuk membantu pemahaman peserta didik tentang nilai moral dan akhlak ini dilakukan dengan memberikan pembelajaran Aqidah Akhlak. Namun kenyataannya mata pelajaran Aqidah Akhlak dianggap mudah dan sepele sehingga peserta didik hanya mengerti materi yang disampaikan tanpa memahami nilai yang terkandung di dalamnya. Hasilnya peserta didik bisa mencapai skor yang tinggi pada ujian materi pelajaran Aqidah Akhlak namun tidak menerapkan nilai-nilai aqidah dan akhlak dalam kehidupannnya.
4. Untuk memperbaiki pemahaman peserta didik yang hanya menguasai bidang teori saja tanpa menerapkannya diperlukan model pembelajaran yang inovatif dengan metode yang beragam. Dengan begitu peserta didik akan semnagat dalam belajar Aqidah Akhlak dan menjadikan materi pelajaran terkesan dalam ingatannya kemudian menerapkannya dalam kehidupan nyata.
5. Tujuan model pembelajaran Cooperative Learning adalah untuk membantu pendidik mengatasi kejenuhan peserta didik saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Model pembelajaran ini juga mengajarkan peserta didik untuk berinteraksi sosial dengan peserta didik lain serta memacu pemikirannya untuk terus berkembang dan kritis sehingga menimbulkan kesan yang mendalam setelah kegiatan pembelajaran selesai. Dengan demikian tercapailah tujuan pembelajaran untuk membentuk kepribadian peserta didik yang terampil di bidang sosial dan berakhlak mulia.

Untuk memudahkan pemahamannya maka skema kerangka berfikir penelitian kualitatif ini adalah sebagai berikut :




[1] Sugiyanto Drs.M,Si.M.Si, (2009), Model-Model Pembelajaran Inovatif, Surakarta : Mata Padi Presindo, hal. 37
[2] Ibid, hal. 126

Kerangka Berpikir



BAB III
METODOLOGI PENELITIAN


A. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah  di atas, maka secara umum tujuan  dari  penelitian  yang  dilakukan  adalah  untuk  mengetahui  secara jelas melalui analisis Interaktif tentang penerapan model pembelajaran Cooperative Learning pada mata pelajaran Aqidah Akhlak di SD Islam Terpadu Al Mukminun tahun pelajaran 2012/2013.
Sedangkan secara khusus penelitian ini dilakukan dengan tujuan :
1. Untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Cooperative Learning pada mata pelajaran Aqidah Akhlak di SD Islam Terpadu Al Mukminun Ngrambe tahun pelajaran 2012/2013.
2. Untuk mengetahui hasil dari penerapan model pembelajaran Cooperative Learning pada mata pelajaran Aqidah Akhlak di SD Islam Terpadu Al Mukminun Ngrambe tahun pelajaran 2012/2013.
3. Untuk mengetahui alasan penerapan model pembelajarana Cooperative Learning pada mata pelajaran Aqidah Akhlak di SD Islam Terpadu Al Mukminun Ngrambe tahun pelajaran 2012/2013.

B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan di kecamatan Ngrambe, dengan memfokuskan penelitian di SD Islam Terpadu Al Mukminun yang kurikulumnya memadukan materi pelajaran umum dengan materi pelajaran agama islam.
Penelitian tentang  penerapan model pembelajaran Cooperative Learning pada mata pelajaran Aqidah Akhlak ini dilakukan selama empat bulan pada semester genap tahun pelajaran 2012/2013.

C. Bentuk dan Strategi Penelitian
1.    Bentuk Penelitian
                        Bentuk penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan keadaaan obyek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang tampak tidak lebih daripada penelitian yang bersifat penemuan fakta-fakta seadanya (fact finding).[1]
                        Dalam penelitian ini peneliti hanya memotret apa yang terjadi pada obyek atau wilayah yang diteliti, kemudian memaparkan apa yang terjadi dalam bentuk laporan penelitian secara lugas tanpa mengubah, menambah atau  mengadakan  manipulasi terhadapn obyek atau wilayah yang diteliti.[2]

2.    Strategi Penelitian
Penelitian ini merupakan studi kasus. Studi kasus mensyaratkan suatu tempat tertentu, unik dan terbatas. Meskipun demikian bukan berarti obyek tidak berhubungan dengan obyek-obyek yang ada di sekitarnya.[3] Dengan kalimat lain, studi kasus sudah mengimplikasikan heterogenitas dan kompleksitas data sehingga dengan menggunakan strategi penelitian ini dapat menjawab pertanyaan “Mengapa dan Bagaimana” seperti yang terdapat dalam rumusan masalah.
Studi kasus terhadap penerapan model pembelajaran Cooperative Learning pada mata pelajaran Aqidah Akhlak dimaksudkan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan model pembelajaran Cooperative Learning pada mata pelajaran Aqidah Akhlak di SD IT Al Mukmimun Ngrambe dan apa penyebab diterapkannya model pembelajaran tersebut.  
           
D. Sumber Data
                 Untuk memperoleh data di atas, penelitian ini menggunakan dua jenis sumber data, yaitu :
1.      Sumber data primer
 Sumber data primer adalah para informan
2.      Sumber data sekunder
Sumber data sekundernya adalah berrbagai dokumen-dokumen dan buku-buku teks yang berkaitan dengan model pembelajaran Cooperative Learning pada mata pelajaran Aqidah Akhlak.
            Selain itu untuk memperoleh data peneliti melakukan observasi terhadap aktivitas selama proses belajar mengajar berlangsung dan kegiatan peserta didik di sekolah.
                 Karena jenis data penelitian ini adalah kualitatif, maka data  disajikan dalam bentuk kata-kata, kalimat, narasi, uraian, dan berbagai bentuk pemahaman lainnya. Secara kongkret data yang dikumpulkan terdiri atas rekaman hasil wawancara (mendalam) dengan berbagai informan.

E. Teknik Cuplikan
Dalam penelitian kualitatif lebih cenderung menggunakan teknik cuplikan yang bersifat selektif dengan pertimbangan berdasarkan konsep teoritis yang digunakan, keingintahuan pribadi peneliti, karakteristik empiris dan lain-lain. Teknik cuplikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah “purposive sampling” yaitu menentukan sampel dengan pertimbangan tertentu yang dipandang dapat memberikan data secara maksimal.[4]
Informan dalam penelitian kualitatif ini adalah informan kunci yang paling mengetahui serta telah memahami masalah secara mendlam dan mampu memberikan informasi dengan benar, lengkap dan akurat.
F. Teknik Pengumpulan Data
Secara garis teknik pengumpulam data menggunakan tiga teknik, yaitu:
1.      Wawancara
Wawancara dilakukam dengan terlebih dahulu menentukan sejumlah informan dalam rangka memperoleh data mengenai penerapan model pembelajaran Cooperative Learning pada mata pelajaran Aqidah Akhlak. Informan yang dipilih adalah yang paling mengetahui serta yang lebih memahami masalahnya secara mendalam dan mampu memberikan informasi dengan benar, lengkap serta akurat.[5] Kemudian wawancara mendalam dilakukan dengan lebih bersifat lentur, penuh nuansa dan terbuka, tidak terstruktur ketat, tidak dalam suasana formal, agar suasana informan tidak merasa diwawancarai sehingga informasinya utuh apa adanya secara wajar dan merupakan data yang sebenarnya.[6]
2.      Observasi
Observasi dilakukan secara langsung oleh peneliti. Dalam hal ini penelitian dilakukan dengan observasi nonpartisipan dimana obsever tidak ikut di dalam kehidupan obyek yang di observasi, dan secara terpisah berkedudukan sebagai pengamat[7] dengan mengamati penerapan model pembelajaran Cooperative Learning pada mata pelajaran Aqidah Akhlak sesuai dengan sup populasi atau tiap kelas.
3.         Dokumen
Pencatatan arsip dan dokomen dilakukan dengan mengumpulkan data yang terkait dengan penerapan model Cooperative Learning dan mata pelajaran Aqidah Akhlak di SD Islam Terpadu Al Mukminun Ngrambe.

G. Validitas Data
Secara singkat triangulasi adalah seperangkat heuristic pembantu bagi seorang peneliti untuk memahami sesuatu yang baru. Denzin (Janesick, 2009: 271-272) menyebutkan tiga jenis triangulasi, yaitu: a) triangulasi data, b) peneliti, dan c) triangulasi teori, metode, dan teknik. Janesick menambahkan jenis keempat, yaitu triangulasi interdisipliner.[8]
Dalam penelitian ini menggunakan dua jenis triangulasi yaitu:
1.       Triangulasi data
Triangulasi data dimaksudkan untuk menggali data pada beberapa informan yang berbeda tentang penerapan model Cooperative Learning pada mata pelajaran Aqidah Akhlak sehingga data yang diperoleh benar-benar dapat dianggap obyektif.
2.   Triangulasi teori, metode dan teknik dilakukan dengan memanfaatkan berbagai teori, metode dan teknik untuk mendapatkan keabsahan data tentang penerapan model pembelajaran Cooperative Learning pada mata pelajaran Aqidah Akhlak.
                       
H. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis          interaktif  yaitu dalam proses pengumpulan data, sekaligus secara bersamaan juga selalu dilakukan reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan /verifikasi.[9]
Berikut langkah-langkah yang ditempuh dalam menganalisis dataa dalam penelitian kualitatif ini:
1. Selama proses pengumpulan data berlangsung, peneliti juga melakukan reduksi data, sajian data dan melakukan review, refleksi data serta verifikasi sementara.
2. Menyusun pokok-pokok temuan yang penting dan memahami hasil-hasil temuannya secara menyeluruh sekaligus dengan bagian-bagiannya.
3. Menyusun sajian data secara deskriptif sistematis dengan susunan kalimatnya secara jelas agar mudah dimengerti dan dipahami.
4. Penarikan kesimpulan dan verifikasi dalam sebuah unit dari sejumlah unit, dalam hal apabia kesimpulannya dirasa masih perlu tambahan data.

Untuk memudahkan pemahamannya maka model analisis interaktif ini dapat digambarkan sebagai berikut :

Contoh Proposal Skripsi Kualitatif Pendidikan : Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Di SDIT Al Mukminun Ngrambe Tahun Pelajaran 2012/2013



[1] Hadari Nawawi Prof.Dr.H. (2003),  Metode Penelitian Bidang Sosial, Yogyakarta : Gadjah Mada University Press, hal. 63
[2] Suharsimi Arikunto Prof.Dr. (2010), Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, rev.ed.; Yogyakarta : Rineka Cipta,  hal. 3
[3] Nyoman Kutha Ratna Prof.Dr.Su. (2010), Metodologi Penelitian Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora pada Umumnya, Yogyakarta : Pustaka Pelajar, hal. 502
[4] Suharsimi Arikunto Prof.Dr. (2010), Op.Cit, hal. 33
[5] Sutopo, H.B, (1996), Metode Penelitian Kuantitatif, Surakarta : UNS, hal.21-22
[6] Sanapiah Faisal, (2001), Format-Format Penelitian Sosial, Jakarta : Raja Grafindo, hal 134
[7] Hadari Nawawi Prof.Dr. (2003), Op.Cit, hal. 104
[8] Nyoman Khuta Ratna  Prof.Dr.Su. (2010), Op.Cit, hal. 242
[9] Sutopo, H.B (1996),  Op.Cit,  hal. 71



BAB IV
TIME SCHEDULE, PEMBIAYAAN DAN DAFTAR PUSTAKA

A. Jadwal Penelitian
Pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2012/2013
No
Kegiatan
Bulan ke :
1
2
3
4
1.
Persiapan
a. Perizinan
b. Penentuan Lokasi
c. Penetapan Informan
d. Penyusunan program





2.
Pengumpulan/Analisis data
a. Wawancara mendalam, observasi langsung, mencatat dan mengambil arsip dan dokumen, disertai dengan reduksi data serta verifikasi sementara
b. Review dan refleksi data serta verifikasi sementara












3.
Penyusunan Laporan
a. Penyusunan laporan awal sementara
b. Review dan refleksi laporan awal
c. Penyusunan laporan akhir secara sempurna
d. Penggandaan dan penyerahan hasil penelitian












B. Pembiayaan
RENCANA ANGGARAN PENELITIAN
1.      PROPOSAL
Ø  Biaya rental dan print proposal                                        Rp 100.000
Ø  Fotocopi sumber-sumber tinjauan pustaka                       Rp   30.000
Ø  Fotocopy perbanyak proposal                                          Rp   50.000
2.      PENGUMPULAN DATA
Ø  Izin penelitian                                                                    Rp   50.000
Ø  Transportasi                                                                      Rp   50.000
3.      ANALISA DATA DAN PENYUSUNAN LAPORAN SKRIPSI
Ø  Biaya rental dan print                                                     Rp 100.000 
Ø  Penjilidan                                                                         Rp 150.000
Ø  Fotocopy laporan penelitian                                             Rp   50.000  +
Total                                                                                        Rp 580.000








DAFTAR PUSTAKA


Arikunto Suharsimi, Prof. Dr (2010), Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Yogyakarta: Rineka Cipta.

Darmaningtyas, (1999), Pendidikan Pada dan Setelah Kritis (Evaluasi Pendidikan pada Masa Kritis), Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Fadilah Hilman (2010), Perbandingan Hasil Belajar Matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning Type Numbered Head Together (NHT) dengan Menggunakan Pembelajaran Model Klasikal,Online: http://hilmanfadilah.wordpress.com/2010/10/29/contoh-proposal-pendidikan-matematika/, (16 Januari 2013).

Jalil Abdul, Prof. M.Pd (2003-2004), )Diktat Kuliah Metodologi Penelitian Kualitatif, Surabaya: STITM.

Lie  Anita (2004), Cooperative Learning, Jakarta: Grasindo.

Madrasah Education Development (2011), Bahan Ajar Model-Model Pembelajaran, Surabaya: MEDP.

Masjkur, Drs. H. M.PdI, dkk (2012), Buku Panduan Penulisan Skripsi, Tempurejo-Ngawi: STITM.

Nawawi Hadari, Prof. Dr. H (2003), Metode Penelitian Bidang Sosial, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Ratna, Nyoman Kutha, Su (2010),  Metodologi Penelitian Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora pada Umumnya, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Singarimbun Masri, Sofian Effendi (1989), Metode Penelitian Survai, Jakarta: LP3ES.

Sugiyanto, Drs. M.Si. M.Si (2009), Model-model Pembelajaran Inovatif, Surakarta: Mata Padi Presindo.

Suwarno, Drs. M.Ag (2008), Panduan Penulisan Proposal dan Skripsi, Ngawi: STITM.

Tim Jannatika (2007), Akidah Akhlak Untuk MTs Kelas VII, Semarang: CV Aneka Ilmu.


Uhbiyati Nur (1997), Ilmu Pendidikan Islam, Bandung: Pustaka Setia.

Mungkin Anda Suka:



Berlangganan via Email